INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Aceh

Aminullah Tidak Khawatir Protes Warga Terkait IPAL

Last updated: Kamis, 1 April 2021 23:39 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman
SHARE

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menjelaskan bagaimana mekanisme dan keterlibatan Pemko dalam proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pada Focus Group Discussion (FGD) yang digagas mahasiswa Gerakan Aneuk Sadar Sejarah (GASS)

Bertempat di Café Nanggroe kawasan Batoh, Lueng Bata, pada Rabu malam (31/3), kegiatan itu dihadiri puluhan peserta didominasi mahasiswa, warga kota dan para aktivis bidang terkait.

Korban Meninggal Banjir di Aceh Bertambah Jadi 75 Orang

Selain Aminullah, GASS juga menghadirkan Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Teuku Arief Khalifa, Arkeolog Aceh Dr Husaini Ibrahim MSi dan bagian Civil Sosiety Mulizar SPd MPd. Acara dipandu Ilham Rizky Maulana, mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Ar Raniry.

- ADVERTISEMENT -

Hadir pula Kadis PUPR Jalaluddin, Kadis PendIdikan dan Kebudayaan Saminan, Kadis Pariwisata Iskandar, Kabag Pembangunan Ambia serta Kabag Prokopim (Humas) Said Fauzan.

Aminullah mengungkapkan, ada itikad baik dari Pemerintah Kota untuk melestarikan peninggalan sejarah yang ada di Banda Aceh.

- ADVERTISEMENT -
Aceh Tengah Kritis: Bantuan Belum Bisa Masuk, BBM Habis, 9 Kecamatan Terisolir

Katanya, sejak ia dilantik jadi wali kota bersama wakilnya Zainal Arifin pertengahan 2017, dirinya yang pertama menghentikan sementara proyek pengolahan limbah tersebut, dan meminta dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penemuan benda bersejarah di kawasan Gampong Pande.

“Saya turut mengapresiasi upaya baik adik-adik mahasiswa yang mau duduk berdiskusi langsung membahas polemik yang tengah bergulir saat ini,” ujar Aminullah.

Aminullah menyebutkan, ia telah meneken surat minat penyelamatan situs sejarah dengan pihak pusat, melalui Dinas PUPR juga sudah ada master plan apabila proyek ini berminat dilanjutkan.

Bantuan Medis dan Tim Dokter dari Malaysia Mendarat di Aceh

“Sampai hari ini tidak ada hal yang saya khawatirkan dari protes warga terkait IPAL, saya menyambut baik hal itu. Warga yang sadar dan peduli akan sejarah itu yang kita harapkan,” ujarnya.

- ADVERTISEMENT -

Sementara Ketua Komisi III DPRK Teuku Arief Khalifah mengutarakan terkait IPAL selama ini, warga dan pemerintah hanya miss komunikasi saja.

“Niat Pak Wali sangat ingin melindungi sejarah. Kita harus pahami dulu apa itu IPAL, turun ke lokasi dan lihat langsung. Jika ada pihak yang mengatakan di sana kita bangun proyek pembuangan tinja, itu salah besar karena IPAL itu mengolah limbah jadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan lagi. Yang keluar nanti air yang bahkan bisa untuk cuci muka. Jadi ayo kita bahas dengan data secara sehat,” katanya.

Master of Engineering alumni University of Adelaide, Australia ini juga menjelaskan bagaimana proses kerja dari IPAL itu sendiri.

“IPAL adalah sistem pengolahan air limbah. Masuk berupa tinja, ada sekat bakteri dan berupa air kotor dan di kompartemen ke tiga itu berupa air kotor, dan ke empat itu sudah jadi air bersih yang bisa kita cuci muka malahan. IPAL bukan septic tank,” jelas mantan konsultan sanitasi Kementerian PUPR ini.

“IPAL ini lingkungannya hanya 3 hektar, bangunannya 3000 meter. Penemuan enam nisan ‘bersejarah’ juga telah dipindahkan sesuai dengan syariat Islam,” imbuhnya lagi.

Ketua Yayasan Warisan Aceh Nusantara (WANSA) Dr Husaini Ibrahim MA juga menjelaskan teknis penelitian IPAL di Gampong Jawa. WANSA melakukan pemetaan zonasi terhadap situs-situs bersejarah yang terdapat d Gampong Pande dan Gampong Jawa.

