{"id":115390,"date":"2025-06-24T00:47:47","date_gmt":"2025-06-23T17:47:47","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=115390"},"modified":"2025-06-24T00:50:00","modified_gmt":"2025-06-23T17:50:00","slug":"jadi-narasumber-di-uin-ar-raniry-guru-besar-iran-agama-tak-bisa-dipahami-secara-parsial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/24\/jadi-narasumber-di-uin-ar-raniry-guru-besar-iran-agama-tak-bisa-dipahami-secara-parsial\/","title":{"rendered":"Jadi Narasumber di UIN Ar-Raniry, Guru Besar Iran: Agama Tak Bisa Dipahami Secara Parsial"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Cendekiawan asal Iran, Prof Dr Hossein Mottaqi, menyebut pemahaman terhadap agama sendiri akan tetap parsial jika tidak disertai dengan kajian lintas agama.<\/p>\n<p>Hal itu ia sampaikan dalam Webinar Kajian Studi Islam Seri Ke-4 yang digelar Program Studi S3 Studi Islam UIN Ar-Raniry, Senin (23\/6)2025).<\/p>\n<p>\u201cJika seseorang hanya mengenal agamanya sendiri, sejatinya ia belum memahami agamanya secara utuh,\u201d kata Mottaqi dalam forum yang digelar secara daring.<\/p>\n<p>Guru besar dari Adyan University, Qom, itu menekankan pentingnya memahami teks-teks suci lintas agama demi membangun pandangan teologis yang lebih menyeluruh.<\/p>\n<p>Menurut dia, studi perbandingan agama dapat memperlihatkan titik temu nilai-nilai Islam, Kristen, dan Yahudi, terutama dalam konsep ketuhanan, moralitas dan ibadah.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan dalam Islam sendiri, kajian semacam ini bukan hal baru. Ulama seperti Ibn Hazm dan Al-Mas\u2019udi pada masa klasik telah melakukan pembacaan terhadap kitab suci agama lain, tidak hanya sebagai bentuk pengenalan, tetapi juga sebagai bagian dari dialog dan penguatan argumen teologis.<\/p>\n<p>Mottaqi memaparkan lima ciri teks suci: berasal dari wahyu Ilahi, terlindungi dari perubahan, muncul seiring dengan lahirnya agama, berpengaruh terhadap masyarakat, serta mengandung ajaran moral dan kisah nabi.<\/p>\n<p>Ia menyebut Al-Qur\u2019an sebagai satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya secara historis dan teologis. \u201cIni bukan sekadar klaim iman, tapi juga dasar metodologis dalam studi perbandingan agama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mottaqi membahas perbedaan tradisi penulisan kitab. Teks-teks Yahudi dan Kristen, katanya, mengalami penyusunan ulang setelah pengasingan ke Babilonia, sedangkan Al-Qur\u2019an diwariskan melalui tradisi hafalan sejak masa Nabi Muhammad dan dikodifikasi pada masa Khalifah Utsman.<\/p>\n<p>Meski ada pandangan ulama Syiah terkait variasi mushaf, umat Islam secara umum merujuk pada mushaf Utsmani.<br \/>\nIa menyayangkan minimnya pembelajaran perbandingan agama di lembaga pendidikan Islam.<\/p>\n<p>Padahal, pemahaman terhadap teks agama lain bisa menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan global. Ia mencontohkan Muhammad Rasyid Ridha yang aktif mengkaji teks agama lain untuk membela Islam secara ilmiah.<\/p>\n<p>\u201cTanpa kajian lintas agama, kita sulit menyampaikan pembelaan yang objektif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menjawab pertanyaan peserta soal konflik Yahudi-Islam, Mottaqi menegaskan bahwa masalahnya bukan hanya politik, tetapi menyangkut identitas dan teologi. Ia mengkritik doktrin eksklusif seperti \u201cthe Chosen People\u201d yang, menurutnya, memperkeruh relasi antaragama.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara identitas keagamaan Yahudi dan ideologi politik Zionisme.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan semata konflik geopolitik. Ini konflik teologis dan identitas,\u201d kata Mottaqi.<br \/>\nMenutup paparannya, ia mengajak mahasiswa membuka diri terhadap kajian lintas agama.<\/p>\n<p>\u201cBukan untuk menyamakan keyakinan, tapi untuk membangun dialog yang sehat dan menghindari narasi permusuhan,\u201d ujar Mottaqi.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/115390?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjawab pertanyaan peserta soal konflik Yahudi-Islam, Mottaqi menegaskan bahwa masalahnya bukan hanya politik, tetapi menyangkut identitas dan teologi. Ia mengkritik doktrin eksklusif seperti \u201cthe Chosen People\u201d yang, menurutnya, memperkeruh relasi antaragama.<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":115392,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[31521,31536,31533,1646,31535,31512,31532,31530,31515,31511,31514,31529,31528,31531,31517,13618,31526,31523,31522,31525,31534,31513,31518,279,31520,31527,5114,31524,31516,31519,31537],"class_list":["post-115390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-adyan-university","tag-agama-dan-identitas","tag-al-masudi","tag-al-quran","tag-dialog-antariman","tag-hossein-mottaqi","tag-ibn-hazm","tag-interfaith-dialogue","tag-islam-dan-kristen","tag-kajian-lintas-agama","tag-kitab-suci","tag-konflik-islam-yahudi","tag-konflik-teologis","tag-muhammad-rasyid-ridha","tag-mushaf-utsmani","tag-pendidikan-islam","tag-perbandingan-teologi","tag-qom-iran","tag-s3-studi-islam","tag-studi-agama-di-aceh","tag-studi-lintas-kitab-suci","tag-studi-perbandingan-agama","tag-sunni","tag-syiah","tag-the-chosen-people","tag-toleransi-agama","tag-uin-ar-raniry","tag-webinar-islam","tag-yahudi","tag-zionisme","tag-zionisme-dan-yahudi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/WhatsApp-Image-2025-06-23-at-23.56.22-e1750700820537.jpeg?fit=800%2C438&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/115390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=115390"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/115390\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/115392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=115390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=115390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=115390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}