INFOACEH.net
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • In-Depth Report
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup

BREAKING

Sayuti Achmad Ambil Formulir Bakal Calon Ketua PWI Aceh Diwakili Hendro Saky 2 jam lalu
Aceh Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah, AEDF 2026 Siapkan Roadmap Investasi 20 Tahun 14 jam lalu
MK Tak Temukan Ijazah Setara SMA Gibran, Tapi Tidak Bisa Dicopot dari Jabatan Wapres 14 jam lalu
Cut Sitti Kamila, Lulusan UIN Ar-Raniry Juga Selesai Kuliah Bersamaan di USK dan Kuasai Bahasa Korea 15 jam lalu
Direktur KSKK Madrasah Apresiasi Inovasi dan Layanan Inklusif MTsN 1 Banda Aceh 15 jam lalu
Brigjen Mahesa Fitriadi, Putra Aceh Disebut Bakal Jabat Pangdam Iskandar Muda 15 jam lalu
Mahasiswa KPI STAIN Meulaboh Tuntut Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus 17 jam lalu
UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing 18 jam lalu
Bank Aceh Catat Pertumbuhan Positif: DPK Rp27,58 Triliun hingga September 2026 19 jam lalu
Harga Material Melejit, Bantuan Rumah Rusak Berat Korban Bencana Aceh Naik Jadi Rp70 Juta 1 hari lalu
INFOACEH.net
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • In-Depth Report
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
INFOACEH.net
Ekonomi

Keuangan Sosial Syariah Belum Jadi Solusi Hadapi Risiko Bencana

Redaksi
Sabtu, 23 Mei 2026
0
0Poin
Keuangan Sosial Syariah Belum Jadi Solusi Hadapi Risiko Bencana
Keuangan sosial syariah dinilai belum sepenuhnya mampu menjadi solusi konkret dalam menghadapi risiko bencana.
0
Shares
Facebook XPinterestThreadsWhatsApp
TelegramTumblrBlueSkyLinkedin

Banda Aceh, Infoaceh.net — Meski memiliki potensi besar melalui instrumen zakat, infak, sedekah dan wakaf, keuangan sosial syariah dinilai belum sepenuhnya mampu menjadi solusi konkret dalam menghadapi risiko bencana dan krisis ekonomi masyarakat.

Lemahnya integrasi kelembagaan hingga belum optimalnya keterlibatan sektor keuangan syariah menjadi tantangan utama yang masih dihadapi.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Isu tersebut mengemuka dalam webinar internasional yang digelar Program Studi Doktor Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (21/5/2026), yang membahas penguatan ketahanan ekonomi dan perlindungan sosial berbasis Islamic Social Finance (ISF) dalam pembiayaan risiko bencana.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan Perlindungan Sosial melalui Integrasi Islamic Social Finance dalam Pembiayaan Risiko Bencana” itu berlangsung secara hybrid di Theater Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry serta melalui Zoom Meeting.

Webinar menghadirkan akademisi, praktisi industri keuangan syariah, hingga narasumber internasional dari Malaysia.

Hadir sebagai pembicara utama Prof Dr Nilam Sari, Prof Dr Hafas Furqani (Dekan FEBI UIN Ar-Raniry), Vice President and Head of Division Syariah Advisory and Assurance Maybank Indonesia Dr Muhammad Faisal Muchtar, serta akademisi asal Malaysia Dr Zairy Bin Zainol. Diskusi dipandu Dr Hendra Syahputra.

Dalam paparannya, Prof Dr Nilam Sari menegaskan bahwa penguatan Islamic Social Finance harus menjadi perhatian serius, terutama di daerah rawan bencana seperti Aceh.

Menurutnya, potensi besar keuangan sosial Islam selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana secara berkelanjutan.

“Integrasi Islamic Social Finance perlu diperkuat agar mampu membantu pemulihan ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana secara berkelanjutan,” ujar Nilam.

