{"id":10660,"date":"2020-10-23T10:10:14","date_gmt":"2020-10-23T03:10:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=10660"},"modified":"2020-10-23T10:10:14","modified_gmt":"2020-10-23T03:10:14","slug":"pemerkosa-penyandang-disabilitas-di-aceh-besar-dihukum-24-bulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/10\/23\/pemerkosa-penyandang-disabilitas-di-aceh-besar-dihukum-24-bulan\/","title":{"rendered":"Pemerkosa Penyandang Disabilitas di Aceh Besar Dihukum 24 Bulan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jantho<\/strong> &#8212; Mahkamah Syar\u2019\u00edyah Jantho menjatuhkan putusan bersalah kepada terdakwa MR (73 tahun), pelaku pemerkosaan sekaligus pelecehan seksual.<\/p>\n<p>Terdakwa dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 24 bulan, dipotong masa penahanan.<br \/>\n\u200b<br \/>\nDalam sidang yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2020 itu, terdakwa MR dijatuhi hukuman karena terbukti bersalah telah melakukan pemerkosaan sekaligus pelecehan seksual terhadap korban RY (40 tahun).<\/p>\n<p>Majelis Hakim C3 Mahkamah Syar\u2019iyah Jantho yang dipimpin oleh Muhammad Redha Valevi, S.HI MH memberikan putusan kepada terdakwa karena telah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.<br \/>\n\u200b<br \/>\nTerdakwa merupakan seorang pekerja mekanik asal Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar. Ia dijatuhi hukuman karena telah melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap korban RY yang merupakan penyandang disabilitas.<\/p>\n<p>\u200b\u201cKita sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi korban merupakan penyandang disabilitas. Korban yang seharusnya dilindungi malah mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan,\u201d ujar Humas Mahkamah Syar\u2019iyah Jantho, Murtadha, Lc menyampaikan hasil persidangan yang dilaksanakan oleh Majelis Hakim.<\/p>\n<p>\u200bMenurut Murtadha, peristiwa yang dilakukan terdakwa sangat mencoreng nama Aceh sebagai daerah syariat Islam. Murtadha mengimbau setiap orang jangan takut melaporkan kejadian seperti ini karena setiap orang dilindungi oleh undang-undang.<\/p>\n<p>\u200b\u201cKita apresiasi korban yang berani melaporkan peristiwa yang dialaminya. Perempuan dan anak-anak memang rentan mengalami peristiwa pelecehan, apalagi mereka penyandang disabilitas.<\/p>\n<p>Untuk itu, kita harap jangan takut memberikan laporan kepada pihak berwajib dengan bukti-bukti yang jelas. Semua orang berhak untuk dilindungi undang-undang,\u201d kata Murtadha Lc.<\/p>\n<p>\u200bLebih lanjut, Murtadha menyebutkan terdakwa MR dijatuhi hukuman dengan dua dakwaan, yakni pemerkosaan dan pelecahan seksual. Atas perbuatannya, MR dijatuhi sanksi sesuai pasal 46 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum jinayat.<br \/>\n\u200b<br \/>\nDengan demikian, terdakwa asal Neuheun, Kecamatan Masjid Raya itu, yang sebelumnya sudah menjalani penahanan dituntut tetap melanjutkan sanksi kurungan selama 24 bulan dengan dipotong masa tahanan berjalan. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10660?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jantho &#8212; Mahkamah Syar\u2019\u00edyah Jantho menjatuhkan putusan bersalah kepada terdakwa MR (73 tahun), pelaku pemerkosaan sekaligus pelecehan seksual. Terdakwa dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 24 bulan, dipotong masa penahanan. \u200b Dalam sidang yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2020 itu, terdakwa MR dijatuhi hukuman karena terbukti bersalah telah melakukan pemerkosaan sekaligus pelecehan seksual terhadap korban [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10661,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-10660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/10\/80.jpg?fit=1280%2C960&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=10660"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10660\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/10661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=10660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=10660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=10660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}