Aceh

Jelang Ramadan, Pemerintah Aceh Percepat Relokasi Pengungsi dari Tenda ke Huntara

Banda Aceh, Infoaceh.net – Pemerintah Aceh mempercepat relokasi pengungsi korban bencana banjir bandang dan longsor dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan aman dan bermartabat.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun dalam rapat koordinasi evaluasi penanganan bencana di Banda Aceh, Senin (16/2).

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Menurut M. Nasir, stabilitas kebutuhan pokok dan kelayakan tempat tinggal menjadi prioritas utama pemerintah menjelang Ramadan.

Hingga saat ini, sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun, namun masih ada warga yang bertahan di tenda darurat.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Ia menegaskan tidak boleh ada masyarakat yang kehilangan kepastian tempat tinggal.

Relokasi ke huntara diminta segera dipercepat karena hunian layak dinilai berkaitan langsung dengan perlindungan dan martabat warga terdampak.

Selain pembangunan huntara, pemerintah juga telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara.

Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan rumah permanen, penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600.000 per orang dipastikan tetap berlanjut.

Terkait logistik, Sekda mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara APBA, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial RI.

Ia meminta seluruh bantuan disalurkan berdasarkan data yang terverifikasi dan diperbarui secara berkala melalui koordinasi intensif antarinstansi.

Di sektor kesehatan, 307 dari 309 puskesmas telah kembali beroperasi. Pemerintah diminta memperkuat layanan kesehatan hingga tiga bulan ke depan, khususnya di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara dan Gayo Lues, termasuk layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, pembangunan sekolah darurat di 13 lokasi telah mencapai progres 75 persen. Sekda menginstruksikan agar kebutuhan siswa seperti buku dan seragam segera dipenuhi melalui koordinasi dengan dinas terkait.

Pemerintah Aceh juga menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam satu bulan.

Pemasangan jembatan Bailey diprioritaskan dan ditargetkan rampung pada Juli mendatang. Di sektor pengairan, Irigasi Jambo Aye mulai diuji alir untuk mengairi 7.000 hektare sawah pada akhir Februari 2026 guna menjaga ketahanan pangan.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan, pemerintah akan menggelar operasi pasar.

Sekda turut meminta kebijakan khusus bagi warga terdampak dari Perusahaan Listrik Negara.

Menindaklanjuti peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tentang potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, tim SAR diminta siaga 24 jam serta memperkuat langkah mitigasi bencana.

Pemerintah Aceh juga berencana menyurati PLN pusat untuk mengusulkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak sebagai upaya meringankan beban ekonomi warga menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

image_print

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data...

Beri Komentar

Artikel Terkait