BIREUEN, Infoaceh.net – Di tengah tantangan akses yang terputus akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh pada November 2025, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh terus bergerak cepat memastikan listrik kembali hadir bagi warga terdampak.
Bersinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN mengambil peran vital sebagai ujung tombak operasional dalam penyaluran 1.000 unit genset bantuan pemerintah hingga ke wilayah paling terisolir di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Barat.
Dalam operasi kemanusiaan ini, PLN tidak sekadar mendampingi, melainkan turun langsung melakukan pemetaan data untuk menentukan titik prioritas, mengoordinasikan distribusi logistik ke posko pengungsian, hingga menerjunkan petugas teknik untuk melakukan instalasi agar genset dapat digunakan dengan aman.
Kerja keras menembus medan berat tersebut terbayar lunas ketika listrik mulai menyala di titik-titik krusial desa.
Abdurrahman, Kepala Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, mengungkapkan betapa vitalnya bantuan ini bagi warganya yang tengah bertahan di pengungsian.
“Terkait penyediaan genset di desa kami, ada 4 unit yang digunakan saat listrik belum normal. Posko pengungsian dekat dengan kantor desa, jadi ini sangat bermanfaat dan digunakan saat masa siaga. Kami ucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM untuk penyediaan penerangan ini,” ujar Abdurrahman penuh syukur, Rabu (7/1).
Suasana haru juga menyelimuti Desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, wilayah yang sempat terisolir total akibat akses jembatan yang terputus.
Muhammad Lidan, Imam Meunasah setempat, menuturkan bahwa kehadiran genset ini telah mengembalikan denyut kehidupan religius warga.
“Alhamdulillah, desa kami memang yang paling terisolir. Dengan bantuan genset ini kegiatan ibadah dapat berlangsung kembali. Suara adzan sudah bisa dikumandakan kembali semenjak ada genset ini,” ungkapnya.
Pulihnya aktivitas warga tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam masa tanggap darurat. Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto menegaskan sinergi ini adalah mandat yang harus dijalankan demi rakyat.
“Pesan dan amanat negara adalah harus hadir di tengah masyarakat agar segera pulih pascabencana. Nantinya untuk BBM genset akan didukung oleh Pertamina, dan pengoperasian akan didampingi oleh PLN sambil menunggu kabel-kabel listrik PLN dapat diperbaiki segera,” tegas Eri.
Untuk memastikan amanat negara tersebut sampai ke tangan warga, Direktur Distribusi PT PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, turun langsung meninjau proses distribusi di lokasi yang sulit dijangkau tersebut.
Ia menceritakan perjuangan tim gabungan menembus hutan dan infrastruktur yang rusak demi mencapai lokasi.
“Alhamdulillah, tidak menyangka kami akhirnya sampai juga di Desa Pante Peusangan dan sebelumnya di Desa Riseh Tunong. Ini desanya cukup jauh dari kota karena kami tadi harus melewati hutan dan jembatan yang putus. Luar biasa saya melihat lingkungan di sini, pasti orang-orangnya juga sangat survive. Untuk itu, PLN, Pertamina dan ESDM harus hadir. Pemerintah punya kewajiban untuk melistriki sesuai dengan amanah keadilan sosial bagi rakyat Indonesia,” tutur Arsyadany.
Sementara bantuan darurat beroperasi, PLN terus bekerja di dua sisi untuk menjamin keandalan jangka panjang. General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra menjelaskan “PLN UID Aceh hadir dengan strategi Pemulihan Infrastruktur Paralel. Sembari warga menggunakan genset bantuan Kemmeterian ESDM untuk penerangan sementara, tim PLN tetap fokus melakukan perbaikan jaringan listrik permanen Saluran Udara Tegangan Menengah dan Rendah yang rusak akibat banjir dan longsor agar kondisi kelistrikan bisa kembali normal sepenuhnya,” tutup Eddi.



