{"id":117679,"date":"2025-06-28T07:36:14","date_gmt":"2025-06-28T00:36:14","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=117679"},"modified":"2025-06-28T07:36:14","modified_gmt":"2025-06-28T00:36:14","slug":"turis-polandia-ngamuk-di-leang-leang-kesal-direkam-dan-diteriaki-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/28\/turis-polandia-ngamuk-di-leang-leang-kesal-direkam-dan-diteriaki-warga\/","title":{"rendered":"Turis Polandia Ngamuk di Leang-leang, Kesal Direkam dan Diteriaki Warga"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"277\" data-end=\"580\"><strong data-start=\"277\" data-end=\"300\">MAROS, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Seorang turis asal Polandia, Piotr Marcin Lubawy (42), terekam kamera mengamuk di kawasan wisata alam karst Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Aksinya yang nyaris melempar batu ke arah warga mendadak viral dan memicu polemik di media sosial.<\/p>\n<p data-start=\"582\" data-end=\"908\">Insiden bermula saat Piotr tengah melakukan perjalanan hiking dari Balocci, Kabupaten Pangkep menuju Bantimurung.<\/p>\n<p data-start=\"582\" data-end=\"908\">Di tengah jalan, sejumlah anak-anak dan warga lokal terlihat mengikuti dan merekamnya sambil meneriakkan kata-kata yang dianggap mengganggu. Turis asing tersebut pun terlihat naik pitam dan mengancam dengan batu.<\/p>\n<p data-start=\"910\" data-end=\"1235\">Kapolsek Bantimurung, AKP Siswandy, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut insiden itu terjadi akibat miskomunikasi. \u201cYang bersangkutan ini murni datang untuk berwisata, tapi ada kendala bahasa sehingga terjadi salah paham. Ia diteriaki oleh anak-anak saat hiking dan merasa terganggu,\u201d ujar Siswandy, Jumat (27\/6\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"1237\" data-end=\"1449\">Piotr diketahui telah lima hari berada di Maros untuk menikmati keindahan alam kawasan karst yang mendunia itu. Ia sebelumnya sempat berkeliling ke Afrika, India, dan Malaysia sebelum singgah ke Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p data-start=\"1451\" data-end=\"1633\">\u201cDia ke Leang-leang dan Bantimurung memang untuk mengeksplorasi keindahan alam. Sayangnya, karena perbedaan budaya dan bahasa, terjadi ketegangan kecil di lapangan,\u201d terang Siswandy.<\/p>\n<p data-start=\"1635\" data-end=\"1845\">Menanggapi videonya yang viral, Piotr menjelaskan bahwa ia marah karena merasa privasinya terganggu. Ia mengaku sudah meminta warga agar tidak merekam, namun karena kendala bahasa, permintaannya tidak dipahami.<\/p>\n<p data-start=\"1847\" data-end=\"1999\">\u201cSaya sudah menyuruh mereka pergi, tapi mereka tidak mengerti. Akhirnya saya marah dan mengancam pakai batu karena merasa tidak dihormati,\u201d jelas Piotr.<\/p>\n<p data-start=\"2001\" data-end=\"2252\">Polisi memastikan bahwa situasi kini sudah kondusif. Tak ada tindakan kekerasan lanjutan dan pihak kepolisian telah memberikan imbauan kepada masyarakat setempat agar lebih menghargai wisatawan asing, serta pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/117679?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kapolsek Bantimurung, AKP Siswandy, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut insiden itu terjadi akibat miskomunikasi. \u201cYang bersangkutan ini murni datang untuk berwisata, tapi ada kendala bahasa sehingga terjadi salah paham. Ia diteriaki oleh anak-anak saat hiking dan merasa terganggu,\u201d ujar Siswandy, Jumat (27\/6\/2025).<\/p>\n","protected":false},"author":400000,"featured_media":114326,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[34268,34272,34271,34267,34274,34266,34265,34273,34270,34269],"class_list":["post-117679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-bantimurung","tag-budaya-dan-bahasa","tag-konflik-wisatawan","tag-leang-leang-maros","tag-piotr-marcin-lubaw","tag-piotr-marcin-lubawy","tag-turis-ngamuk-di-maros","tag-turis-polandia-ngamuk-di-maros","tag-viral-turis-polandia","tag-wisata-sulawesi-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/ilustrasi-kelompok-mafia_169.jpeg?fit=1200%2C675&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/117679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400000"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=117679"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/117679\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/114326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=117679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=117679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=117679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}