{"id":10937,"date":"2020-10-29T06:22:45","date_gmt":"2020-10-28T23:22:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=10937"},"modified":"2020-10-29T06:22:45","modified_gmt":"2020-10-28T23:22:45","slug":"propamen-biayai-pemuda-terkendala-modal-usaha-di-banda-aceh-ini-syaratnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/10\/29\/propamen-biayai-pemuda-terkendala-modal-usaha-di-banda-aceh-ini-syaratnya\/","title":{"rendered":"Propamen Biayai Pemuda Terkendala Modal Usaha di Banda Aceh, Ini Syaratnya!"},"content":{"rendered":"<h6>Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman didampingi Dirut MMS T. Hanansyah menyerahkan buku tabungan Propamen kepada pemuda Banda Aceh sebagai penerima manfaat perdana, Rabu (28\/10)<\/h6>\n<p><strong>Banda Aceh<\/strong> \u2013 Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meluncurkan inovasi baru untuk memberdayakan pemuda agar tetap produktif dan turut serta dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif\/Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).<\/p>\n<p>Terasa lebih istimewa, inovasi bertajuk Program Pembiayaan Pemuda Entrepreneur (Propamen) tersebut lahir bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92, Rabu 28 Oktober 2020.<\/p>\n<p>Program yang digulirkan guna mendukung para pemuda yang terkendala modal usaha itu dijalankan oleh Lembaga Keuangan Mikro Mahirah Muamalah Syariah (MMS) dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Women Development Center (WDC).<\/p>\n<p>Dalam sambutannya pada acara peluncuran di kantor MMS, Aminullah menyatakan tekad untuk terus menghadirkan program-program spektakuler, termasuk dalam rangka mendorong para pemuda menjadi pengusaha.<\/p>\n<p>\u201cPropamen ini merupakan tekad kami dan salah satu solusi untuk mencetak anak muda entrepreneur.\u201d<\/p>\n<p>Jika selama ini para pemuda hanya diminta untuk menjauhi narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (Narkoba), mantan Dirut Bank Aceh ini berpikir selangkah lebih maju.<\/p>\n<p>\u201cKita selalu meminta pemuda supaya menjauhi narkoba, tapi setelah itu mereka kerja apa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk itulah, ia menginisiasi lahirnya Propamen -inovasi pembiayaan bagi pemuda- pertama di Indonesia. \u201cSyarat pembiayaannya mudah, cepat, dan berkah yang diperuntukkan bagi pemuda 17-40 tahun. Syarat lain, para calon penerima wajib mengantongi surat bebas narkoba dari BNN,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Selain para pemuda, Propamen juga akan menyasar kaum ibu yang bergerak di bidang usaha home industry. \u201cUntuk itu, lewat organisasi WDC kita akan membentuk kelompok-kelompok usaha. Nanti pembiayaannya dengan sistem tanggung renteng atau menanggung biaya secara bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lewat program tersebut, Aminullah berharap ekonomi kreatif atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa terus berkembang. \u201cSehingga berdampak pada angka pengangguran dan kemiskinan di Banda Aceh yang trennya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Lewat Propamen pula, dirinya bertekad mengubah mindset para pemuda yang masih menggantungkan satu-satunya harapan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). \u201cApalagi peluang menjadi PNS kini makin kecil. Maka anekdot itu harus kita ubah dari cita-cita PNS menjadi entrepreneur,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Di tempat sama, Dirut MMS Teuku Hanansyah mengatakan plafon pembiayaan yang ditawarkan pihaknya melalui Propamen berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta.<\/p>\n<p>\u201cJangka waktunya sampai dengan 12 bulan atau 48 minggu. Marginnya murah dan prosesnya pun cepat dan pastinya berkah karena sesuai syar\u2019i.\u201d<\/p>\n<p>Ia juga mengatakan, kelahiran Propamen berangkat dari ide dan keinginan Wali Kota Aminullah agar para pemuda bisa memperoleh akses bantuan permodalan dengan mudah untuk mengembangkan usahanya.<\/p>\n<p>\u201cSyarat utamanya yang mungkin belum diterapkan di tempat lain, yakni surat keterangan bebas Narkoba dari BNN,&#8221; jelasnya<\/p>\n<p>\u201cSelain dengan BNN, kita juga bekerja sama dengan WDC untuk menjangkau kaum ibu yang juga merupakan pengusaha kecil,\u201d katanya lagi.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Hanan turut menyampaikan perkembangan lembaga yang dipimpinnya. \u201cSaat ini MMS sudah punya aset Rp 38 miliar, pembiayaan Rp 17,5 miliar, dana pihak ketiga Rp 25 miliar, dan mampu meraup laba Rp 1,1 miliar. NPF-nya hanya 1,99 persen.\u201d<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, pencapaian MMS jauh melampaui beberapa lembaga keuangan lainnya, terlebih di saat pandemi seperti ini. Tentu prestasi MMS tak terlepas dari dukungan dan atensi penuh dari Pak Wali,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan dokumen Memorandum of Understanding (MoU) antara Dirut MMS, Kepala BNN Kota Banda Aceh Hasnanda Putra, dan Ketua WDC Diah Fitri Handayani, disaksikan langsung oleh wali kota.<\/p>\n<p>Pada segmen terakhir, Aminullah didampingi para pejabat terkait menyerahkan secara simbolis buku tabungan Propamen kepada lima pemuda-pemudi Banda Aceh sebagai penerima manfaat perdana. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10937?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman didampingi Dirut MMS T. Hanansyah menyerahkan buku tabungan Propamen kepada pemuda Banda Aceh sebagai penerima manfaat perdana, Rabu (28\/10) Banda Aceh \u2013 Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meluncurkan inovasi baru untuk memberdayakan pemuda agar tetap produktif dan turut serta dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif\/Usaha Mikro, Kecil dan Menengah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10938,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-10937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/10\/IMG-20201029-WA0003.jpg?fit=768%2C512&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=10937"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/10937\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/10938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=10937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=10937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=10937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}