Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat melakukan audiensi dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) guna memperjuangkan kelanjutan anggaran pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh. Audiensi tersebut berlangsung di Banda Aceh, Selasa (6/1/2025).
Rombongan Pemkab Aceh Barat dipimpin langsung Bupati Aceh Barat Tarmizi SP dan Wakil Bupati Said Fadheil. Turut hadir Sekda, Asisten II, Ketua dan Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, anggota Komisi IV DPRK, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, manajemen serta Ketua Dewan Pengawas RSUD Cut Nyak Dhien.
Sementara dari pihak DPRA, audiensi dihadiri Ketua DPRA Zulfasli, Wakil Ketua Ali Basrah dan Saifuddin Muhammad, anggota Komisi V DPRA, para ketua fraksi DPRA, Sekretaris Dewan, serta perwakilan Dinas Kesehatan Aceh.
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP menyampaikan bahwa pada tahun anggaran berjalan belum tersedia alokasi anggaran untuk pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh. Karena itu, pihaknya meminta dukungan DPRA agar anggaran rumah sakit tersebut dapat diperjuangkan dan dialokasikan pada tahun 2026.
“Rumah Sakit Regional ini dilahirkan pada masa Mualem menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh dan merupakan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode ini. Bahkan, rumah sakit regional masuk dalam sembilan program cepat gubernur,” ujar Tarmizi.
Ia menargetkan Rumah Sakit Regional Aceh Barat dapat diresmikan pada tahun 2028.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Tarmizi, dibutuhkan anggaran sebesar Rp80 miliar pada tahun 2026, kemudian dilanjutkan dengan skema multiyears pada tahun 2027 dan 2028 dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp150 miliar.
“Jika nantinya rumah sakit ini telah diresmikan dan diserahterimakan ke daerah, maka pengelolaan serta pencarian sumber anggaran selanjutnya akan menjadi kewajiban pemerintah daerah,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, Tarmizi menyebutkan bahwa pimpinan DPRA, pimpinan fraksi, serta Komisi V DPRA menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan alokasi anggaran dan menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Regional Aceh Barat.
“Kita berharap Rumah Sakit Regional Aceh Barat bisa diresmikan pada tahun 2028, sebelum berakhirnya masa pemerintahan Gubernur Mualem dan Wakil Gubernur Dek Fad,” kata Tarmizi.
Sebagai tindak lanjut hasil audiensi, dalam waktu dekat pimpinan DPRA dijadwalkan akan menemui Gubernur Aceh Mualem untuk membahas secara khusus percepatan pembangunan dan penganggaran Rumah Sakit Regional Aceh Barat.



