Pendidikan

Tak Lagi Jalan Kaki, Mahasiswa Disabilitas UIN Ar-Raniry Penghafal 30 Juz Terima Motor Roda Tiga

BANDA ACEH, Infoaceh.net — Senyum haru terpancar dari wajah Hikma Indrawani, mahasiswa penyandang disabilitas daksa UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Setelah selama ini harus berjalan kaki dan sesekali mengandalkan tumpangan untuk menuju kampus, kini ia memiliki kendaraan sendiri untuk menunjang aktivitas perkuliahannya.

Hikma menerima sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi sesuai dengan kondisi fisiknya dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

ADVERTISMENT
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Kendaraan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg dalam rangkaian Wisuda Gelombang III Tahun 2026 di Auditorium Prof. Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Kamis (8/10/2026).

Bantuan kendaraan tersebut disalurkan melalui Islamic Trust Fund (ITF) UIN Ar-Raniry. Dana pengadaan kendaraan dihimpun dari para dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, serta masyarakat di luar kampus.

Motor roda tiga tersebut secara khusus dimodifikasi agar dapat digunakan Hikma dengan lebih aman dan nyaman sesuai kebutuhan serta kondisi fisiknya.

Bagi Hikma, bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan. Motor itu menjadi sarana penting untuk membuatnya lebih mandiri dalam menjalani aktivitas sebagai mahasiswa.

Sebelumnya, Hikma harus berjalan kaki menuju kampus. Agar dapat tiba tepat waktu mengikuti perkuliahan, ia bahkan harus berangkat sekitar 30 hingga 40 menit lebih awal.

Dalam kondisi tertentu, ia juga mengandalkan kebaikan orang lain yang memberikan tumpangan.

“Alhamdulillah, terkadang Allah mengirimkan orang-orang baik yang memberikan tumpangan,” ujar Hikma.

Kini, rutinitas tersebut berubah. Dengan kendaraan yang diterimanya, Hikma dapat berangkat ke kampus dengan lebih mudah tanpa harus selalu bergantung kepada orang lain.

“Alhamdulillah, dengan motor ini saya bisa lebih mudah ke kampus, membeli keperluan, dan beraktivitas, baik di dalam maupun di luar kampus. Jarak bukan lagi penghalang bagi saya untuk terus berkembang,” katanya.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman mengatakan pemberian kendaraan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus untuk memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan dan dukungan yang setara dalam menempuh pendidikan.

“Kami ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menyelesaikan pendidikannya,” kata Mujiburrahman.

Baca Juga:  UIN Ar-Raniry Peringati Milad ke-63 dengan Zikir dan Doa Bersama 

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menyediakan layanan pendidikan. Kampus juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang dapat diakses secara setara oleh seluruh mahasiswa.

Hal tersebut termasuk memberikan perhatian terhadap mahasiswa penyandang disabilitas yang memiliki kebutuhan khusus dalam menjalankan aktivitas akademik.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama. Bantuan ini tidak hanya berasal dari kampus, tetapi juga dari para dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, dan masyarakat yang ikut memberikan sumbangan,” ujarnya.

Mujiburrahman berharap kendaraan tersebut dapat membantu Hikma menjalani perkuliahan dan berbagai kegiatan akademik secara lebih mandiri.

Ia juga berharap dukungan terhadap mahasiswa disabilitas dapat terus dikembangkan sehingga keterbatasan mobilitas tidak menjadi hambatan dalam memperoleh pendidikan.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry sekaligus Ketua ITF, Prof Dr M Yasir Yusuf MA mengatakan kampus memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa penyandang disabilitas.

Saat ini terdapat 22 mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang menempuh pendidikan di UIN Ar-Raniry.

Mereka mendapatkan dukungan dalam berbagai bentuk, termasuk akses terhadap beasiswa melalui ITF. “UIN Ar-Raniry harus bisa diakses oleh semua kalangan,” kata Yasir.

Menurutnya, keberpihakan terhadap mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai program sosial yang membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupannya.

Sepanjang 2023 hingga 2025, ITF UIN Ar-Raniry telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 6.000 mahasiswa dengan nilai mencapai sekitar Rp7 miliar.

Bantuan tersebut disalurkan melalui berbagai program, mulai dari bantuan pendidikan, beasiswa tahfiz, beasiswa disabilitas, beasiswa prestasi, bantuan sosial, bantuan syiar dakwah, program pembinaan, bantuan tanggap bencana, hingga beasiswa internasional.

Pemberian motor roda tiga kepada Hikma menjadi salah satu bentuk nyata dukungan tersebut.

Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an 30 Juz

Hikma merupakan mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota dan Kakankemenag Sambut Siswi MTsN 1 Banda Aceh Peraih Medali Perak OPSI Nasional

Di tengah keterbatasan fisiknya, Hikma tetap menunjukkan semangat dalam menempuh pendidikan. Ia juga tercatat sebagai penghafal Al-Qur’an 30 juz.

Perjuangannya menuju kampus selama ini tidak mudah. Ia harus berjalan kaki dan mengatur waktu keberangkatan agar tidak terlambat mengikuti perkuliahan.

Kondisi tersebut tidak membuat Hikma menyerah. Sebaliknya, ia terus berusaha menjalani pendidikan dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Kini, dengan kendaraan yang diberikan UIN Ar-Raniry, aktivitasnya diharapkan menjadi lebih mudah.

Ia dapat menggunakan kendaraan tersebut untuk pergi mengikuti perkuliahan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta menjalankan kegiatan lainnya tanpa harus terlalu bergantung kepada orang lain.

Hikma mengaku terharu sekaligus bersyukur atas bantuan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Ar-Raniry, pengurus ITF, para dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, serta para muhsinin yang telah ikut membantu mewujudkan keinginannya memiliki kendaraan sendiri.

Di balik keterbatasan fisiknya, Hikma menyimpan cita-cita besar. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia ingin mengabdikan diri kepada masyarakat dan memberikan manfaat kepada orang lain.

“Setelah menyelesaikan kuliah, saya ingin mengabdi untuk masyarakat dan memberikan manfaat kepada sesama. Motto hidup saya, berkasih sayang menebar manfaat,” ujarnya.

Ia berharap perhatian terhadap mahasiswa penyandang disabilitas di UIN Ar-Raniry dapat terus berlanjut. Menurutnya, dukungan yang diberikan kampus bukan hanya membantu dari sisi mobilitas, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri untuk terus mengejar cita-cita.

Hikma juga menyampaikan pesan kepada sesama penyandang disabilitas agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berkembang.

“Kita bukan kekurangan, tetapi istimewa. Tidak ada manusia yang sempurna. Jadikan ketidaksempurnaan itu menjadi keunggulan diri dan buktikan bahwa kita bisa seperti mereka, bahkan mungkin lebih,” kata Hikma.

Bantuan kendaraan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pendidikan yang inklusif. Bagi Hikma, roda kendaraan yang kini membawanya menuju kampus bukan hanya mengurangi jarak, tetapi juga membuka jalan lebih luas untuk belajar, mandiri, dan mewujudkan cita-citanya mengabdi kepada masyarakat.

image_print
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Beri Komentar

Artikel Terkait