INFOACEH.netINFOACEH.netINFOACEH.net
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Dunia
  • Umum
  • Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Gaya Hidup
Cari Berita
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Font ResizerAa
Font ResizerAa
INFOACEH.netINFOACEH.net
Cari Berita
  • Beranda
  • Aceh
  • Nasional
  • Luar Negeri
  • Umum
  • Biografi Ulama Aceh
  • Syariah
  • Politik
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Hukum
  • Kesehatan & Gaya Hidup
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Rights Reserved.
Syariah

Surat Al-Fatihah Ayat 3: Dominasi Rahmat Allah Di Atas Ketentuan dan Amarah-Nya

Last updated: Jumat, 3 Juli 2020 08:59 WIB
By Redaksi - Wartawati Infoaceh.net
Share
Lama Bacaan 5 Menit
Dr. H. Mizaj Iskandar Usman, Lc LL.M*
SHARE

Oleh: Ustadz Dr. H. Mizaj Iskandar Usman, Lc LL.M*

Dalam literatur tasawuf sifat dan nama Allah selalu dibagi ke dalam dua kategori. Sifat jamāl dan sifat jalāl. Sifat jamāl merupakan representasi dari sifat-sifat feminimitas yang melekat pada Allah, seperti raḥman (pengasih), raḥīm (penyayang), laṭīf (lembut), ghafār (pengampun) dan lain sebagainya.

Kemenag Pastikan Tempat Ibadah Terdampak Banjir di Aceh Pulih Sebelum Ramadan

Sebaliknya sifat jalāl merupakan pengejawantahan dari karakter maskulinitas Allah, seperti sifat mālik (penguasa), jabbār (diktator), dayān (pembalas), muntaqim (pendendam) dan seterusnya.

- ADVERTISEMENT -

Perlu dicatat, Allah bukanlah zat yang mengenal gender seperti manusia. Allah bukanlah seorang laki-laki dan juga bukan perempuan. Ayat-ayat seperti laisa kamitslihi syai’un (tiada serupa dengan-Nya) dan lam yakun lahu kufuwan aḥad (tiada sebanding dengan-Nya) cukup tegas melarang kita punya pikiran mujassimah (Anthropomorphism).

Namun kategori ini dibutuhkan dalam rangka memudahkan penjelasan karakter dari masing-masing sifat Allah.

- ADVERTISEMENT -
Dinas Pendidikan Dayah Aceh Salurkan Bantuan untuk Dayah Thalibul Huda yang Terbakar

Mulai ayat pertama hingga ayat ketiga surat al-Fātiḥah, Allah memperkenalkan sifat jamāl yang sangat dominan dalam diri-Nya. Pada ayat pertama, dalam basmalah terdapat dua penyebutan sifat jamāl, yaitu al-raḥman dan al-raḥīm yang diulang kembali pada ayat ketiga. Pada awal ayat kedua, Allah memperkenalkan dirinya sebagai zat yang senang dipuji, tercermin dari penggunaan kata taḥmīd.

Sehari-hari, perempuan (feminim) tentu lebih senang dipuji dari pada laki-laki (maskulin). Sedangkan pada akhir ayat kedua, Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai rabbul ‘ālamīn, pencipta, pelindung, pengayom semesta alam. Sifat-sifat yang identik dengan feminimitas.

Abū Ṭālib al-Makkī dalam kitab Qūtul Qulūb menjelaskan bahwa ekspresi feminimitas pada awal surat al-Fātiḥah menyiratkan hubungan persuasif antara Allah dengan manusia dalam kehidupan dunia. Apa pun kesalahan dan dosa yang diperbuat manusia, selama hayat masih dikandung badan, pasti diampuni jika manusia itu bertaubat.

Menjaga Lingkungan Bernilai Ibadah dan Amal Saleh, Bagian dari Ketakwaan Seorang Muslim

Sebaliknya ekspresi maskulinitas Allah pada ayat keempat dan seterusnya menunjukkan hubungan rigid antara Allah dengan manusia dalam kehidupan akhirat. Sebesar apapun penyesalan manusia tiada gunanya. Saat itu Allah memposisikan dirinya sebagai zat yang didominasi dengan sifat jalāl seperti muntaqim, dayān dan seterusnya. Ini seperti yang digambarkan sendiri oleh Allah dalam Surat al-Mu’minūn ayat 99-100.

