{"id":113199,"date":"2025-06-19T15:38:00","date_gmt":"2025-06-19T08:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/umum\/kasus-mutilasi-ungkap-pembunuhan-berantai-di-padang-pariaman-3-korban-merupakan-pacar-dan-teman\/"},"modified":"2025-06-19T18:21:57","modified_gmt":"2025-06-19T11:21:57","slug":"mutilasi-padang-pariaman-ungkap-dugaan-pembunuhan-berantai-sj-alias-wanda-pacar-dan-teman-korban-jadi-tersangka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/19\/mutilasi-padang-pariaman-ungkap-dugaan-pembunuhan-berantai-sj-alias-wanda-pacar-dan-teman-korban-jadi-tersangka\/","title":{"rendered":"Mutilasi Padang Pariaman Ungkap Dugaan Pembunuhan Berantai: SJ Alias Wanda, Pacar dan Teman Korban, Jadi Tersangka"},"content":{"rendered":"<p data-sourcepos=\"5:1-5:317\"><strong>PADANG PARIAMAN, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Pengungkapan kasus mutilasi di Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, telah membuka dugaan adanya pembunuhan berantai. Kasus ini terkuak menyusul penangkapan pelaku SJ alias Wanda (25) di kawasan Batang Anai pada Kamis (19\/6\/2025) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:268\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menyampaikan bahwa penangkapan pelaku berdasar hasil penyelidikan terhadap kematian perempuan SA (25). Korban SA dimutilasi, dan potongan tubuhnya dibuang di aliran Sungai Batang Anai.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"9:1-9:457\">Potongan tubuh SA ditemukan secara terpisah di tiga lokasi oleh warga sejak Selasa, 17 Juni 2025. Awalnya, nelayan menemukan potongan tubuh tanpa kepala, tangan, dan kaki di kawasan Kasang. Keesokan harinya, Rabu (18\/6\/2025), warga kembali menemukan potongan kaki di Korong Talao Mundam, Nagari Kataping, sekitar 3 kilometer dari lokasi penemuan tubuh. Pada hari yang sama, bagian kepala dan tangan ditemukan oleh penambang pasir di sekitar TPI Batang Anai.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:220\">\u201cIndikasinya ini masih satu kesatuan,\u201d jelas Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Batang Anai, Iptu Wadriadi, Rabu (18\/6\/2025). \u201cMelihat penemuannya terjadi di aliran sungai yang sama dengan jarak tidak terlalu jauh.\u201d<\/p>\n<p data-sourcepos=\"13:1-13:214\">Kapolres AKBP Ahmad Faisol menegaskan kuat dugaan unsur pidana dalam kasus penemuan potongan tubuh tersebut. Setelah serangkaian penyelidikan, kepolisian pun menangkap SJ, sosok terduga pelaku mutilasi terhadap SA.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"15:1-15:54\"><strong>Dua Korban Lainnya dan Motif yang Masih Diselidiki<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"17:1-17:370\">Dari pengembangan kasus, terungkap bahwa SA bukan korban pembunuhan pertama SJ. Diduga ada dua korban pembunuhan lainnya berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi. Mengingat ketiga korban, termasuk SA, masih memiliki hubungan sebagai teman, pelaku diduga sudah melakukan pembunuhan berantai. Namun, polisi masih menyelidiki motif di balik pembunuhan dua korban lainnya.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"19:1-19:227\">\u201cMotifnya belum kita ketahui pasti,\u201d kata AKBP Ahmad Faisol. Kedua korban lainnya tersebut diduga dibunuh oleh pelaku satu tahun yang lalu. \u201cKedua korban memang pernah kami terima laporan kehilangan dari masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"21:1-21:50\"><strong>Kronologi Pengungkapan dan Identifikasi Korban<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"23:1-23:320\">Kasus mutilasi di Batang Anai terkuak dari penemuan empat potong anggota tubuh korban SA, beserta dua cincin yang terpasang di badannya. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, mengatakan keempat potongan tubuh (kepala, badan, tangan sebelah kiri, dan kaki sebelah kanan) ditemukan dalam jangka waktu dua hari.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"25:1-25:452\">\u201cProses pengungkapan ini berjalan lebih cepat dengan bantuan masyarakat,\u201d kata Kapolres, Kamis (19\/6\/2025). Ia menyebut, setelah ditemukan potongan tubuh tersebut, masyarakat mulai mendatangi Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dan memberikan petunjuk akan identitas korban. Identitas SA pun terkuak melalui dua cincin yang dikenakannya. \u201cMelalui keterangan pihak keluarga, kami langsung melakukan penyelidikan, sebelum akhirnya mengamankan pelaku,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"27:1-27:236\">Polisi mengamankan pelaku SJ alias Wanda di kawasan Batang Anai, pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. SJ diamankan tanpa perlawanan setelah selesai mandi, kemudian dibawa ke Mapolres Padang Pariaman untuk menjalani pemeriksaan.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"29:1-29:42\"><strong>Korban Lain dan Hubungan dengan Pelaku<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"31:1-31:304\">Seiring terungkapnya korban lain, kepolisian melakukan penggalian sumur yang menurut pengakuan tersangka SJ digunakan untuk mengubur korban. Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, membenarkan hal tersebut. Sumur itu berada di sebuah rumah yang berlokasi tak jauh dari SMA Negeri 1 Batang Anai.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"33:1-33:376\">Saat polisi melakukan pemeriksaan dan pembongkaran, warga termasuk kerabat korban ikut memadati lokasi. Di sekitar lokasi juga sudah dipasangi garis polisi, dan sebuah ambulans terparkir. \u201cSejak subuh tadi sudah dimulai, polisi sudah datang ke sini,\u201d ujar Jimmy, salah seorang warga sekitar. \u201cTapi sepertinya kalau pembongkaran baru pagi tadi, mungkin sekitar pukul 7 atau 8.