{"id":118383,"date":"2025-06-29T15:25:20","date_gmt":"2025-06-29T08:25:20","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=118383"},"modified":"2025-06-29T15:25:20","modified_gmt":"2025-06-29T08:25:20","slug":"mendikdasmen-abdul-muti-jangan-ada-anak-aceh-tak-sekolah-karena-miskin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/06\/29\/mendikdasmen-abdul-muti-jangan-ada-anak-aceh-tak-sekolah-karena-miskin\/","title":{"rendered":"Mendikdasmen Abdul Mu\u2019ti: Jangan Ada Anak Aceh Tak Sekolah karena Miskin"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Dr Abdul Mu\u2019ti MEd menegaskan tak boleh ada satu pun anak di Aceh yang tertinggal dari pendidikan hanya karena faktor kemiskinan atau lokasi tempat tinggal.<\/p>\n<p>Pernyataan ini ia sampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Peningkatan Kualitas Pendidikan Aceh, Sabtu malam, 28 Juni 2025, di aula Dinas Pendidikan Aceh.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan adalah hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Keadilan akses dan kualitas harus diwujudkan secara bersamaan,\u201d tegas Mu\u2019ti di hadapan para kepala dinas, pimpinan lembaga pendidikan, dan pejabat balai pendidikan dari seluruh Aceh.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti kesenjangan mutu pendidikan antara Jawa dan luar Jawa, termasuk Aceh.<\/p>\n<p>Menurutnya, pembelajaran harus bergeser dari mengejar nilai semata menuju pendekatan deep learning yang menyentuh aspek emosi, kebiasaan, dan relasi sosial siswa.<\/p>\n<p>\u201cAnak-anak kita hidup dalam dunia penuh distraksi. Dibutuhkan metode yang lebih manusiawi dan menyeluruh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mu\u2019ti memperkenalkan konsep tujuh kebiasaan baik pelajar, yaitu: tidur tepat waktu, bangun pagi, ibadah rutin, olahraga, makan sehat, rajin belajar, dan aktif bersosialisasi. Ia menyebut budaya malas gerak dan kecanduan gawai sebagai tantangan serius yang harus diatasi melalui pembiasaan hidup sehat.<\/p>\n<p>Dalam hal penguatan karakter, Mu\u2019ti menekankan peran penting guru, termasuk guru Bimbingan Konseling.<\/p>\n<p>\u201cGuru BK bukan tukang hukum, mereka harus menjadi sahabat yang membimbing siswa,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga memaparkan arah kebijakan nasional yang mencakup revitalisasi sekolah, pelatihan guru, penguatan kurikulum, dan penggunaan teknologi pembelajaran interaktif.<\/p>\n<p>\u201cAceh punya kekuatan nilai budaya dan religius. Dengan langkah nyata bersama, saya yakin Aceh bisa jadi pelopor pendidikan karakter di Indonesia,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Acara berlangsung interaktif, ditandai sesi tanya jawab langsung dengan Menteri Mu\u2019ti yang difasilitasi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis.<\/p>\n<p>Seminar ini turut dihadiri oleh Plt. Sekda Aceh M. Nasir Syamaun, pejabat eselon, kepala lembaga pendidikan seperti BPMP, BGTK, Balai Bahasa, dinas pendidikan kabupaten\/kota se-Aceh, serta perwakilan legislatif dan organisasi profesi pendidikan seperti Ketua Komisi VI DPRA, PGRI, IGI, KOBAR-GB, MKKS, dan MKPS.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/118383?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Dr Abdul Mu\u2019ti MEd menegaskan tak boleh ada satu pun anak di Aceh yang tertinggal dari pendidikan hanya karena faktor kemiskinan atau lokasi tempat tinggal. Pernyataan ini ia sampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Peningkatan Kualitas Pendidikan Aceh, Sabtu malam, 28 Juni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":118384,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-118383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/06\/IMG-20250629-WA0025.jpg?fit=865%2C667&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/118383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=118383"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/118383\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/118384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=118383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=118383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=118383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}