Ia menilai, selama ini pola pemulihan ekonomi korban bencana masih sangat bergantung pada bantuan pemerintah yang umumnya bersifat jangka pendek. Akibatnya, banyak masyarakat terdampak kesulitan membangun kembali stabilitas ekonomi setelah masa tanggap darurat berakhir.

Baca Juga:  BPKS Perkuat Posisi Sabang sebagai Gerbang Maritim IMT-GT pada Business Forum 2026

Menurut Nilam, instrumen seperti zakat, wakaf produktif, serta pembiayaan sosial syariah sebenarnya dapat menjadi penyangga ekonomi masyarakat rentan jika dikelola secara sistematis dan terintegrasi dengan kebijakan mitigasi risiko bencana.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar terletak pada lemahnya koordinasi antar lembaga. Pengelolaan zakat, wakaf, lembaga filantropi Islam, hingga institusi keuangan syariah masih berjalan sendiri-sendiri dan belum terkoneksi dalam sistem perlindungan sosial yang utuh.

“Penguatan ketahanan ekonomi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara lembaga sosial, lembaga keuangan syariah, hingga institusi komersial,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Prof Dr Hafas Furqani yang menyoroti pentingnya sistem manajemen risiko sosial di tengah meningkatnya ancaman krisis ekonomi global dan bencana alam.

Menurut Hafas, ketahanan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan semata, melainkan juga kemampuan negara dan masyarakat menyediakan sistem perlindungan ketika krisis terjadi.

“Ketika ekonomi tumbuh, kita perlu menyiapkan sistem perlindungan sosial dan manajemen risiko. Instrumen keuangan sosial Islam menjadi bagian penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketidakstabilan ekonomi maupun bencana dapat berdampak langsung pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Penurunan pendapatan sering kali berimbas pada akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga ketahanan pangan keluarga.

Karena itu, menurutnya, ekonomi syariah tidak boleh dipahami sebatas transaksi bisnis dan sektor perbankan, tetapi juga harus berfungsi sebagai instrumen perlindungan sosial yang responsif terhadap kondisi darurat.

Dari sektor industri, Dr Muhammad Faisal Muchtar menilai perbankan syariah perlu menunjukkan keberpihakan yang lebih nyata kepada masyarakat terdampak bencana.

“Bank syariah harus hadir dan terlihat signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pembiayaan dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Faisal menjelaskan, sektor keuangan syariah tidak cukup hanya fokus pada pembiayaan konsumtif atau bisnis semata, tetapi juga harus ikut membangun ekosistem ekonomi hijau (green ecosystem) melalui pembiayaan berkelanjutan dan program mitigasi lingkungan.

Baca Juga:  Setoran Awal Rp1.000 Sudah Bisa Punya Rekening BSI, Bebas Biaya Administrasi Bulanan

Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan kontribusi sektor keuangan syariah dalam pembiayaan risiko bencana masih relatif terbatas. Belum banyak skema pembiayaan yang secara khusus dirancang untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Sementara itu, akademisi asal Malaysia, Dr Zairy Bin Zainol, memaparkan pengalaman negaranya dalam membangun sistem Islamic Social Finance berbasis kebencanaan.

Menurut Zairy, Malaysia menghadapi ancaman bencana yang cukup kompleks, mulai dari banjir musiman, tanah longsor hingga badai tropis yang berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi nasional.

“Bencana bukan hanya memberi dampak kepada individu, tetapi juga menyebabkan kerugian besar terhadap ekonomi negara sehingga membutuhkan sistem perlindungan sosial yang kuat,” katanya.

Ia menjelaskan, keberhasilan penguatan perlindungan sosial di Malaysia sangat bergantung pada integrasi pemerintah, lembaga zakat, institusi wakaf, sektor swasta, dan lembaga keuangan agar respons terhadap bencana tidak berjalan parsial.

Dalam sesi diskusi, para narasumber sepakat bahwa penguatan integrasi antar lembaga menjadi pekerjaan rumah besar agar keuangan sosial syariah tidak berhenti sebagai konsep akademik, melainkan benar-benar menjadi solusi nyata menghadapi risiko bencana.

