Umum

Aniaya Wartawan, Oknum Keuchik Cot Seutui Pidie Jaya Dilaporkan ke Polisi

Infoaceh.net, PIDIE JAYA — IS alias BJ, oknum Keuchik Cot Seutui di Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, dilaporkan ke Polsek Meurah Dua atas dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis CNN TV Indonesia Ismail M. Adam atau akrab disapa Ismed.

Ismed tersebut melaporkan kejadian tersebut pada Sabtu (25/1), usai menerima tindakan kekerasan fisik dan verbal di Gampong Sarah Mane, Kacamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

ADVERTISEMENT
Lapor SPT Coretax 2026 Iklan Online

Ismed telah melaporkan kasus tersebut dengan laporan nomor: LP/B/1/I/2025/SPKT/POLSEK MEURAH DUA/POLRES PIDIE JAYA/POLDA ACEH.

“Benar, kemarin sekitar pukul 14.30 WIB saya sudah laporkan dan di BAP oleh pihak penyidik Polsek Meurah Dua, Polres Pidie Jaya,” ujar Ismail M Adam, Sabtu (25/1/2025).

ADVERTISEMENT
Iklan Bank Aceh Syariah Menyambut Hari Pers Nasional

Menurut Ismed, insiden terjadi pada Jum’at malam (24/1), saat dirinya singgah di sebuah warung kopi milik Sulaiman di Gampong Sarah Mane untuk ngopi. Tiba-tiba, oknum Keuchik Cot Seutui tersebut mendatanginya menggunakan sepeda motor dinas.

Tanpa basa-basi, oknum Keuchik itu langsung melayangkan pukulan yang sempat dihindari Ismed, meskipun mengenai bahunya.

Tidak berhenti di situ, Ismed kemudian ditarik keluar kios, dipukul, diinjak dan ditendang hingga tersungkur ke aspal.

“Oknum Keuchik tersebut menarik saya di leher baju ke luar kios, kemudian langsung memukul saya tak terhitung lagi hingga tersungkur ke aspal dan menginjak dan menendang saya lagi hingga sampai beberapa kali lebih sambil mencaci maki, sembari meminta saya untuk menghubungi Kepala Dinas Kesehatan, Eddy Azwar, baru berhenti,” sambungnya.

Kemudian ia bangun dari jatuh dan meminta maaf kepada oknum keuchik tersebut, “Pak Keuchik saya minta maaf jika salah, apa masalahnya? ayo kita selesaikan baik-baik”.

Namun karena tak mendapatkan jawaban panggilan dari Eddy Azwar, ia pun digiring Polindes Cot Seutui.

Setelah melakukan tindakan kekerasan, oknum Keuchik membawa Ismed ke Polindes Cot Seutui, Ulim untuk bertemu seorang bidan berinisial MT, yang diduga turut merasa tersinggung oleh pemberitaan Ismed terkait kondisi Polindes yang dipenuhi semak belukar.

Di sana, Ismed kembali mendapat intimidasi dan dipaksa membuat video permintaan maaf. Bahkan, istri Ismed, Meri Santriani, yang berada di lokasi turut diancam oleh Keuchik ketika mencoba merekam kejadian tersebut.

“Saya diintimidasi dan diperlakukan kasar karena berita yang saya tulis mengenai inspeksi Dinas Kesehatan terkait kondisi Polindes. Padahal, berita tersebut tidak bermaksud menyudutkan pihak mana pun,” ujar Ismed.

Istrinya, Meri, juga mengungkapkan dirinya mendapat ancaman akan dilempar ke sumur tua jika terus merekam tindakan tersebut.

Tindakan ini mendapat kecaman keras dari sejumlah wartawan di Pidie Jaya.

​​Langkah hukum yang telah dilakukan Ismed, didukung rekan-rekan wartawan lainnya. Laporan tersebut diharapkan memberi efek jera dan menjadi pengingat bagi siapa pun untuk tidak melakukan intimidasi terhadap jurnalis yang menjalankan tugasnya.

Artikel Terkait