Ekonomi

Dana Otsus Triliunan, Tapi Aceh Masih ‘Betah’ di Daftar 10 Besar Provinsi Paling Banyak Pengangguran

Jakarta, Infoaceh.net – Tingginya aliran dana otonomi khusus (Otsus) belum otomatis mengangkat Aceh dari persoalan mendasar ketenagakerjaan.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Aceh masih masuk jajaran 10 provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia hingga November 2025, Sebuah ironi di tengah gelontoran anggaran pembangunan bernilai triliunan rupiah setiap tahun.

Secara nasional, jumlah pengangguran mencapai 7,35 juta orang. Ketimpangan kesempatan kerja masih terasa kuat, terutama di wilayah yang diharapkan mampu memanfaatkan dana pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga:  Perkuat Layanan Saat Gangguan, PLN Aceh Hadirkan Fasilitas Disaster Recovery Center

Aceh tercatat memiliki tingkat pengangguran 5,60 persen, menempatkannya dalam daftar provinsi dengan tekanan pasar kerja paling berat.

BPS juga mencatat pengangguran lebih banyak terjadi di wilayah perkotaan dibanding pedesaan.

Di sisi lain, kelompok usia muda masih menjadi yang paling rentan, dengan tingkat pengangguran dua digit. Fenomena ini mengindikasikan bahwa penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya mampu menyerap angkatan kerja produktif.

Menariknya, lulusan pendidikan menengah kejuruan  yang dirancang untuk siap kerja  justru mencatat tingkat pengangguran paling tinggi secara nasional.

Baca Juga:  Aceh Culinary Festival 2026 Dibuka, Plt Sekda: Kuliner Aceh Bukan Sekadar Makanan, tapi Warisan Peradaban

Hal ini memperlihatkan adanya jurang antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja.

Bagi Aceh, data tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran, melainkan dari efektivitasnya dalam membuka peluang kerja.

Tanpa strategi yang lebih terarah, bonus demografi berisiko berubah menjadi beban sosial-ekonomi.

Kondisi ini menegaskan pentingnya percepatan investasi produktif, penguatan sektor riil, serta sinkronisasi pendidikan dan kebutuhan industri agar dana pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Artikel Terkait