“Untuk menggali data arkeologi ada beberapa sistem yang diterapkan. Pertama itu survey lapangan, kemudian survey bawah tanah dan ada juga survey bawah air. Kita menggunakan alat sederhana dan juga modern,” ungkapnya.

Mewakili Civil Sosiety, Mulizar juga mengatakan hal yang sama. “Yang jelas kacamata kami aktivis, yaitu mendatangkan uang dari pusat ke Banda Aceh ini tidak mudah. Mempercantik Banda Aceh ini tidak mudah dan memerlukan dana yang besar. Kita harus dewasa menyikapi polemik ini,” ungkapnya.

GASS juga akhirnya mendukung upaya pembangunan tersebut. Namun, dalam hal ini mahasiswa sadar sejarah ini akan mengambil langkah membantu pemko dalam menyosialisasikan IPAL terlebih dahulu kepada masyarakat, sebut Ilham Rizky selaku moderator.

“Malam ini kita tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kita dukung upaya pemerintah agar dapat dilanjutkan, sepanjang itu tidak mengganggu situs cagar budaya,” katanya. (IA)

Previous Article Kejari Aceh Tenggara Tingkatkan ke Penyidikan Dugaan Korupsi di UGL Kutacane
Next Article Usai Serangan Teroris di Makassar dan Jakarta, TNI Tingkatkan Pengamanan

Populer

Siapa Andini Permata Videonya Berdurasi 2 Menit 31 Detik Bareng Adiknya Viral di Medsos
Umum
Siapa Andini Permata? Sosok Fiktif di Balik Video 2 Menit 31 Detik yang Jadi Umpan Penipuan Digital
Jumat, 11 Juli 2025
Aceh
Koalisi Sipil Aceh Desak Presiden Tetapkan Darurat Bencana Nasional Banjir Sumatera 
Minggu, 30 November 2025
Aceh
Bantuan Medis dan Tim Dokter dari Malaysia Mendarat di Aceh
Minggu, 30 November 2025
Aceh
Aceh Tengah Kritis: Bantuan Belum Bisa Masuk, BBM Habis, 9 Kecamatan Terisolir
Minggu, 30 November 2025
Aceh
Banjir Rendam Gampong Tibang Pidie, Warga Mengungsi ke Badan Jalan Negara
Kamis, 27 November 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow
IKLAN HARI PAHLAWAN PEMKO
IKLAN PEMKO SABANG SUMPAH PEMUDA
IKLAN BANK ACEH HARI SANTRI
IKLAN DJP OKTOBER 2025

Berita Lainnya

Personel Satuan Brimob Polda Aceh berjalan kaki tembus desa terisolir di tengah banjir besar yang merendam Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. (Foto: Ist)
Aceh

Brimob Polda Aceh Jalan Kaki Tembus Desa Terisolir Pidie Jaya: Salurkan Logistik, Evakuasi Lansia Sakit

Minggu, 30 November 2025
Aceh

Seekor Gajah Ditemukan Mati Terseret Arus, Tertimbun Material Banjir di Pidie Jaya

Sabtu, 29 November 2025
Aceh

Istri Gubernur Aceh Dua Hari Terjebak Banjir di Aceh Utara

Sabtu, 29 November 2025
Aceh

Korban Meninggal Banjir Aceh Bertambah Jadi 35 Orang

Sabtu, 29 November 2025
Aceh

PLN Diminta Segera Bangun PLTG Ladong Perkuat Sistem Kelistrikan Banda Aceh

Sabtu, 29 November 2025
Santri Dayah Mudi Mesra Samalanga yang hilang terseret banjir akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya, Jum'at (28/11). (Foto: Ist)
Aceh

Santri Dayah Mudi Mesra Hanyut Akibat Banjir Ditemukan Meninggal di Pidie Jaya

Jumat, 28 November 2025
Helikopter Polri saat ini telah berada di Riau dan akan segera diterbangkan ke Aceh untuk membantu penanggulangan banjir. (Foto: Ist)
Aceh

Helikopter Polri Didatangkan ke Aceh Bantu Penanggulangan Banjir

Jumat, 28 November 2025
Aceh

Data Sementara: 32 Orang Meninggal Dunia Korban Banjir dan Longsor Aceh

Jumat, 28 November 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2025 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?