Banda Aceh, Infoaceh.net — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, Kementerian Sosial telah menyiapkan skema bantuan sosial (bansos) adaptif kebencanaan dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp2 triliun untuk mendukung pemulihan pascabencana di Aceh dan wilayah terdampak lainnya.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Dalam paparannya, Gus Ipul menyebutkan dari total kebutuhan Rp2 triliun tersebut, lebih dari Rp 600 miliar telah siap disalurkan dalam waktu dekat.
“Kami sudah melakukan simulasi dan menyiapkan dana-dananya. Untuk kebutuhan ahli waris korban meninggal dan korban luka, sudah tersedia lebih dari Rp17 miliar. Kemudian untuk jaminan hidup lebih dari Rp 326 miliar, isian hunian sementara dan hunian tetap sebesar Rp 169 miliar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sebesar Rp 141 miliar,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, angka-angka tersebut merupakan hasil perhitungan awal berdasarkan asesmen kebutuhan korban bencana. Meski demikian, total kebutuhan ideal untuk bansos adaptif kebencanaan masih berada di kisaran Rp2 triliun.
“Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp600 miliar,” ujarnya.
Gus Ipul menambahkan, seluruh rincian anggaran tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Keuangan.
Selanjutnya, Kemensos akan mengajukan persetujuan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
“Kami sudah lapor kepada Kementerian Keuangan, dan selanjutnya memohon persetujuan Pak Mendagri. Insyaallah pada tahap berikutnya kebutuhan dana bansos adaptif kebencanaan ini akan dicukupi,” jelasnya.
Selain bantuan tunai dan jaminan hidup, Kemensos juga menyiapkan bantuan khusus bagi keluarga korban bencana yang menempati hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
Bantuan tersebut berupa isian rumah senilai Rp3 juta per keluarga.
“Untuk keluarga yang tinggal di hunian sementara atau hunian tetap, disiapkan bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga,” terang Gus Ipul.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak guna mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana.
“Nanti akan ditindaklanjuti dengan dukungan pemberdayaan ekonomi berdasarkan hasil asesmen, sebesar Rp 5 juta per keluarga,” tambahnya.
Kementerian Sosial juga memberikan jaminan hidup berupa uang makan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana. Bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan.
“Sementara ada dukungan jaminan hidup untuk pembelian lauk pauk sebesar Rp450 ribu per bulan per orang, selama tiga bulan,” pungkas Gus Ipul.



