INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Ekonomi

Dana Otsus Berkurang, Keuangan Aceh 2023 Mengkhawatirkan

Last updated: Minggu, 21 Agustus 2022 17:51 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Kantor Gubernur Aceh
SHARE

BANDA ACEH — Provinsi Aceh akan kehilangan dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar hampir Rp 4 triliun pada tahun 2023 karena hanya tersisa sebesar 1 persen dari jumlah Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional, setelah selama 15 tahun menerima 2 persen.

Hal ini juga berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) tahun 2023 yang direncanakan hanya Rp 10,5 triliun lebih atau turun Rp 6 triliun dibanding anggaran belanja tahun 2022 sebesar Rp 16,17 triliun.

198 Destinasi Wisata Aceh Rusak Berat Akibat Banjir-Longsor

Pengamat ekonomi Aceh dari Universitas Syiah Kuala (USK) Dr Rustam Effendi mengatakan, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena akan mengurangi kapasitas fiskal Aceh pada tahun depan.

- ADVERTISEMENT -

“Kondisi ini tentu sangat mngkhawatirkan. Daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi daerah semakin lemah yang pada akhirnya berdampak pula pada terbatasnya peluang kesempatan kerja yang tersedia di daerah dan kian sulitnya upaya untuk mengentaskan kemiskinan,” ujar Rustam Effendi, Ahad (21/8)

Menurutnya, data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Aceh merupakan yang paling rendah pertumbuhannya di Sumatera. Sementara untuk kemiskinan, Aceh juga mendapat peringkat termiskin di pulau Sumatera.

- ADVERTISEMENT -
Bantu Pemulihan, Solusi Bangun Andalas Kerahkan Alat Berat Bersihkan Area Terdampak Banjir

Lalu apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Aceh dalam merespon kondisi anggaran yang terbatas ini?
Rustam Effendi memberikan sejumlah saran.

Pertama, melalukan rasionalisasi program dan proyek (kegiatan) yang diikuti dengan efisiensi anggaran. pos-pos belanja yang selama ini dinilai kurang penting harys dikaji dan dirasionalkan kembali.

Untuk belanja pengadaan barang dan jasa harus dipilah dan dipilih mana yang benar-benar penting dan dibutuhkan saja, yang tidak penting sebaiknya dikesampingkan.

Dunia Usaha Diajak Dukung Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana

Kedua, meski kapasitas fiskal berkurang, namun alokasi untuk belanja modal tetap diberi fokus utama. Nilai anggaran yang dialokasikan untuk belanja modal tetap dipenuhi dan jumlahnya memadainya.

- ADVERTISEMENT -

Belanja modal dikhususkn untuk penunjang dan pengembangan aktivitas ekonomi daerah. Pembangunan infrastruktur, misalnya seperti jalan, irigasi, mesin atau peralatan lainnya harus diutamakan.

Sebaiknya, dalam pos ini untuk pembangunan gedung atau kantor yang tidak mendesak sebaiknya ditunda dulu.

Ketiga, dana bersumber dari pokok pikiran (pokir) dewan yang diusulkan dan dialokasikan untuk anggota legislatif di daerah hendaknya disinkronkan dengan program-kegiatan/sub kegiatan SKPA atau SKPK (di kabupaten/kota).

“Ini penting untuk memberikan kekuatan bagi daerah dalam implementasi program/kegiatan yang dapat mendorong ekonomi daerah provinsi dan kabupaten/kota. Peruntukan untuk pembangunan aspek sosial juga pnting, hanya baiknya dipilih yang benar-benar bermanfaat bagi kesejahtaraan masyarakat,” terang Rustam Effendi.

Keempat, dana desa yang bersumber dari APBN dan nilainya tidak kurang dari Rp 4 triliun dinilai sangat strategis untuk diarahkan penggunaannya oleh tiap gampong.

Untuk itu Pemerintah Aceh dan pemkab-pemko kabupaten/kota harus duduk bersama terkait penggunaan dana desa ini.

