{"id":111469,"date":"2025-06-16T16:52:00","date_gmt":"2025-06-16T09:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/umum\/4-pulau-sengketa-aceh-dan-sumut-kembali-disorot-pakar-hukum-dukung-evaluasi-ulang\/"},"modified":"2025-06-16T22:37:47","modified_gmt":"2025-06-16T15:37:47","slug":"4-pulau-sengketa-aceh-dan-sumut-kembali-disorot-pakar-hukum-dukung-evaluasi-ulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/16\/4-pulau-sengketa-aceh-dan-sumut-kembali-disorot-pakar-hukum-dukung-evaluasi-ulang\/","title":{"rendered":"4 Pulau Sengketa Aceh dan Sumut Kembali Disorot, Pakar Hukum Dukung Evaluasi Ulang"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net<\/b>\u00a0 \u2013 Sengketa empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara kembali menjadi sorotan publik nasional.<\/p>\n<p>Pakar hukum Prof Henry Indraguna menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> yang akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait status administratif wilayah yang dipersengketakan.<\/p>\n<p>\u201cEmpat pulau yang kini masuk wilayah Sumut itu adalah Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Kecil. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendukung klaim Bobby Nasution lewat Keputusan Mendagri, yang terbit pada 25 April 2025,\u201d kata Prof Henry, Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar, dalam pesan tertulis, Senin (16\/6\/2025).<\/p>\n<p><b>Sengketa Batas Wilayah dan Risiko Konflik Horizontal<\/b><\/p>\n<p>Pemerintah pusat disebut mencoba menggeser batas Aceh secara administratif melalui dua Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) tahun 2022 dan 2025.<\/p>\n<p>Hal ini memicu reaksi keras karena keempat pulau yang selama ini berada di wilayah Kabupaten Aceh Singkil kini diklaim sebagai bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.<\/p>\n<p>\u201cSetiap pihak mengklaim keempat pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya. Ini bisa menimbulkan kerancuan tata kelola, konflik horizontal, dan ketidakpastian hukum,\u201d tegas Prof Henry yang juga Ketua DPP Ormas MKGR.<\/p>\n<p>Helsinki Jadi Dasar Hukum Kuat untuk Aceh<\/p>\n<p>Menurut Guru Besar Unissula Semarang itu, dasar yuridis Aceh untuk mempertahankan kedaulatan atas pulau-pulau kecil sudah sangat kuat.<\/p>\n<p>\u201cPerjanjian Helsinki 2005 yang diimplementasikan lewat UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh memberi kewenangan khusus bagi Aceh, termasuk pengelolaan kepulauan dan laut hingga 12 mil,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia mengutip Pasal 4 dan 7 dalam UU Pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai bukti bahwa Aceh memiliki hak atas pulau-pulau di sekitarnya.<\/p>\n<p>Dorongan Evaluasi dan Klarifikasi Pemerintah Pusat<\/p>\n<p>Prof Henry juga meminta pemerintah pusat mengevaluasi Kepmendagri No. 141 Tahun 2017 tentang Penegasan Batas Daerah, serta melakukan konsultasi ulang dengan Pemerintah Aceh sesuai semangat otonomi khusus.<\/p>\n<p>\u201cPenyelesaian harus menyentuh aspek hukum, <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, dan integritas NKRI, dengan tetap menghormati MoU Helsinki sebagai acuan batas administrasi sejak 1 Juli 1956,\u201d kata Henry yang juga Wakil Ketua Dewan Penasehat DPP AMPI.<\/p>\n<p>Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang turut memediasi perjanjian damai Helsinki pun disebut sebagai sosok kunci yang dapat menjadi referensi dan penengah dalam persoalan ini<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/111469?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang turut memediasi perjanjian damai Helsinki pun disebut sebagai sosok kunci yang dapat menjadi referensi dan penengah dalam persoalan ini<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111470,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[421,3984,2070,3338],"class_list":["post-111469","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-nasional","tag-peristiwa","tag-prabowo","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/Empat-pulau-sengketa-Aceh-dan-Sumatera-Utara-Sumut.jpg?fit=640%2C359&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/111469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=111469"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/111469\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/111470"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=111469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=111469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=111469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}