{"id":103949,"date":"2025-06-06T23:14:37","date_gmt":"2025-06-06T16:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=103949"},"modified":"2025-06-06T23:14:37","modified_gmt":"2025-06-06T16:14:37","slug":"penyebab-ustad-yahya-waloni-meninggal-dunia-ternyata-2021-ada-riwayat-sakit-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/06\/penyebab-ustad-yahya-waloni-meninggal-dunia-ternyata-2021-ada-riwayat-sakit-ini\/","title":{"rendered":"Penyebab Ustad Yahya Waloni Meninggal Dunia, Ternyata 2021 Ada Riwayat Sakit Ini"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net &#8211;<\/b> Penyebab Ustad Yahya Yahya Waloni menghembuskan nafas terakhirnya sat menyampaikan khutbah kedua di mimbar Jumat Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Gunung Sari, Rappocini, Makassar, Jumat (6\/6\/2025) siang.<\/p>\n<p>Meski sempat dilarikan ke RS Bahagia yang berada 100 meter dari masjid, namun nyawa Ustad Yahya Waloni tidak bisa diselamatkan lagi.<\/p>\n<p>Detik-detik meninggalnya Ustad Yahya Waloni dikuak langsung oleh saksi mata.<\/p>\n<p>Saksi mata menyebut, ustad terjatuh sebelum menyampaikan doa penutup khutbah kedua.<\/p>\n<p>Rukun khatib Jumat, ada dua khutbah. Khutbah pertama diakhiri dengan doa dan duduk sejenak.<\/p>\n<p>Khutbah kedua, khatib berdiri dan menegaskan ketakwaan, shalawat dan intisari khutbah sebelum doa penutup.<\/p>\n<p>Ustad kelahiran Minahasa ini, terjatuh dan tak sadarkan diri usai duduk diantara dua khutbah.<\/p>\n<p>&#8220;Masih sempat berdiri, di khutbah kedua, dan ingatkan kita pentingnya bertauhid kepada Allah SWT,&#8221; ujar Sekretaris Pengurus Masjid Darul Falah, Harfan Jaya Sakti (39), kepada wartawan melansir dari Tribuntimur, Jumat (6\/6\/2025).<\/p>\n<p>Harfan duduk di shaf pertama saat khutbah.<\/p>\n<p>Dia jadi satu dari sekitar 200 jamaah sekaligus saksi mata, insiden wafatnya ustad Muallaf ini.<\/p>\n<p>Dikisahkan, ustad Yahya Waoni, sudah dijadwalkan panitia masjid sebagai khatib Jumat sejak pekan lalu.<\/p>\n<p>Pagi harinya, magister theologia ini memberi khutbah Idul Adha di sebuah masjid di pusat Kota Makassar.<\/p>\n<p>Bersama Sitti Mutmainnah (34) istrinya, Ustad Yahya menginap di Hotel Prima, Jl Dr SAM Ratulangi, Makassar, sekitar 9,7 km dari Masjid Darul Falah.<\/p>\n<p>Pukul 10.30 wita, panitia menjemput Yahya.<\/p>\n<p>Masih sempat menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban di halaman timur masjid.<\/p>\n<p>Istrinya, dijamu di rumah salah seorang takmir, sekitar 75 meter daru masjidz<\/p>\n<p>Pukul 11.30 Wita, ustad Yahya masuk ke Masjid. Dia duduk di shaf pertama, membaca surah Al Kahfi dan berzikir.<\/p>\n<p>Pukul 12.05 Wita, usai Azan, panitia mempersilahkan khatib naik ke mimbar.<\/p>\n<p>&#8220;Tema khutbah Ustad, tentang kekuatan iman. Ujian Nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail, sebagai bukti ketaatan individu, keluarga dan umat Muslim,&#8221; ujar Harpan Sakti.<\/p>\n<p>Khutah berlangsung sekitar 15 menit.<\/p>\n<p>Jamaah disebut memadati ruang utama hingga lantai dua.<\/p>\n<p>&#8220;Saya di lantai dua, dan menyimak dengan jernih pesan-pesannya,&#8221; ujar Prof Dr Syahruddin Usman (61), guru besar Tarbiyah UIN sekaligus jamaah.<\/p>\n<p>Pukul 12.25 wita, usai khutbah pertama, ustad Yahya kembali berdiri dan menyampaikan khutbah tanpa textnya.<\/p>\n<p>&#8220;Usia baca shalawat nabi dan Sebelum bacakan doa khutbah terakhir, langsung pegang dada, jatuh di mimbar. Saya kira mau minum,&#8221; ujar Harpan.<\/p>\n<p>Buuk, sang ustad terduduk.<\/p>\n<p>Kontan jamaah shaf depan panik.<\/p>\n<p>Imam dan pengurus berlomba kedepan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya masih lihat matanya semoat terbuka, tapi sepertinya sudah sakratul maut,&#8221; ujar Harpan.<\/p>\n<p>Ustad sudah tak sadarkan diri.<\/p>\n<p>Majelis Jumat yang bertepatan Idul Adha ini, terhenti sejenak.<\/p>\n<p>Panitia mengangkat tubuh Ustad Yahya ke mobil, dan membawanya ke RS Klinik Bahagia Minasa Upa, sekitar 100 meter dari Masjid.<\/p>\n<p>&#8220;Susah tak sadar. Kita tak tahu, apa meninggal di masjid atau di UGD,&#8221; ujar Sakti.