{"id":117321,"date":"2025-06-27T08:33:54","date_gmt":"2025-06-27T01:33:54","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=117321"},"modified":"2025-06-27T08:33:54","modified_gmt":"2025-06-27T01:33:54","slug":"syarat-masuk-ipdn-2025-wajib-sertifikat-toefl-minimal-400","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/27\/syarat-masuk-ipdn-2025-wajib-sertifikat-toefl-minimal-400\/","title":{"rendered":"Syarat Masuk IPDN 2025: Wajib Sertifikat TOEFL Minimal 400"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menetapkan syarat baru untuk pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2025. Salah satu syarat utamanya adalah sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti TOEFL dengan skor minimal 400 atau IELTS minimal 5.0.<\/p>\n<p>Namun, persyaratan ini tidak berlaku bagi pendaftar yang berasal dari enam provinsi di wilayah Papua: Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.<\/p>\n<p>Pendaftaran sekolah kedinasan IPDN akan dibuka mulai 29 Juni hingga 18 Juli 2025, sehingga calon peserta diimbau segera melengkapi persyaratannya.<\/p>\n<p>Persyaratan Masuk IPDN 2025<br \/>\n1. Persyaratan Umum<\/p>\n<p>Warga Negara Indonesia (WNI)<br \/>\nUsia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun per 1 Januari 2025<br \/>\nTinggi badan minimal 160 cm (laki-laki) dan 155 cm (perempuan)<br \/>\n2. Persyaratan Administratif<\/p>\n<p>Lulusan SMA\/MA (bukan SMK atau Paket C) dengan nilai rata-rata ijazah minimal:<br \/>\n73,00 untuk pendaftar umum<br \/>\n65,00 khusus untuk pendaftar dari wilayah Papua<br \/>\nLulusan luar negeri wajib melampirkan surat penyetaraan dari kementerian terkait<br \/>\nSurat Keterangan Lulus (SKL) 2025 harus mencantumkan nilai akhir kelas 12 dan ditandatangani kepala sekolah<br \/>\nNilai Bahasa Inggris pada ijazah\/SKL minimal 75,00 (kecuali wilayah Papua)<br \/>\nBukti kemampuan bahasa Inggris berupa:<br \/>\nSertifikat TOEFL skor minimal 400, atau<br \/>\nSertifikat IELTS skor minimal 5.0<br \/>\n(Dikecualikan bagi pendaftar dari wilayah Papua)<br \/>\n3. Domisili<\/p>\n<p>Berdomisili minimal satu tahun di kabupaten\/kota tempat mendaftar (dibuktikan dengan KTP dan KK atau KIA)<br \/>\nJika berdomisili kurang dari satu tahun, dapat mendaftar di lokasi sekolah asal dengan bukti:<br \/>\nRapor dan KK (jika tidak ikut orang tua)<br \/>\nRapor dan KK (jika ikut orang tua)<br \/>\n4. Formasi Orang Asli Papua (OAP)<\/p>\n<p>Melampirkan Surat Keterangan OAP dari ketua\/anggota Majelis Rakyat Papua dan disahkan oleh kepala distrik<br \/>\n5. Persyaratan Tambahan<\/p>\n<p>Ijazah\/SKL lulusan 2025<br \/>\nAlamat email dan nomor HP aktif<br \/>\nPasfoto terbaru ukuran 4&#215;6 cm, latar merah, memakai pakaian putih formal<br \/>\n6. Larangan dan Ketentuan Lain<\/p>\n<p>Tidak sedang atau pernah menjalani hukuman pidana<br \/>\nTidak bertindik atau memiliki bekas tindik (laki-laki, kecuali karena adat)<br \/>\nTidak berkacamata atau memakai lensa kontak<br \/>\nTidak bertato<br \/>\nBelum pernah menikah, hamil, atau melahirkan (untuk perempuan)<br \/>\nTidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari IPDN atau perguruan tinggi lain<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/117321?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Infoaceh.net \u2014 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menetapkan syarat baru untuk pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2025. Salah satu syarat utamanya adalah sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti TOEFL dengan skor minimal 400 atau IELTS minimal 5.0. Namun, persyaratan ini tidak berlaku bagi pendaftar yang berasal dari enam provinsi di wilayah Papua: Papua, Papua Barat, Papua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":400001,"featured_media":117322,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12],"tags":[1178,6390,3146],"class_list":["post-117321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-asn","tag-ipdn","tag-utama"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/IMG-20250627-WA0001.jpg?fit=700%2C393&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/117321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400001"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=117321"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/117321\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/117322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=117321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=117321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=117321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}