Bagi Aceh, isu ini dinilai sangat relevan. Sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang menghadapi bencana besar, termasuk tsunami 2004, kebutuhan membangun sistem ketahanan ekonomi berbasis komunitas dan nilai-nilai syariah menjadi semakin penting.

Namun pertanyaan kritis tetap muncul: apakah potensi besar keuangan syariah akan benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan nyata, atau kembali berhenti sebagai diskusi di ruang seminar?

Webinar internasional tersebut diikuti mahasiswa, akademisi, dosen, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti pembahasan tentang masa depan ekonomi syariah dalam memperkuat perlindungan sosial berbasis risiko bencana.

image_print
Tags:Belum Jadi SolusiHadapi Risiko BencanaIslamic Social FinanceKeuangan Sosial Syariah
Sebelumnya

Kedutaan Besar Iran Jajaki Kerja Sama Akademik dengan USK

Selanjutnya

Forum Lalu Lintas Aceh Tertibkan Angkutan Ilegal, Mobil Pribadi Dipakai Angkut Penumpang 

Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh
Redaksi

Artikel Terkait

Aceh Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah, AEDF 2026 Siapkan Roadmap Investasi 20 Tahun
Ekonomi

Aceh Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah, AEDF 2026 Siapkan Roadmap…

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Pemerintah Aceh mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi…

Samsuar
Rabu, 7 Oktober 2026
Bank Aceh Catat Pertumbuhan Positif: DPK Rp27,58 Triliun hingga September 2026
Ekonomi

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Positif: DPK Rp27,58 Triliun hingga…

Banda Aceh, Infoaceh.net -- PT Bank Aceh Syariah mencatat pertumbuhan positif pada…

Redaksi
Selasa, 6 Oktober 2026
Kinerja Menguat, BSI Catatkan Laba Rp5,3 Triliun hingga Agustus 2026
Ekonomi

Kinerja Menguat, BSI Catatkan Laba Rp5,3 Triliun hingga Agustus 2026

Jakarta, Infoaceh.net -- PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus melaju kencang dengan…

Redaksi
Senin, 5 Oktober 2026
PGE, BPMA dan Koperasi Keuramat Jaya Teken Kerja Sama Kelola Sumur Minyak Masyarakat di Aceh Utara
Ekonomi

PGE, BPMA dan Koperasi Keuramat Jaya Teken Kerja Sama Kelola Sumur…

JAKARTA, Infoaceh.net — PT Pema Global Energi (PGE) bersama Badan Pengelola Migas Aceh…

Teuku AuliaTeuku Aulia
Sabtu, 3 Oktober 2026
Mahasiswa UTU Kini Bisa Bayar SPP Mudah Lewat Action Mobile Bank Aceh
Ekonomi

Mahasiswa UTU Kini Bisa Bayar SPP Mudah Lewat Action Mobile Bank Aceh

Banda Aceh, Infoaceh.net — Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) kini memiliki kemudahan…

Redaksi
Jumat, 2 Oktober 2026
Pemerintah Terapkan SPP-TDLN, Transaksi Digital Luar Negeri Kini Dipungut PPN
Ekonomi

Pemerintah Terapkan SPP-TDLN, Transaksi Digital Luar Negeri Kini…

Jakarta, Infoaceh.net — Pemerintah mulai menerapkan Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi…

Redaksi
Jumat, 2 Oktober 2026
Bank Aceh Peduli Salurkan Bantuan Tangan Palsu untuk Suhairi di Montasik
Ekonomi

Bank Aceh Peduli Salurkan Bantuan Tangan Palsu untuk Suhairi di…

ACEH BESAR, Infoaceh.net – Bank Aceh Syariah melalui program Bank Aceh Peduli kembali…

Redaksi
Kamis, 1 Oktober 2026
Satgas Sidak Tiga SPBU di Banda Aceh, Ditemukan Indikasi Penyimpangan dan Kendaraan Langsir BBM Subsidi
Ekonomi

