Nasional

Survei Indikator: 75,9 Persen Publik Percaya Kasus Riza Chalid Layak Masuk Ranah Hukum

Jakarta, Infoaceh.net – Perhatian publik terhadap dugaan persoalan tata kelola minyak yang menyeret nama pengusaha Riza Chalid tercatat meningkat tajam.

Temuan survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas warga yang mengikuti perkembangan kasus tersebut memiliki keyakinan bahwa perkara itu layak diproses secara hukum.

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa lonjakan persepsi publik terjadi dalam beberapa bulan terakhir, sejalan dengan intensitas pemberitaan dan diskusi nasional.

Dalam hasil survei yang dipaparkan, responden yang menyatakan percaya mencapai 75,9 persen — lebih tinggi dibanding pengukuran sebelumnya.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Ketika digabung dengan kelompok yang menyatakan sangat percaya, tingkat keyakinan publik mendekati sembilan dari sepuluh responden yang mengetahui kasus tersebut.

Angka ini mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu tata kelola energi yang dianggap memiliki dampak luas.

Survei juga menyoroti peningkatan tingkat kesadaran warga mengenai status hukum perkara. Dibanding periode sebelumnya, lebih banyak responden mengaku mengikuti perkembangan kasus tersebut, menandakan isu ini semakin mendapat sorotan publik.

Sebaliknya, jumlah warga yang meragukan dugaan keterlibatan terus menurun. Proporsi responden yang menyatakan kurang percaya berada pada kisaran satu digit, sementara yang menolak dugaan tersebut tercatat sangat kecil.

Burhanuddin menilai tingginya persepsi publik menggambarkan harapan masyarakat terhadap proses hukum yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi, menurutnya, menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum.

Survei dilaksanakan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden dewasa melalui wawancara langsung, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Beri Komentar

Artikel Terkait