Penting diberi arahan kepada seluruh keuchik agar dana desa dialokasikan kepada sektor-sektor yang produktif, sehingga dapat membuka lapangan kerja dan mebantu mengurangi angka kemiskinan.

Dana desa juga dialokasi untuk menambah daftar peserta PKH dan penerima BPNT (bantuan pangan non tunai) spt beras, telur dan lain-lain.

Kelima, dalam situasi anggaran yang terbatas ini sudah saatnya kepala daerah (Pj Gub dan Pj Bupati-Wali Kota) mengevaluasi kembali pos belanja untuk prjalanan dinas pada tiap SKPA/SKPK. Perjalanan hanya ditolerir jika ada hal-hal yang mendesak.

Keenam, Pj Gubernur harus terus berupaya untuk mencari sumber-sumber penerimaan lain, seperti dari sumber DAK (dana alokasi khusus). Berikan tugas kepada seluruh kepala SKPA agar lebih kreatif dalam mencari sumber penerimaan lain.

Untuk calon investor, Pj Gubernur harus mampu mnyediakan “menu” pilihan investasi yang prospektif secara lengkap, termasuk kemudahan bagi calon investor.

Dalam situasi yang amat terbatas ini pemda Provinsi dan pemkab-pemko harus bertindak pro aktif dan bekerja secara lebih sinergis.

Pada saat yang sama usaha-usaha literasi dan promosi untuk membangun citra daerah yang menarik dan ramah untuk investasi di mata calon investor tetap terus diikhtiarkan scara terus menerus. peran media yang ada di daerah juga penting untuk dimanfaatkan.

“Terakhir, pos-pos yang tidak begitu penting seperti pembangunan gedung atau kantor sebaiknya ditunda dulu. Termasuk pembelian kendaraan dinas, tanah, baiknya dipertimbangkan lagi,” pungkasnya. (IA)

Previous Article Satreskrim Polres Pidie mengamankan seorang ayah berinisial M (44), warga Baktiya, Kabupaten Aceh Utara tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur di Pidie Cabuli Anak Kandung di Bawah Umur, Ayah Asal Aceh Utara Diamankan Polres Pidie
Next Article Polisi Tangkap Agen Chip Higgs Domino dan Bandar Judi Togel di Aceh Tengah

Populer

Aceh
Soal Status Bencana Nasional, Sekda Aceh Jelaskan Prosedurnya ke Mahasiswa
Rabu, 14 Januari 2026
Hukum
Kardono Ditunjuk Jadi Kajari Aceh Barat Daya
Selasa, 13 Januari 2026
Umum
Tanah Amblas Hampir Sentuh Badan Jalan, Pemkab Aceh Tengah Buka Akses Alternatif 
Rabu, 14 Januari 2026
Pendidikan
UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Universitas Songkla Thailand
Rabu, 14 Januari 2026
Umum
Gedung Pendidikan Bahasa Arab LIPIA Dibangun di Gani, Pemkab Aceh Besar Siap Dukung
Selasa, 7 Oktober 2025

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Kantor Wali Kota Langsa. (Foto: Ist)
Ekonomi

Pemerintah Aceh Tolak Evaluasi APBK Langsa 2026, Anggaran Dinilai Tak Sesuai Aturan

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

PLN Aceh Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Prioritaskan Keselamatan Kerja

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

Tak Bisa Andalkan APBA, Pemerintah Aceh Minta Dukungan Semua Pihak Pulihkan Ekonomi Pascabencana

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

TKDN Hulu Migas Aceh Tembus 68,71 Persen, BPMA Lampaui Target Nasional 2025

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

22 Ribu Hektare Tambak dan Sawah di Aceh Utara Rusak Parah Akibat Banjir Bandang

Minggu, 11 Januari 2026
Ekonomi

Telkomsel Raup Untung di Tengah Bencana Aceh  

Sabtu, 10 Januari 2026
Ekonomi

Dana TKD Aceh Rp1,7 Triliun Dikembalikan, Dek Fad Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo

Sabtu, 10 Januari 2026
Ekonomi

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Aceh ​

Sabtu, 10 Januari 2026
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?