Syariah

Salat Tarawih Malam Pertama Ramadan, Masjid di Aceh Penuh Hingga Ke Halaman

Banda Aceh — Mengawali pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1442 Hij­­ri­ah/2021 Masehi, umat Islam di Provinsi Aceh mulai me­­laksanakan salat Tarawih dan Witir pada malam per­ta­ma secara berjamaah, Senin (12/4) malam usai salat Isya.

Untuk salat Tarawih malam pertama tersebut, jutaan umat muslim di dae­rah berjuluk Serambi Mekkah itu dilaporkan memadati masjid dan meunasah (musala) sebelum memulai ibadah pu­asa 1 Ramadan, Selasa (13/4) hari ini, seperti ditetapkan pemerintah melalui Menteri Agama.

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Kondisi pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga reda tidak menyurutkan semangat masyarakat muslim Aceh melaksanakan salat tarawih di masjid-masjid terdekat.

Di Aceh, sejumlah masjid tampak bersih dan menghias di­ri untuk me­nyambut Ramadan dan pelak­sa­na­an salat Tara­wih, tadarus, dan iba­dah lainnya. Seluruh rumah ibadah umat Islam baik di desa, kecamatan maupun kabupaten/kota hingga ibukota provinsi, dilaporkan penuh jamaah hingga ke halaman luar karena tidak tertampung lagi di dalam.

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Antusiasnya masyarakat Aceh menyambut bulan suci Ra­madan dengan perasaan sukacita, sudah ter­lihat usai salat Mag­rib. Orang de­wasa dan anak-anak terlihat berbon­dong-bondong menuju masjid dan meunasah terdekat untuk­ melak­sanakan salat Tarawih.

Seperti terlihat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, jemaah salat Tarawih mencapai ribuan orang,­ baik di dalam maupun halaman masjid yang di halamannya telah di­pa­sang 12 payung elektrik ala Masjid Nabawi, Madinah.

Masjid kebanggaan masyarakat Aceh yang mampu me­nam­pung sekitar 24.000 jemaah itu, sudah lebih awal menyi­ap­kan diri menyambut da­tangnya bulan suci Ramadan.

Salat Isya dan Tarawih perdana bulan suci Ramadan 1442 H di Mas­jid Raya Baiturrahman Banda Aceh tidak hanya di­padati masya­rakat biasa, tapi sejumlah pejabat teras pro­vinsi maupun Pemko Banda Aceh terlihat berbaur bersama di saf terde­pan. Akibat membludak­nya jemaah, tak sedikit jemaah harus mengatur saf di luar masjid. Jamaah yang tidak muat di dalam, salat di halaman masjid.

Tak hanya di Masjid Raya Baiturrahman, pada sejumlah masjid lainnya di Kota Banda Aceh seperti Mas­jid Agung Al-Makmur Lampriet, Masjid Jamik Bai­turrahim Ulee Lheue, Masjid Al-Muttaqien Peunayong, Masjid Baitul Musyahadah Seutui, Masjid Baitus Shalihin Ulee Kareng, Masjid Darul Falah Gampong Pineung, Masjid Al-Huda Kampung Laksana, Masjid Lueng Bata, Masjid Al-Furqan Beurawe,dan Masjid Baitul Mukminin Lamteh, juga terlihat penuh sesak jamaah hingga pukul 22.00 WIB.

Kebanyakan warga menunaikan salat Tarawih delapan ra­kaat tambah Witir, sedangkan lainnya 23 rakaat tambah Witir tanpa ada perdebatan.

Akibatnya, suasana sepi menyelimuti wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sekitarnya karena akti­vitas perdagangan terhenti total. Toko-toko di ibukota Provinsi Aceh itu ada yang tutup sejak Magrib. (IA)

Artikel Terkait