- ADVERTISEMENT -

Pengulangan penyebutan sifat raḥman dan raḥīm pada ayat ketiga merupakan penegasan dari Allah betapa luasnya kedua sifat Allah ini dibandingkan sifat-sifatnya yang lain.

Dalam Surat al-A‘rāf ayat 156 Allah menyebut wa raḥmatī wasi‘at kulla syai’in (rahmt-Ku mendominasi segalanya). Saking dominannya sifat ini, Allah menegur Ibrahim yang mengkhususkan rahmat Allah bagi orang beriman saja.

Peristiwa ini dikisahkan Allah dalam Surat al-Baqarah ayat 126. Dalam ayat tersebut diceritakan, Ibrahim berdoa kepada Allah agar Mekkah dijadikan negeri yang aman sentosa. Ia juga meminta Allah senantiasa mencurahkan rezeki bagi penduduk Mekkah yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Bagian terakhir doa Ibrahim ini mendapatkan koreksian dari Allah. Allah berkata qāla waman kafara faumatti‘uhu qalīlān tsumma aḍẓarruhu ilā ‘adzābinnār (Allah berfirman: bahkan orang kafir pun akan Aku limpahkan karunia-Ku kepada mereka selama di dunia, namun di akhirat mereka akan mendapat azab neraka).

Dalam kitab Tadzkiratul Awliyā’, Syaikh Fariduddin al-‘Aṭṭār mengisahkan wanita mandul yang mendatangi Nabi Musa AS. Perempuan itu punya hajat yang ingin disampaikan. “Wahai Nabi, sampaikan kepada Allah, bahwa aku menginginkan seorang keterunan”.

Sejurus kemudian, Nabi yang bergelar kalīmullāh (teman bicara Allah) ini bermunajat kepada Allah. Munajatnya Musa dijawab Allah, “Hei Musa, Aku telah menentukan perempuan yang medatangimu itu sebagai wanita ‘aqīm (mandul). Maka Musa menyampaikan hal itu kepada si wanita.

Selang beberapa waktu Musa mendapati wanita itu menggendong seorang bayi. “Anak siapakah itu?”, tanya Musa penasaran. “Ini anakku”, jawab perempuan itu. Musa menyergah, “Bukankah Allah telah menentukanmu sebagai wanita mandul?”. “Benar”, jawab perempuan tadi, “Tapi aku tetap meminta kepada-Nya dan kusebut Dia Ya Raḥmān, Yā Raḥīm”.

Lalu, Musa pun bertanya kepada Allah: “Bukankah telah Kau tentukan wanita itu sebagai wanita mandul, tetapi kenapa ia bisa memiliki anak?”. Allah pun menjawab: “Benar yang kau katakan Musa, terlepas dari ketentuan-Ku, perempuan itu selalu memanggil-Ku dengan Yā Raḥman, Yā Raḥīm. Maka kuberikan apa yang dia minta. Sebab kasih sayang-Ku menguasai ketentuan-Ku”.

Dalam Ṣaḥiḥ al-Bukhārī juga diceritakan kisah serupa. Saat Allah menerima taubatnya Adam, dan Adam saat itu menyebut-nyebut Yā Raḥmān, Yā Raḥīm. Lalu Allah bertanya kepada Adam, “Hei Adam, dari mana kamu ketahui kedua nama-Ku itu?”.

Adam pun menjawab, “Ya Allah, saat Engkau menciptakanku, dan Engkau perintahkan malaikat beserta iblis sujud padaku, aku melihat ke ‘arasy-Mu tertulis inna raḥmatī sabaqat ghaḍabī (Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului amarah-Ku).” Semoga rahmat Allah senantiasa menaungi kita semua. Amien.

