ACEH TENGAH, Infoaceh.net – Sebanyak 24 desa di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025.
Memasuki hari ke-51 pascabencana, akses darat menuju puluhan desa tersebut belum sepenuhnya pulih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mencatat, desa-desa terisolasi tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.
“Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa,” ujar Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, Kamis (15/1/2026).
Di Kecamatan Bintang, Desa Serule masih terisolasi dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa.
Akses menuju desa tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan material longsor yang menutup badan jalan.
Sementara itu, Kecamatan Ketol menjadi wilayah dengan jumlah desa terisolasi terbanyak.
Sembilan desa terdampak, yakni Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang, dan Burlah.
Jumlah penduduk terdampak di kecamatan ini mencapai 4.951 jiwa akibat putusnya jembatan serta longsor yang menutup akses jalan utama.
“Sebagian desa seperti Serempah dan Bah sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat masih belum dapat melintas,” jelas Murthalamuddin.
Di Kecamatan Silih Nara, dua desa masih terisolasi, yakni Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit, dengan total 254 jiwa terdampak.
Keterisolasian terjadi akibat rusaknya Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit.
Lima desa di Kecamatan Rusip Antara juga masih terputus aksesnya, yaitu Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik.
Sebanyak 2.765 jiwa terdampak di wilayah ini. Meski akses kendaraan roda dua mulai terbuka, kendaraan roda empat belum dapat melintas akibat longsor dan jembatan yang putus.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Linge. Tujuh desa yang masih terisolasi meliputi Desa Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang, dengan total 2.362 jiwa terdampak.
Putusnya Jembatan Kala Ili serta longsor di sejumlah titik jalan menjadi penyebab utama terhambatnya akses.
“Saat ini kendaraan roda dua hanya dapat menjangkau Desa Penarun dan Umang, sementara kendaraan roda empat masih belum bisa melintas,” katanya.
Murthalamuddin menegaskan pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan darurat dan pemulihan akses ke wilayah terdampak, termasuk melalui pembukaan jalur darat sementara dan perbaikan infrastruktur yang rusak.
“Penanganan dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal, terutama bagi desa-desa yang hingga kini masih terisolasi,” pungkasnya.
51 Hari Pascabencana, 24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi
Artikel Terkait
Safari Ramadhan di Danau Paris, Wabup Aceh Singkil Puji Peran Dai…
Hamzah Sulaiman menegaskan, keberadaan dai perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga…
Setelah Terdepak, Husnan dan Munawar Kembali Masuk Eselon II Kabinet…
Kembalinya Husnan dan Munawar memunculkan dua tafsir besar di ruang publik. Di satu sisi,…
Mualem Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh, Ini Daftarnya
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melantik dan mengambil sumpah sebanyak 25 pejabat…
Puluhan Anak TK-SD Keracunan MBG di Simpang Mamplam Bireuen
Para korban awalnya berdatangan ke Puskesmas Simpang Mamplam untuk mendapatkan penanganan…
Mualem Potong TPP PNS Pemerintah Aceh 16,87 Persen
Kebijakan pemotongan TPP PNS ini muncul di tengah tekanan fiskal Pemerintah Aceh pada…
Ratusan Ribu Rumah Rusak, Pembangunan Huntap Lamban: Aceh Desak Pusat…
Wagub mendorong penugasan langsung kepada BUMN Karya agar proses pembangunan dapat…
Masjid Raya Baiturrahman Jadi Magnet Ramadan, Ikon Spiritualitas Aceh…
Masjid Raya Baiturrahman bersiap menyambut jemaah Ramadan 2026. Simak sejarah, keunikan…
Di Tengah Bencana, Pemerintah Aceh Terbitkan 20 Izin Tambang Sepanjang…
“Jangan sampai masyarakat hanya menerima banjir dan kerusakan lingkungan, sementara…
Jualan Siang Hari Ramadan, Usaha Makanan Cepat Saji di Banda Aceh…
“Kami memastikan seluruh poin dalam Seruan Bersama Forkopimda dipatuhi tanpa pengecualian.…
UEA Akan Bangun Masjid Agung dan Islamic Center di Banda Aceh, Pemko…
“Masjid agung yang kami idamkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat…
Gema Ramadan di Tanjung Selamat: Masjid Babul Magfirah Menjadi Jantung…
Bangunan masjid tampak mencolok dengan nuansa warna hijau dan krem yang memberi kesan…
Mendagri Tinjau Pembangunan Jembatan Kutablang Bireuen, Target Rampung…
Rombongan kemudian bergerak ke Kabupaten Pidie Jaya. Bersama Bupati Pidie Jaya Sibral…

















