Umum

Imigran Rohingya Terdampar di Bireuen Dikarantina di BLK Lhokseumawe

BIREUEN — Sebanyak 114 Imigran Rohingya yang terdampar di perairan Aceh, tepatnya di Pantai Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Bireuen, Ahad (6/3) nantinya akan dikarantina di penampungan Shelter BLK, Desa Menasah Mee Kandang, Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Keputusan itu berdasarkan hasil koordinasi Bupati Bireuen Muzakkar A Gani dengan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya.

ADVERTISEMENT
Bank Aceh Syariah Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Namun, Suaidi Yahya mengisyaratkan seluruh Imigran Rohingya harus sudah vaksin dan rapid antigen.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto membenarkan bahwa Pemko Lhokseumawe bersedia menampung Imigran Rohingya dan akan dikarantina di BLK dengan syarat sudah vaksin dan rapid antigen.

ADVERTISEMENT
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan Pimpinan DPRK Sabang

Saat ini, kata Eko, seluruh Imigran Rohingya masih menjalani tes rapid antigen dan melakukan vaksinasi dipenampungan sementara di Meunasah Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Bireuen.

“Mereka masih vaksin dan tes rapid antigen. Kalau sudah selesai, berita acaranya beserta para Imigran Rohingnya akan digeser ke BLK Lhokseumawe,” ujar Eko, Senin (7/3).

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal boat kayu yang berisi 114 imigran pengungsi Rohingya yang terdiri atas 58 laki-laki, 21 perempuan, dan 35 anak-anak terdampar di perairan Aceh, tepatnya di Pantai Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Bireuen, Ahad (6/3).

Sementara ini, para Imigran pencari suaka tersebut diamankan pihak Polsek Jangka, TNI AL Peudada, Koramil 07 Jangka, dan perangkat desa ke Meunasah Desa Jangka Alue Buya Pasie untuk didata, menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.

Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja mengatakan, besar kemungkinan masih ada Imigran Rohingya yang terdampar di perairan Aceh yang belum diketahui keberadaannya.

Mike Hardy menyarankan Pemkab Bireuen segera berkoordinasi dengan Dirjen Imigrasi untuk langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

“Kiranya Pemkab Bireuen meminta petunjuk dari Dirjen Imigrasi. Kemudian untuk langkah awal mendirikan tenda penampungan, MCK, dan menyalurkan logistik serta sembako, mengingat para Imigran tersebut kekurangan makanan saat di dalam kapal,” ujar Mike. (IA)

image_print
author avatar
Redaksi
Redaksi INFOACEH.net
Harian Aceh Indonesia
Netizen Harian Aceh

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Orinews Logo

Artikel Terkait