Aceh Utara, Infoaceh.net — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal kemanusiaan PMI. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, Jum’at (9/1/2026).
Bantuan kemanusiaan itu diserahkan langsung oleh Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, kepada Wakil Gubernur Aceh sebagai bentuk dukungan PMI terhadap upaya penanganan kondisi darurat dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Adapun bantuan yang diterima Pemerintah Aceh meliputi beras sebanyak 500 ton sebagai bantuan utama, serta berbagai logistik pendukung lainnya.
Selain beras, bantuan juga mencakup air mineral, mie instan, paket makanan siap saji, hygiene kit, paket pakaian, perlengkapan sekolah anak, obat-obatan, alat kebersihan, genset, mesin sedot lumpur, mini excavator, serta perlengkapan dapur dan sanitasi.
Seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota terdampak bencana di Aceh, sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan hasil asesmen tim penanggulangan bencana.
Bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil sumbangan dan partisipasi berbagai perusahaan serta donasi perorangan yang dihimpun melalui Palang Merah Indonesia sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI, khususnya kepada Pengurus Pusat PMI Nasional Sudirman Said, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan bantuan tersebut.
“Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada PMI serta seluruh perusahaan dan donatur perorangan atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini akan segera disalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fadhlullah.
Ia menegaskan, Pemerintah Aceh memastikan seluruh bantuan akan dikelola secara transparan dan akuntabel, melalui koordinasi lintas instansi serta pemerintah kabupaten/kota setempat, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat terdampak.