Satgas Sidak Tiga SPBU di Banda Aceh, Ditemukan Indikasi Penyimpangan…

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Pengawasan terhadap pendistribusian bahan bakar minyak (BBM)…

Hasrul
Rabu, 30 September 2026
Pedagang Tolak Jalan Teungku Chik Pante Kulu Ditutup untuk Dijadikan Tempat Kuliner
Ekonomi

Pedagang Tolak Jalan Teungku Chik Pante Kulu Ditutup untuk Dijadikan…

BANDA ACEH, Infoaceh.net – Rencana pembangunan dan penataan Jalan Teungku Chik Pante Kulu,…

Teuku AuliaTeuku Aulia
Rabu, 30 September 2026
Wujudkan Pendidikan Inklusif, PLN Aceh Raih Penghargaan Gold ISDA 2026
Ekonomi

Wujudkan Pendidikan Inklusif, PLN Aceh Raih Penghargaan Gold ISDA 2026

Banda Aceh, Infoaceh.net -- PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh meraih prestasi…

Redaksi
Rabu, 30 September 2026
Pemanfaatan Lahan KEK Arun Masih Terkendala, Pemerintah Aceh Cari Solusi
Ekonomi

Pemanfaatan Lahan KEK Arun Masih Terkendala, Pemerintah Aceh Cari…

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Pemerintah Aceh membahas sejumlah persoalan yang berkaitan…

Hasrul
Selasa, 29 September 2026
Mobil Listrik Makin Diminati Anak Muda, Pembiayaan BSI OTO Tumbuh 66 Persen
Ekonomi

Mobil Listrik Makin Diminati Anak Muda, Pembiayaan BSI OTO Tumbuh 66…

Jakarta, Infoaceh.net -- Tren penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV)…

Redaksi
Selasa, 29 September 2026
Load More Posts Loading...No more posts.
In-depth Report
Quran Logo
Qori
Reciter / Qari
Mishary Rashid Alafasy
Hadist Hadist

Memuat Hadist...

KITAB: -- NOMOR: --
Harian Aceh
LIVE CUACA & GEMPA
Menghubungkan BMKG...
INFO GEMPA BMKG
Magnitudo 4.0 Skala Richter
Kedalaman 16 Kilometer
Pusat gempa berada di laut 13 km Timur Manokwari 07 Okt 2026 | 12:44:23 WIB
Logo Ulama Aceh

POPULER

Brigjen Mahesa Fitriadi, Putra Aceh Disebut Bakal Jabat Pangdam Iskandar Muda

Brigjen Mahesa Fitriadi, Putra Aceh Disebut Bakal Jabat Pangdam Iskandar…

06/10/2026 - 23:37 WIB
1
Putra Aceh Utara Khaidir Abdurrahman Terpilih Jadi Anggota BPK RI 2026–2031

Putra Aceh Utara Khaidir Abdurrahman Terpilih Jadi Anggota BPK RI 2026–2031

05/10/2026 - 22:02 WIB
Setelah Dicopot, Mualem Kembali Tunjuk T. Aznal Zahri sebagai Kadis Pertanahan Aceh

Setelah Dicopot, Mualem Kembali Tunjuk T. Aznal Zahri sebagai Kadis…

05/10/2026 - 23:55 WIB
Bank Aceh Catat Pertumbuhan Positif: DPK Rp27,58 Triliun hingga September 2026

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Positif: DPK Rp27,58 Triliun hingga September…

06/10/2026 - 19:45 WIB
Kasdam Iskandar Muda Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Blang Padang

Kasdam Iskandar Muda Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Blang Padang

05/10/2026 - 19:23 WIB
INFOACEH.net
© 2020 - 2026 PT. INFO ACEH NET
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
INFOACEH.net
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • In-Depth Report
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
© 2020 - 2026 PT. INFO ACEH NET
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia

Login

Selamat Datang, Sedang login ke akun kamu.

Forget password?

Daftar

Welcome, Create your new account

You have an account? Go to Sign In

Recover your password.

A password will be e-mailed to you.

Go to Sign In