Banda Aceh, Infoaceh.net – Pergerakan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Aceh mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem serta dampak bencana yang terjadi di hampir seluruh wilayah Aceh.
Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh mencatat, selama masa libur Nataru total pergerakan penumpang lintas moda—darat, laut, dan udara—mencapai 148.513 orang.
Meski angka tersebut tergolong tinggi, secara umum mobilitas masyarakat menunjukkan tren penurunan dibandingkan libur akhir tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengatakan aktivitas transportasi selama Nataru tetap berlangsung dinamis dan relatif terkendali, meskipun terdapat gangguan di sejumlah jalur akibat bencana alam.
“Secara keseluruhan pergerakan transportasi selama Nataru berjalan aman dan terkendali. Walaupun terjadi penurunan di beberapa moda, mobilitas masyarakat tetap terjaga,” ujar Teuku Faisal di Banda Aceh, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data Dishub Aceh, angkutan darat masih menjadi moda transportasi dengan jumlah penumpang terbesar.
Selama periode Nataru, angkutan darat melayani 57.157 penumpang, terdiri atas 20.367 penumpang kedatangan dan 36.790 penumpang keberangkatan.
Namun, angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 50,3 persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu.
Pada sektor angkutan laut, penyeberangan di sejumlah pelabuhan di Aceh melayani 45.066 penumpang dengan total 280 trip kapal.
Jumlah tersebut menurun 36,6 persen dibandingkan libur Nataru sebelumnya, terutama akibat cuaca buruk yang memengaruhi jadwal pelayaran.
Sementara itu, angkutan udara mencatat total 46.290 penumpang melalui 451 pergerakan pesawat.
Rinciannya, terdapat 225 penerbangan kedatangan dengan 23.120 penumpang dan 226 penerbangan keberangkatan yang mengangkut 23.170 penumpang.
Dibandingkan moda lainnya, sektor udara mengalami penurunan paling kecil, yakni 4,1 persen.
Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan di Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) juga terpantau cukup padat selama libur akhir tahun. Total 106.120 kendaraan tercatat melintas di ruas tol tersebut.
Berdasarkan data PT Hutama Karya selaku pengelola utama dan Badan Usaha Jalan Tol Sibanceh, Gerbang Tol Padang Tiji menjadi titik tersibuk dengan 36.022 kendaraan, disusul Gerbang Tol Indrapuri sebanyak 24.721 kendaraan dan Blang Bintang 17.024 kendaraan.
Selanjutnya, Gerbang Tol Seulimuem mencatat 12.400 kendaraan, Jantho 8.145 kendaraan, dan Baitussalam 7.628 kendaraan.
Data pergerakan harian menunjukkan puncak arus kendaraan mulai terjadi sejak 24 Desember 2025, serta kembali meningkat pada arus balik antara 2 hingga 4 Januari 2026.
Teuku Faisal menilai tingginya volume kendaraan di jalan tol menunjukkan adanya perubahan pola perjalanan masyarakat selama libur Nataru.
Menurutnya, data ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kesiapan dan layanan transportasi pada periode libur besar berikutnya.