<\/p>\n<p>Pukul 12.35 Wita, Ustad Yahya dievakuasi.<\/p>\n<p>Ibadah shalat Jumat dilanjutkan pukul 13.46 Wita, setelah takmir dan warga pengantar balik dari klinik.<\/p>\n<p>Pukul 14.00 Wita, jamaah shalat Jumat bubar. Kabar Ustad Yahya, wafat beredar di masjid.<\/p>\n<p>Pukul 13.45 wita, jenazah dikembalikan ke masjid.<\/p>\n<p>Di bagasi belakang ambulans Klinik RS Bahagia, duduk istri almarhum.<\/p>\n<p>Kendati demikian meski pihak keluarga belum mengungkap penyebab pasti Ustad Yahya Waloni meninggal karena apa, namun ternyata beliau memiliki riwayat sakit jantung sejak 2021 lalu.<\/p>\n<p>Di tahun 2021 silam, ustad Yahya Waloni sempat menjalani pengobatan setelah jantung mengalami pembengkakan.<\/p>\n<p>Sebagaimana kita ketahui, sakit jantung sangatlah berbahaya yang bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.<\/p>\n<p>Apabila aliran darah ke jantung terhambat, menyebabkan kerusakan pada otot jantung maka hal itu bisa menyebabkan seseorang mati mendadak alias henti jantung.<\/p>\n<p>Maka diduga kuat sang ustad Yahya Waloni meninggal dunia lantaran serangan jantung.<\/p>\n<p>Hal tersebut berdasarkan riwayat sakit yang pernah diidap oleh Ustad Yahya Waloni.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\">Profil Ustad Yahya Waloni<\/h4>\n<p>Yahya Waloni lahir dengan nama Yahya Yopie Waloni.<\/p>\n<p>Dia dilahirkan di kota Manado 30 November 1970.<\/p>\n<p>Keluarganya berdarah Minahasa yang taat pada agama Kristen.<\/p>\n<p>Ustad Yahya Waloni diketahui pernah terdaftar sebagai pemuka agama pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana.<\/p>\n<p>Ustaz Yahya Waloni mendapat julukan sebagai Ustad Pansos (Panjat Sosial) dari aktivis medsos Denny Siregar.<\/p>\n<p>Dia diketahui pernah menjabat sebagai Ketua atau Rektor Sekolah Tinggi Theologia (STT) Calvinis Ebenhaezer di Sorong tahun 1997-2004.<\/p>\n<p>Dia pernah menetap di Sorong sejak tahun 1997 &#8211; 2004 karena pindah ke Balikpapan.<\/p>\n<p>Di sana, dia menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) sampai tahun 2006.<\/p>\n<p>Pada 2006, Ustad Yahya Waloni pindah ke Kota Cengkeh, Tolitoli.<\/p>\n<p>Di Tolitoli, dia mendapatkan bimbingan ikrar syahadat dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).<\/p>\n<p>Yahya Waloni pernah ditangkap kasus ujaran kebencian yang didasarkan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).<\/p>\n<p>Ia ditangkap di rumahnya di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (26\/8\/2021).<\/p>\n<p>Ceramah Ustaz Yahya dipersoalkan usai menyebut injil sebagai fiktif alias palsu.<\/p>\n<p>Hal ini dianggap sebagai tindakan ujaran kebencian berdasarkan SARA.<\/p>\n<p>Ustaz Yahya Waloni dianggap melanggar Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).<\/p>\n<p>Selain itu, dia diduga melanggar Pasal 45A jo Pasal 28 ayat (1) dan atau Pasal 156a KUHP.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/103949?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebab Ustad Yahya Yahya Waloni menghembuskan nafas terakhirnya sat menyampaikan khutbah kedua di mimbar Jumat Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Gunung Sari, Rappocini, Makassar, Jumat (6\/6\/2025) siang.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":103950,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[421,3984,2070,3338],"class_list":["post-103949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-nasional","tag-peristiwa","tag-prabowo","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/dv5Bpadp5B5Bdp.png?fit=640%2C360&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/103949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=103949"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/103949\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/103950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=103949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=103949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=103949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}