Olahraga

Jaya Hartono Gagal Menang dalam Debut, Persiraja Ditahan Imbang PSPS 1-1

Banda Aceh, Infoaceh.net – Debut pelatih anyar Persiraja Banda Aceh, Jaya Hartono, belum berakhir manis setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSPS Pekanbaru pada laga perdana putaran ketiga Pegadaian Championship Indonesia 2025/2026, Sabtu malam (14/2/2026) di Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh.

Pertandingan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi sejak menit awal.

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persiraja langsung mengambil inisiatif serangan.

Kreativitas lini tengah dan kecepatan sayap tuan rumah beberapa kali merepotkan pertahanan PSPS yang tampil disiplin.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Tim tamu justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu melalui gol yang dicetak Gamaroni pada menit ke-28 melalui skema serangan balik cepat.

Gol tersebut berawal dari kesalahan koordinasi lini tengah Persiraja yang dimanfaatkan pemain PSPS untuk menaklukkan kiper tuan rumah. Hingga turun minum, Persiraja tertinggal 0-1.

Memasuki babak kedua, Persiraja meningkatkan tempo permainan dengan sejumlah pergantian pemain.

Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-89 saat gol penyama kedudukan tercipta oleh Juan Mera melalui kemelut di depan gawang PSPS.

Gol tersebut disambut gemuruh ribuan suporter yang memadati stadion.

Secara statistik, Persiraja tampil lebih agresif dengan total 11 tembakan, lima di antaranya mengarah tepat ke gawang. Tuan rumah juga unggul dalam perolehan tendangan sudut dengan rasio 10 berbanding 6.

Namun rapatnya pertahanan PSPS membuat banyak peluang gagal dikonversi menjadi gol.

PSPS mengandalkan organisasi bertahan yang solid dan serangan balik efektif. Disiplin permainan mereka terlihat dari upaya keras meredam tekanan Persiraja, meski harus menerima lima kartu kuning sepanjang pertandingan. Sementara Persiraja hanya mengoleksi dua kartu kuning.

Hasil imbang ini membuat kedua tim berbagi satu poin dalam persaingan ketat babak Championship.

Bagi Persiraja, hasil tersebut terasa seperti kehilangan kesempatan meraih poin penuh di kandang sendiri. Sebaliknya, PSPS patut puas membawa pulang satu poin dari laga tandang.

Sebelum pertandingan, Jaya Hartono mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan manajemen untuk menangani Persiraja.

Setelah sekitar 10 hari memimpin latihan, ia menilai kondisi tim siap tempur, meski satu pemain harus absen akibat akumulasi kartu.

Ia menegaskan tidak akan mengubah filosofi permainan yang sudah dibangun sebelumnya, namun memberi perhatian khusus pada aspek pertahanan.

Menurutnya, celah saat bertahan menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi.

Pemain Persiraja, Muammar Khadafi, menyebut laga pembuka putaran ketiga ini sangat penting karena seluruh tim akan bersaing ketat untuk posisi puncak klasemen. Ia menegaskan tim bertekad memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh.

Dengan jadwal Championship yang padat, kedua tim kini fokus pada pemulihan fisik dan evaluasi taktik.

Persiraja perlu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, sementara PSPS harus memperbaiki konsentrasi di menit-menit akhir agar tidak kembali kehilangan keunggulan.

Hasil 1-1 ini menjadi gambaran ketatnya persaingan kasta kedua sepak bola Indonesia musim ini.

Baik Persiraja maupun PSPS menunjukkan kualitas permainan yang menjanjikan, sekaligus menegaskan bahwa setiap poin akan sangat berharga dalam perjalanan menuju fase berikutnya.

image_print

Beri Komentar

Apa Reaksimu?

Artikel Terkait