{"id":110578,"date":"2025-06-15T18:36:45","date_gmt":"2025-06-15T11:36:45","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=110578"},"modified":"2025-06-16T12:34:11","modified_gmt":"2025-06-16T05:34:11","slug":"ustadz-masrul-aidi-sentil-pahlawan-kesiangan-muncul-setelah-empat-pulau-aceh-lepas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/15\/ustadz-masrul-aidi-sentil-pahlawan-kesiangan-muncul-setelah-empat-pulau-aceh-lepas\/","title":{"rendered":"Ustadz Masrul Aidi Sentil &#8220;Pahlawan Kesiangan&#8221; Muncul Setelah Empat Pulau Aceh Lepas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 <a title=\"Ulama Muda Aceh, Ustadz Masrul Aidi Lc,\" href=\"https:\/\/infoaceh.net\/umum\/ustadz-yahya-waloni-wafat-saat-khutbah-jumat-idul-adha-dikenang-yusuf-mansur-dan-uas-hari-mulia-akhir-yang-indah\/\">Ulama Muda Aceh, Ustadz Masrul Aidi Lc,<\/a> menyentil sejumlah pihak yang kini tiba-tiba muncul bersuara lantang terkait isu lepasnya empat pulau Aceh yang sekarang masuk ke wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).<\/p>\n<p>Ia menyebut mereka sebagai \u201c<a title=\"pahlawan kesiangan\" href=\"https:\/\/infoaceh.net\/umum\/ustadz-masrul-aidi-sentil-pahlawan-kesiangan-muncul-setelah-empat-pulau-aceh-lepas\/\">pahlawan kesiangan<\/a>\u201d atau late hero\u2014mereka yang baru bersuara ketika masalah sudah terjadi dan membesar.<\/p>\n<p>Ustadz Masrul Aidi yang merupakan Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keu&#8217;eng Aceh Besar ini, menumpahkan kegelisahannya atas reaksi sejumlah pihak terkait sengketa empat pulau yang diduga lepas dari Aceh.<\/p>\n<p>Dalam unggahan yang ditulis di akun media sosial Instagram dan Facebook-nya, Ustadz Masrul Aidi menyindir tajam mereka yang baru bersuara sekarang, setelah semuanya terlambat.<\/p>\n<p>\u201cPahlawan kesiangan\u2026 ketika dulu ada peluang menentukan jalan sendiri, malah berlomba-lomba bergabung dengan RI. Sekarang, setelah pulau hilang, baru ribut,\u201d kata Ustadz Masrul Aidi dalam unggahan di media sosial Instagram, yang dikutip, Ahad (15\/6\/2025).<\/p>\n<p>Menurutnya, sikap inkonsisten ini terus berulang. Saat Provinsi Aceh secara administratif dihubungkan ke Sumatera Utara, tidak ada reaksi keras.<\/p>\n<p>Tapi ketika persoalan pulau yang hilang mencuat, barulah muncul semangat berapi-api membela Aceh.<\/p>\n<p>Masrul mengingatkan bahwa ini bukan pertama kalinya Aceh kehilangan momen. Ketika Aceh terkena bencana tsunami 2004, seluruh dunia menaruh perhatian dan bantuan besar-besaran mengalir.<\/p>\n<p>Tapi menurutnya, tak ada upaya serius menata ruang dan wilayah secara strategis.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika tsunami melanda, momen emas untuk menata ulang wilayah Aceh justru disia-siakan. Bantuan rekonstruksi besar-besaran tidak diarahkan untuk penataan ruang dan wilayah yang matang.<\/p>\n<p>Rekonstruksi seharusnya bukan hanya bangun jalan dan rumah, tapi juga memperkuat fondasi wilayah Aceh. Tapi siapa yang peduli soal itu?&#8221; tanyanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menyentil masa-masa perdamaian. Ketika senjata eks kombatan dilucuti, banyak poin dalam perjanjian Helsinki belum dijalankan.<\/p>\n<p>Saat Presiden SBY membuka ruang selebar-lebarnya untuk Aceh meminta apa pun\u2014asal bukan merdeka\u2014tidak ada langkah konkret dari elite Aceh kala itu.<\/p>\n<p>&#8220;Waktu itu, semua diam. Tak ada satu pun proposal strategis yang diajukan. Padahal itu momen emas,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengkritik pengelolaan dana otonomi khusus (Otsus) yang nilainya mencapai triliunan rupiah, habis begitu saja. Alih-alih digunakan untuk pembangunan berkelanjutan, dana itu, menurutnya, justru habis untuk memperkaya segelintir orang.<\/p>\n<p>Seandainya dana Otsus digunakan untuk membangun infrastruktur strategis seperti jalan tol, masyarakat Aceh hingga anak cucu bisa menikmati hasilnya. Tapi apa yang didapat hari ini?.<\/p>\n<p>\u201cAndaikan dana Otsus digunakan untuk membangun jalan tol, sekarang anak cucu kita bisa menikmatinya. Tapi kenyataannya? Habis untuk proyek-proyek tak jelas, menguntungkan keluarga dan kroni,\u201d ucapnya tegas.<\/p>\n<p>Pernyataan Masrul ini menjadi pengingat bahwa isu hilangnya pulau bukan hanya soal teritorial, tapi juga soal kepemimpinan, ketegasan, dan visi jangka panjang yang selama ini absen di Aceh.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/110578?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernyataan Masrul ini menjadi pengingat bahwa isu hilangnya pulau bukan hanya soal teritorial, tapi juga soal kepemimpinan, ketegasan, dan visi jangka panjang yang selama ini absen di Aceh.<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":110579,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[12569,26025,26027,26022,26028,13068,26023,26021,26026,25623,26029,26024,4637,3146],"class_list":["post-110578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-dana-otsus-aceh","tag-dayah-babul-maghfirah","tag-kritik-pembangunan-aceh","tag-masrul-aidi-kritik-elite-aceh","tag-mou-helsinki-aceh","tag-otonomi-khusus-aceh","tag-pahlawan-kesiangan-aceh","tag-pulau-aceh-lepas-ke-sumut","tag-pulau-hilang-2025","tag-sengketa-wilayah-aceh-sumut","tag-tokoh-aceh-terbaru","tag-tsunami-2004-aceh","tag-ustadz-masrul-aidi","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/9e44ee1f-6414-47cf-9abc-b87d1e065c11.jpeg?fit=1080%2C1252&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/110578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=110578"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/110578\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/110579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=110578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=110578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=110578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}