{"id":108478,"date":"2025-06-11T20:09:22","date_gmt":"2025-06-11T13:09:22","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=108478"},"modified":"2025-06-11T20:09:22","modified_gmt":"2025-06-11T13:09:22","slug":"sebut-jokowi-penuhi-syarat-jadi-nabi-guntur-romli-itu-fanatisme-ekstrem-dan-pembodohan-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/11\/sebut-jokowi-penuhi-syarat-jadi-nabi-guntur-romli-itu-fanatisme-ekstrem-dan-pembodohan-politik\/","title":{"rendered":"Sebut Jokowi Penuhi Syarat Jadi Nabi, Guntur Romli: Itu Fanatisme Ekstrem dan Pembodohan Politik"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net &#8211;<\/b> Politikus <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/pdip\/\">PDIP<\/a>, Guntur Romli, menganggap disebutnya mantan Presiden RI, <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>), sudah memenuhi syarat untuk menjadi nabi oleh kader PSI, Dedy Nur Palakka, adalah pembodohan <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>.<\/p>\n<p>Kendati demikian, Guntur Romli mengatakan pernyataan Dedy tersebut tidak masuk dalam penistaan agama, tetapi lebih kepada fanatisme ekstrem.<\/p>\n<p>&#8220;Saya menolak adanya jeratan penistaan agama, tapi kalau itu diucapkan serius bukan bercanda, adalah bentuk fanatisme ekstrem, kultus babi buta, dan pembodohan politik,&#8221; katanya kepada Tribunnews.com, Rabu (11\/6\/2025).<\/p>\n<p>Guntur mengatakan Jokowi lebih cocok dianggap sebagai pemimpin terkorup.<\/p>\n<p>Hal ini disampaikannya terkait mantan Wali Kota Solo tersebut yang masuk dalam daftar pemimpin terkorup versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) pada tahun 2024 lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Saya juga tidak setuju Jokowi disebut Firaun tapi saya tidak setuju Jokowi disebut layak sebaagai nabi.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Bagi saya, Jokowi itu finalis pemimpin terkorup dan otoriter versi OCCRP,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Guntur mengatakan pemimpin itu harus mau dikritik sehingga jika terjadi adanya pengkultusan, maka bisa dipastikan pemimpin tersebut akan menjadi otoriter.<\/p>\n<p>&#8220;Pemimpin itu adalah pelayan bagi rakyatnya, harus siap mendengar dan dikritik.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kalau dikultuskan tidak bisa menjadi pelayan lagi. Makannya saya sebut ini (Dedy menyebut Jokowi penuhi syarat menjadi nabi) adalah pembodohan politik,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Dedy mencuitkan di akun X pribadinya bahwa Jokowi telah memenuhi syarat sebagai seorang nabi.<\/p>\n<p>Hal ini dituliskannya pada Selasa (10\/6\/2025) kemarin.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini (Jokowi) sudah memenuhi syarat, cuman sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Sementara di dunia lain masih ada saja yang tidak siap dengan realitas bahwa tugas kenegaraan beliau sudah selesai dengan paripurna,&#8221; tulis Dedy.<\/p>\n<p>Pernyataan Dedy tersebut mengundang perhatian luas warganet. Dedy bahkan dianggap berlebihan dalam memberikan pujian kepada Jokowi.<\/p>\n<p>Ia lalu membuat penjelasan terkait pernyataannya tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Dedy, tidak semua penyebutan nabi berarti secara harafiah menerima wahyu dari Tuhan seperti yang dipahami dalam agama Islam atau Kristen.<\/p>\n<p>Apalagi, persepsi seorang nabi harus menerima wahyu secara langsung dari Tuhan.<\/p>\n<p>&#8220;Orang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk disampaikan kepada umat manusia.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Namun, dalam perbincangan filsafat, sastra, dan tafsir sosial, kata nabi juga sering digunakan secara kiasan atau simbolik,&#8221; jelas Dedy.<\/p>\n<p>Dedy menegaskan pernyataannya tersebut tidak salah dan tidak harus disalahkan.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak perlu banyak orang untuk mengawali pemikiran. Banyak ide besar dalam sejarah justru berangkat dari satu orang yang melihat sesuatu yang orang lain belum lihat,&#8221; ujar Dedy.<\/p>\n<p>Ia menegaskan peryataannya itu hanyalah penilaian pribadi.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, kalaupun hanya satu orang yang mengatakan Jokowi punya sifat kenabian, itu sah sebagai penilaian pribadi yang berbasis pada nilai-nilai etis, bukan klaim wahyu literal,&#8221; tandas Dedy.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/108478?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Saya menolak adanya jeratan penistaan agama, tapi kalau itu diucapkan serius bukan bercanda, adalah bentuk fanatisme ekstrem, kultus babi buta, dan pembodohan politik,&#8221; katanya kepada Tribunnews.com, Rabu (11\/6\/2025).<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":108479,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[23809,24378,24374,22670,24375,24381,24376,24380,24377,24382,24379,3338],"class_list":["post-108478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-dedy-nur-palakka-jokowi-nabi","tag-fanatisme-politik","tag-guntur-romli-kritik-psi","tag-jokowi-dan-psi-2025","tag-jokowi-disebut-nabi","tag-kontroversi-jokowi-nabi","tag-kultus-individu-jokowi","tag-occrp-pemimpin-terkorup","tag-pembodohan-politik-psi","tag-penistaan-agama-atau-kebebasan-berpendapat","tag-politikus-pdip-kritik-psi","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/da5Bpda5Bp.png?fit=640%2C360&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/108478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=108478"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/108478\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/108479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=108478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=108478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=108478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}