{"id":10426,"date":"2020-10-17T19:43:06","date_gmt":"2020-10-17T12:43:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=10426"},"modified":"2020-10-17T19:43:06","modified_gmt":"2020-10-17T12:43:06","slug":"unicef-terapi-65-anak-aceh-penderita-gizi-buruk-di-empat-kabupaten-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/10\/17\/unicef-terapi-65-anak-aceh-penderita-gizi-buruk-di-empat-kabupaten-kota\/","title":{"rendered":"Unicef Terapi 65 Anak Aceh Penderita Gizi Buruk di Empat Kabupaten\/Kota"},"content":{"rendered":"<h6>Representatif Unicef Nutrition dr Tasya saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Jum&#8217;at, 16 Oktober 2020<\/h6>\n<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Unicef sejauh ini telah melakukan skrining terhadap 9.722 anak untuk memetakan kelompok rentan gizi buruk di empat kabupaten\/kota di Provinsi Aceh.<\/p>\n<p>Keempat daerah tersebut adalah Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur dan Simeulue.<\/p>\n<p>\u201cHasilnya, sementara ada 65 anak dalam terapi gizi buruk. Berkerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, kita pantau terus progresnya,\u201d ungkap Representatif Unicef Nutrition, dr Tasya, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di Pendopo Wali Kota, Jum&#8217;at (16\/10).<\/p>\n<p>Tasya menambahkan, dalam program itu pula, Unicef rencananya akan menyalurkan 2.000 box obat gizi bersetifikasi halal, dan 30.000 pita LiLA untuk mendeteksi anak bergizi buruk. \u201cDi Banda Aceh kita baru lakukan skrinning di tiga Puskesmas.\u201d<\/p>\n<p>\u201cDan sesuai permintaan Pak Wali, kami siap mendukung skrinning di seluruh Puskesmas yang ada demi mewujudkan Banda Aceh bebas dari Balita bergizi buruk,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Representatif Unicef Nutrition dr Tasya, menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilakukan pihaknya selama 1,5 bulan di Banda Aceh dan tiga kabupaten\/kota lainnya.<\/p>\n<p>\u201cBanda Aceh bersama Aceh Utara, Aceh Timur, dan Simeulue terpilih menjadi pilot project kami dalam program penangggulangan gizi buruk,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Senada dengan wali kota, ia pun menargetkan Banda Aceh menjadi kota model bebas gizi buruk di Aceh. \u201cItu cita-cita kami, sehingga kota ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bertekad untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota model bebas dari anak bawah lima tahun (Balita) bergizi buruk.<\/p>\n<p>Organisasi PBB itu tengah melakukan skrining anak bergizi buruk di Banda Aceh dan tiga kabupaten\/kota lainnya di Aceh.<\/p>\n<p>Kepada Unicef, wali kota berharap agar dilakukan skrining via 11 atau seluruh puskesmas yang ada di Banda Aceh. \u201cTarget kami pada 2021 Banda Aceh sudah bebas dari anak bergizi buruk,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Pemko Banda Aceh pun akan melibatkan segenap stakeholder untuk merealisasikan target tersebut. \u201cMohon dukungan penuh dari Unicef agar all out membantu Banda Aceh,\u201d ungkapnya lagi.<\/p>\n<p>Salah satu program yang akan diwujudkan Aminullah yakni Program Balita (Probalita) Sehat Banda Aceh. \u201cSaya instruksikan Kadis Kesehatan untuk menyiapkan rancangan program itu untuk kita canangkan pada 2021 nanti. Ini supaya kita fokus mewujudkan target Banda Aceh bebas gizi buruk \u201d terangnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10426?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Representatif Unicef Nutrition dr Tasya saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Jum&#8217;at, 16 Oktober 2020 Banda Aceh &#8212; Unicef sejauh ini telah melakukan skrining terhadap 9.722 anak untuk memetakan kelompok rentan gizi buruk di empat kabupaten\/kota di Provinsi Aceh. Keempat daerah tersebut adalah Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10427,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-10426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/10\/IMG-20201017-WA0061.jpg?fit=217%2C139&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=10426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10426\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/10427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=10426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=10426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=10426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}