*Penulis Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry

Previous Article Abu Ghafar Lhoknga, Ulama Kharismatik Aceh Besar Yang Zuhud
Next Article Seleksi Komisioner KIA Harus Bebas Intervensi

Populer

Ekonomi
Pulihkan Sawah Rusak Akibat Banjir, Menteri Pertanian Mulai Rehabilitasi Lahan di Aceh Utara
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Mualem Khawatir Dukungan Nasional Berkurang Saat Transisi Pascabencana Aceh
Jumat, 16 Januari 2026
Aceh
Dana Bencana Disorot, Pemerintah Aceh Tegaskan Tak Ada yang Disembunyikan
Jumat, 16 Januari 2026
Ekonomi
BSI Catat Penjualan Emas 2,18 Ton Lewat BYOND, Investor Muda Mendominasi
Jumat, 16 Januari 2026
Kantor Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh
Aceh
Dalam UU Ciptaker, MPU Diberi Mandat Tetapkan Produk Halal di Aceh
Rabu, 14 Oktober 2020

Paling Dikomentari

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fad saat melepas pelari bercelana pendek di event olahraga FKIJK Aceh Run 2025 yang digelar di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Ahad pagi (11/5). (Foto: Dok. Infoaceh.net)
Olahraga

Tanpa Peduli Melanggar Syariat, Wagub Fadhlullah Lepas Pelari Bercelana Pendek di FKIJK Aceh Run

Sabtu, 11 Oktober 2025
Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil
Aceh

Komisi III DPR RI Minta Polisi Tangkap Gubsu Bobby Terkait Razia Mobil Plat Aceh

Minggu, 28 September 2025
UMKM binaan BRI sukses ekspansi pasar Internasional
Ekonomi

Negara Diam, UMKM Digasak Shopee-Tokopedia-TikTok

Jumat, 25 Juli 2025
Anggun Rena Aulia
Kesehatan & Gaya Hidup

Serba Cepat, Serba Candu: Dunia Baru Gen Z di Media Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025
Fenomena penggunaan jasa joki akademik di kalangan dosen untuk meraih gelar profesor mulai menjadi sorotan di Aceh. (Foto: Ilustrasi)
Pendidikan

Fenomena Joki Profesor di Aceh: Ancaman Serius bagi Marwah Akademik

Jumat, 12 September 2025
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
TelegramFollow
WhatsAppFollow
ThreadsFollow
BlueskyFollow
RSS FeedFollow

Berita Lainnya

Syariah

Kenang 21 Tahun Tsunami, Ribuan Warga Larut dalam Doa-Zikir di Masjid Lampuuk

Sabtu, 27 Desember 2025
Syariah

ICMI Aceh Gerakkan Warga Bersihkan Masjid Terdampak Bencana

Sabtu, 27 Desember 2025
Syariah

Momentum Akhir Tahun: Mengambil Hikmah Berbagai Peristiwa Besar di Aceh

Jumat, 26 Desember 2025
Da'i kondang asal Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS) tiba di Aceh melalui Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (25/12). (Foto: Ist)
Syariah

UAS Isi Tausiah Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh di Masjid Raya Baiturrahman ‎

Kamis, 25 Desember 2025
Syariah

Cegah Banjir, Teladani Rasulullah dalam Menjaga Lingkungan

Jumat, 19 Desember 2025
Syariah

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp735 Juta Bantuan Tanggap Darurat Banjir

Senin, 15 Desember 2025
Ustaz H Muharril Ashary Lc MA, Pengurus IKAT Aceh Divisi Dakwah dan Penguatan Umat.
Syariah

Menjadi Muslim yang Altruis di Tengah Musibah Aceh

Jumat, 12 Desember 2025
Ustadz Dr. Mujtahid Anwar Lc MAg
Syariah

Pedagang Naikkan Harga Saat Bencana Termasuk Memakan Harta Orang Lain Secara Batil

Minggu, 7 Desember 2025
TAMPILKAN LAINNYA
INFOACEH.netINFOACEH.net
Follow US
© 2026 PT. INFO ACEH NET. All Right Reserved.
Developed by PT. Harian Aceh Indonesia
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
Logo Info Aceh
Selamat datang di Website INFOACEH.net
Username atau Email Address
Password

Lupa password?