Kesehatan & Gaya Hidup

Stroke Serang Perokok di Banda Aceh, RSUD Meuraxa Tangani Kasus Pertama Code Stroke

Banda Aceh, Infoaceh.net — RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh mencatat keberhasilan penting dalam pelayanan kegawatdaruratan dengan menangani kasus pertama melalui aktivasi Code Stroke pada seorang pasien stroke iskemik.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat nyata akan bahaya kebiasaan merokok terhadap risiko penyakit stroke.
Pasien laki-laki berusia 59 tahun tersebut datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Meuraxa dengan keluhan kelemahan pada kaki kiri.
Berdasarkan hasil anamnesis, gejala dialami sekitar dua jam sebelum pasien tiba di rumah sakit. Dari riwayat kesehatan, pasien diketahui memiliki kebiasaan merokok yang menjadi salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke.
Setibanya di IGD, tim medis RSUD Meuraxa segera mengaktifkan Code Stroke, yaitu sistem penanganan cepat dan terintegrasi untuk pasien stroke akut.
Protokol ini bertujuan mempercepat diagnosis dan tindakan medis guna mencegah perluasan kerusakan jaringan otak serta meningkatkan peluang pemulihan pasien.
Dokter Spesialis Saraf RSUD Meuraxa, dr Muhammad Mizfaruddin MKes SpN FMIN selaku Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), menjelaskan bahwa pasien telah mendapatkan penanganan sesuai standar pelayanan stroke akut.
“Penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin. Aktivasi Code Stroke memungkinkan tim medis bekerja secara terkoordinasi sejak pasien tiba di IGD, sehingga peluang pemulihan menjadi lebih besar,” ujarnya, Sabtu (7/2).
Ia menambahkan, manajemen Code Stroke dilakukan melalui tindakan intensif di IGD yang kemudian dilanjutkan dengan perawatan di stroke corner setelah evaluasi menyeluruh terhadap tanda vital dan kondisi klinis pasien.
Menurut dr. Mizfaruddin, selama ini sebagian besar pasien stroke yang datang ke IGD telah melewati waktu emas penanganan.
Banyak pasien baru datang setelah lima hingga lebih dari sepuluh jam sejak gejala muncul, sehingga meningkatkan risiko kecacatan permanen dan gangguan fungsi tubuh.
Melalui penerapan Code Stroke, RSUD Meuraxa berupaya memperkuat edukasi kepada masyarakat agar segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan dalam waktu kurang dari tiga jam atau maksimal 3,5 jam sejak awal munculnya gejala stroke.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal stroke, seperti kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, serta mulut mencong.
Jika gejala tersebut muncul, masyarakat diminta segera membawa pasien ke unit gawat darurat terdekat agar dapat ditangani dalam periode emas (golden period) dan meminimalkan risiko kecacatan.
Keberhasilan penanganan kasus perdana Code Stroke ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan kualitas layanan stroke akut di RSUD Meuraxa.
Sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat, termasuk menghentikan kebiasaan merokok untuk menekan risiko penyakit serius seperti stroke.

Beri Komentar

Artikel Terkait