JAKARTA, Infoaceh.net — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk sekitar 20 hari ke depan.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang berpotensi berdampak pada stabilitas pasokan energi global.
“(Cadangan BBM nasional) masih cukup, 20 hari,” ujar Bahlil, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus melakukan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional, terutama dalam menghadapi potensi gangguan distribusi minyak mentah dunia.
Salah satu perhatian utama adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang menjadi jalur vital bagi sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Menurut Bahlil, apabila jalur tersebut terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi juga negara-negara pengimpor minyak seperti Indonesia.
Pasalnya, sebagian pasokan minyak mentah dan BBM Indonesia masih bergantung pada impor.
“Menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran, karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Kami masih melakukan impor sebelum Lebaran,” kata Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golkar.
Momentum menjelang Ramadan dan Idul Fitri biasanya diikuti dengan lonjakan konsumsi energi, baik untuk kebutuhan transportasi maupun distribusi logistik.
Oleh sebab itu, pemerintah memastikan langkah pengamanan pasokan dilakukan lebih awal guna menghindari potensi kelangkaan ataupun gejolak harga di dalam negeri.
Selain menjaga stok, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia.
Saat ini, harga minyak jenis Brent dilaporkan mulai mengalami kenaikan secara bertahap seiring meningkatnya tensi politik dan militer di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak global berpotensi memberikan tekanan terhadap anggaran subsidi energi dan biaya impor nasional.
Kementerian ESDM bersama instansi terkait disebut telah menyiapkan sejumlah skenario mitigasi, termasuk penguatan koordinasi dengan badan usaha penyedia energi dan optimalisasi cadangan strategis nasional.
Pemerintah juga memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.
Bahlil menegaskan pemerintah akan terus memantau situasi global secara intensif dan mengambil langkah cepat serta terukur apabila terjadi eskalasi lebih lanjut yang berdampak signifikan terhadap ketahanan energi nasional.



