\u201d<\/p>\n<p data-sourcepos=\"35:1-35:265\">Seiring pembongkaran, satu korban pembunuhan yang diduga dikubur dalam sumur rumah pun mulai terkuak. Korban adalah SO (23) yang dilaporkan menghilang sejak Januari 2024. \u201cHilangnya sejak Januari 2024. Sudah lebih dari satu tahun,\u201d jelas SU (28), sepupu SO.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"37:1-37:164\">SU mengungkap kedekatan SO dan korban mutilasi SA. \u201cBerteman dengan korban mutilasi itu. Bahkan, korban tersebut juga sering menginap di rumah Siska (SO),\u201d ujar SU.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"39:1-39:268\">SU juga mengungkap sosok pelaku SJ yang sebenarnya adalah pacar dari SO. \u201cHubungan mereka memang pacaran,\u201d kata SU. Hubungan asmara antara SO dan SJ telah terjalin cukup lama, sejak 2019. \u201cKeduanya sudah pacaran sejak 2019. Jadi memang sudah cukup lama,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"41:1-41:296\">Tak hanya itu, pelaku SJ juga dikenal dekat dengan keluarga korban SO. \u201cPelaku ini sangat dekat dengan keluarga korban, bahkan dikenal sebagai sosok yang baik,\u201d jelasnya. Saat Lebaran, ketika korban SO dinyatakan hilang, pelaku masih sempat datang ke rumah dan memberikan THR kepada adik-adik SO.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"43:1-43:195\">Rumah tempat korban SO diduga dikubur merupakan rumah milik pelaku SJ sendiri. \u201cTempat korban dikubur ini adalah rumah SJ. Jadi kami benar-benar tidak menyangka hal seperti ini terjadi,\u201d kata SU.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"45:1-45:127\">Sementara, korban lainnya dikabarkan adalah AG (24), seorang mahasiswi yang juga merupakan teman sekampus korban SO dan SA.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"47:1-47:31\"><strong>Sosok dan Keseharian Pelaku<\/strong><\/p>\n<p data-sourcepos=\"49:1-49:337\">Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, sebelumnya mengungkap identitas pelaku mutilasi yang ditangkap. \u201cAlhamdulillah, kami berhasil mengamankan pelaku yang 3 hari terakhir menghebohkan masyarakat,\u201d kata AKBP Ahmad Faisol. Pelaku adalah SJ alias Wanda, usia 25 tahun, warga Pasar Usang, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"51:1-51:332\">Sosok dan keseharian pelaku SJ diungkap oleh tetangga maupun rekan kerjanya. Ia diketahui bergaul seperti pemuda seumurannya. Salah seorang rekan kerjanya mengungkap SJ dikenal sebagai sosok yang biasa-biasa saja. Ia bekerja sebagai satuan pengamanan di salah satu pabrik pembuatan bahan bangunan di jalan lintas Padang-Bukittinggi.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"53:1-53:286\">\u201cDi tempat kerja biasa-biasa saja, tetap bergaul,\u201d kata rekan SJ yang enggan disebutkan namanya, Kamis (19\/6\/2025). \u201cTetap bermain dan mengobrol dengan teman-teman lainnya, tidak ada yang mencurigakan.\u201d Rekan tersebut mengaku terkejut mendengar kabar bahwa SJ terlibat kasus mengerikan.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"55:1-55:387\">Seorang tetangga pelaku, Gusniati, juga mengatakan hal senada. \u201cBiasa saja anaknya, sering lewat, sering menyapa,\u201d katanya. Meski demikian, SJ jarang di rumah karena sibuk bekerja. Sepulang bekerja di pabrik, SJ biasanya pergi ke sungai untuk menambang pasir. \u201cJadi pulang itu kadang hanya untuk makan, tidur atau istirahat,\u201d jelas Gusniati. Ia juga mengaku terkejut mendengar kabar ini.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/113199?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang tetangga pelaku, Gusniati, juga mengatakan hal senada. \u201cBiasa saja anaknya, sering lewat, sering menyapa,\u201d katanya. Meski demikian, SJ jarang di rumah karena sibuk bekerja. Sepulang bekerja di pabrik, SJ biasanya pergi ke sungai untuk menambang pasir. \u201cJadi pulang itu kadang hanya untuk makan, tidur atau istirahat,\u201d jelas Gusniati. Ia juga mengaku terkejut mendengar kabar ini.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":113200,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[27965,27852,872,27969,25736,27972,27959,421,27961,27968,27960,27864,27967,27971,3984,2070,27963,27964,27970,27962,27966,3338],"class_list":["post-113199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-ag","tag-kapolres-padang-pariaman","tag-kekerasan","tag-korban-mutilasi-sa-ditemukan","tag-kriminal-sumatera-barat","tag-motif-pembunuhan-berantai","tag-mutilasi","tag-nasional","tag-padang-pariaman","tag-pelaku-mutilasi-sj-ditangkap","tag-pembunuhan-berantai","tag-pembunuhan-berantai-padang-pariaman","tag-penemuan-mayat","tag-pengungkapan-kasus-mutilasi-sumbar","tag-peristiwa","tag-prabowo","tag-septia-adinda-sa","tag-siska-oktavia-rusdi-so","tag-siska-oktavia-rusdi-dikubur-sumur","tag-sj-alias-wanda","tag-sumur-tua","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/Kasus-mutilasi-ungkap-pembunuhan-berantai-Padang-Pariaman-Sumatera-Barat-sosok-pelaku-dan-korban20.jpeg?fit=640%2C359&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/113199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=113199"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/113199\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/113200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=113199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=113199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=113199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}