Umum

Dampak Kemarau, PDAM Tirta Mountala Imbau Warga Aceh Besar Hemat Air

JANTHO, Infoaceh.net – Fenomena kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Besar dalam beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena menurunnya debit air di kolam Mata Ie yang menjadi salah satu sumber utama pasokan air bersih bagi warga.
Menyikapi kondisi tersebut, PDAM Tirta Mountala Aceh Besar bergerak cepat dengan menggelar pertemuan bersama pemerintah kecamatan untuk merumuskan strategi penanganan dampak kekeringan. 
Pertemuan yang berlangsung santai namun produktif itu digelar di salah satu warung kopi di Aceh Besar, Selasa pagi (3/2/2026).
Diskusi tersebut dihadiri Camat Darul Imarah Muhammad Basir, Camat Peukan Bada Salamuddin, Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala Ir Salman ST MSi, serta Direktur Umum David Zainal.
Hadir pula Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Aceh Besar Darwan Asrizal SE MT, LO Bupati Aceh Besar Arziqi Mahlil, serta Keuchik Gampong Leu Ue Yusri VE ST.
Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala, Salman, menjelaskan penurunan debit air terjadi akibat musim kemarau yang berdampak langsung pada volume air di kolam Mata Ie.
Ia menegaskan pentingnya menyampaikan kondisi ini secara terbuka kepada masyarakat agar pelanggan tetap tenang sekaligus mulai menghemat penggunaan air.
“Persoalan ini harus kita sampaikan kepada masyarakat, khususnya pelanggan PDAM Tirta Mountala, agar warga tidak panik dan dapat menghemat penggunaan air untuk sementara waktu,” ujar Salman.
Sebagai langkah teknis, PDAM Tirta Mountala melakukan penyesuaian suplai air dari sebelumnya 60 liter per detik menjadi 40 liter per detik.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga pemerataan distribusi agar kebutuhan dasar pelanggan tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sumber air.
“Kami terus berupaya agar air tetap mengalir ke pelanggan meski terjadi penurunan debit di sumber air,” tambahnya.
Camat Peukan Bada Salamuddin, menyatakan pihaknya siap menyosialisasikan kondisi tersebut kepada para keuchik di wilayahnya. Menurutnya, peran aparatur gampong sangat penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penghematan air.
Ia juga mengusulkan pertemuan lanjutan yang melibatkan para keuchik bersama PDAM agar informasi dapat diterima masyarakat secara langsung dan menyeluruh.
“Kalau memungkinkan, para keuchik akan kita kumpulkan untuk silaturahmi bersama PDAM, sehingga masyarakat mendapat pemahaman langsung tentang pentingnya penghematan air dan menampung air sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Camat Darul Imarah Muhammad Basir yang mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan PDAM, untuk menggunakan air secara optimal dan sesuai kebutuhan. “Saat sekarang air perlu dihemat dan digunakan seperlunya,” ujarnya.
Direktur Umum PDAM Tirta Mountala, David Zainal, menyambut baik usulan penguatan koordinasi tersebut. Ia menilai sinergi antara PDAM, pemerintah kecamatan dan aparatur gampong menjadi kunci menjaga stabilitas distribusi air bersih.
Selain itu, David juga mengimbau masyarakat agar tetap disiplin membayar iuran air setiap bulan guna mendukung kelancaran operasional layanan distribusi air bersih di Aceh Besar.
“Dengan dukungan aparatur gampong, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga layanan air bersih, termasuk kewajiban pembayaran retribusi secara rutin,” katanya.
Kabag Ekonomi dan SDA Setdakab Aceh Besar Darwan Asrizal mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara upaya teknis dan pendekatan spiritual. Ia menuturkan bahwa masyarakat perlu tetap menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ketaatan kepada Allah.
“Yang tidak boleh kita lupakan, kekeringan ini bagian dari ujian Allah. Karena itu, kita juga harus meningkatkan ketaatan kita kepada Allah agar kita tidak selalu dilanda kekeringan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya ketika masyarakat melaksanakan salat meminta hujan yang menurutnya memberi dampak positif.
PDAM Tirta Mountala berharap koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat dapat meminimalkan dampak kekeringan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air bersih secara bijak.

Beri Komentar

Artikel Terkait