Syariah

Tgk Faisal Ali Kembali Terpilih Ketua PWNU Aceh Periode Keempat

Banda Aceh, Infoaceh.net — Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Lem Faisal kembali terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh (PWNU Aceh) untuk masa khidmat 2026–2031.

Terpilihnya kembali Lem Faisal menandai periode keempat kepemimpinannya setelah sebelumnya menjabat pada periode 2010-2015, 2015–2020 dan 2020–2025.

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Penetapan tersebut secara aklamasi berlangsung dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) XV Nahdlatul Ulama Aceh yang digelar pada 15–16 Februari 2026 di gedung Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU)  Aceh, di Aceh Besar.

Dalam kepemimpinan periode baru ini, Lem Faisal kembali didampingi oleh Tgk. H. Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) yang terpilih kembali sebagai Rais Syuriah PWNU Aceh.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Selain memimpin PWNU Aceh, Lem Faisal juga diketahui menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh.

Pembukaan Konferwil XV berlangsung khidmat dan dihadiri para ulama, kiai, teungku, serta kader nahdliyin dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Ketua Umum Pengurus Besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan refleksi kebangsaan sekaligus pesan spiritual dalam sambutannya. Momentum tersebut bertepatan dengan hari kelahirannya yang ke-60 tahun.

“Saya lupa, hari ini milad kelahiran saya. Sebuah keberkahan karena mendapatkan doa dari para guru, para teungku, dan ulama Aceh,” ujarnya di hadapan peserta konferensi.

Menurut Gus Yahya, doa para ulama memiliki arti penting dalam perjalanan kepemimpinan organisasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan memimpin jam’iyah tidak hanya bergantung pada manajemen dan strategi, tetapi juga pada keberkahan para masyayikh.

Selama lebih dari empat tahun memimpin PBNU, lanjutnya, organisasi menghadapi berbagai dinamika, termasuk transformasi kelembagaan, penguatan tata kelola, dan percepatan sistem kaderisasi.

Ia menekankan bahwa pengaderan menjadi fondasi utama keberlanjutan organisasi.
Gus Yahya juga mengapresiasi capaian PWNU Aceh dan PCNU se-Aceh dalam bidang kaderisasi yang menempatkan Aceh pada peringkat ke-13 dari 38 provinsi secara nasional.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kerja kolektif yang konsisten di tingkat wilayah dan cabang.

Konferwil XV mengusung tema “Melalui Konferwil NU Aceh XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat”, sebagai penegasan komitmen NU Aceh dalam merespons isu lingkungan hidup.

Di tengah berbagai persoalan ekologis dan bencana di sejumlah wilayah Aceh, peran ulama dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif umat dalam menjaga kelestarian alam.

Ketua Panitia Konferwil, Tgk H Amirullah Ja’far, memastikan seluruh persiapan kegiatan berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa konferensi lima tahunan ini merupakan forum strategis untuk merumuskan arah perjuangan organisasi lima tahun ke depan.

Selain agenda pemilihan kepemimpinan, Konferwil XV juga menjadi ruang evaluasi program kerja dan penyusunan rekomendasi strategis di bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan peran ulama dalam menjaga harmoni sosial di Aceh.

Agenda Bahtsul Masail yang dikoordinasikan LBM PWNU Aceh turut membahas berbagai persoalan keagamaan kontemporer.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk T Zulfadli atau Waled Landeng menilai Konferwil XV sebagai tonggak penting memperkuat peran NU di tengah dinamika sosial dan politik daerah.

Menurutnya, NU harus terus hadir sebagai penyejuk serta penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus responsif terhadap isu strategis seperti lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi umat, dan penguatan pendidikan keagamaan.

Konferwil XV diharapkan menjadi ajang konsolidasi besar keluarga nahdliyin Aceh sekaligus mempertegas komitmen organisasi dalam membangun peradaban religius yang berwawasan ekologis di Bumi Serambi Mekkah.

image_print

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data...

Beri Komentar

Artikel Terkait