SIGLI– Nazir Adam kembali terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh periode 2022-2026.
Nazir Adam terpilih secara aklamasi dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua Asprov PSSI Aceh di Hotel Grand Blang Asan Kota Sigli, Senin (10/10).
Selain memilih Ketua Umum Asprov, forum Kongres tersebut juga memilih Irfansyah Anggota DPR Aceh sebagai Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Aceh periode 2022-2026.
Sementara untuk posisi Exco PSSI Aceh terpilih Mustafa, Hasbi, Muzakir, Muslim, Saifuddin Muhammad, Mansur M Yahya dan T Dedi Iskandar.
Kongres Biasa Pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Exco PSSI Aceh tahun 2022 dibuka oleh Sekretaris Jenderal PSSI Pusat Yunus Nusi di Hotel Grand Blang Asan Kota Sigli, Senin (10/10).
Sekjen PSSI Yunus Nusi melalui zoom meeting menyebutkan tragedi Kanjuruhan Malang menjadi hikmah paling besar dalam pengelolaan sepak bola di negeri ini.
“Di tengah berduka kita harus bangkit bersama, sepak bola bukan hanya ajang prestasi namun harus jadi alat pemersatu dan ajang silaturahmi. Jauhkan diri dari intrik dan kerusuhan, mari kita menyiapkan panggung untuk suporter yang datang tanpa ada niat yang tidak baik ke stadion,” ujarnya seperti dilansir dari Rakyat Aceh.
“Kita sangat sayangkan ada pihak-pihak menjadikan tragedi Kanjuruhan Malang untuk kepentigan politik, menjatuhkan Ketua Umum PSSI Pusat. Kita tetap yakin masalah yang kita hadapi ini dapat kita cari solusi. Dan kedepan kita lebih waspada dalam pengelolaan sepak bola,” terangnya.
Ia berharap momentum Kongres PSSI Aceh ini agar dimanfaatkan oleh kawan-kawan di Aceh, untuk mempersiapkan tuan rumah dan tim yang baik untuk menghadapi PON Aceh mendatang.
Ketua Asprov PSSI Aceh Nazir Adam menyampaikan terima kasih atas kepercayaan voter yang telah memilih dan memberi dukungan, sehingga terpilih kembali sebagai Ketua Umum Asprov PSSI Aceh.
“Dan mari kita bahu membahu membangun sepak bola Aceh, ada tantangan terberat yang kita hadapi ke depan, yaitu meraih medali emas pada PON 2024 mendatang. Mari kita siapkan diri menyongsong PON 2024 dengan membangun tim yang solid,” ujar Nazir Adam.
Nazir Adam mengatakan, persiapan kongres ini begitu cepat, walaupun ada sedikit dinamika di luar. Namun tidak menjadi kendala yang serius.
Dari 51 voter Asprov PSSI Aceh yang datang menyerahkan 47 voter dan hanya 4 voter yang tidak hadir dan menyerahkan mandat.
Kadispora Aceh Dedy Yuswadi AP menyebutkan PSSI memiliki peran penting dalam masyarakat, sepak bola bukan hanya olah raga namun lebih silaturrahmi.
Dan PON Aceh Sumut harus menjadi momentum kebangkitan sepak bola Aceh. “Kita menjadi tuan rumah yang baik, namun juga harus sukses prestasi,” ujar Dedy.
Sementara Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak menilai roda organisasi PSSI Aceh berjalan dengan baik.
KONI meminta kongres berjalan dengan baik, hal ini karena pemilihan Asprov ini menjadi momentum PON 2024 mendatang.
“Karena kita ketahui cabang sepak bola akan dipertandingkan di Aceh. Dan mari kita kawal pelaksanaan PON tersebut secara ketat,” harapnya.
Abu Razak menyebutkan, pada PON Papua, Aceh sepak bola Aceh berada di runner-up, maka di PON Aceh, sebagai tuan rumah harus jadi juara. (IA)



















