{"id":119368,"date":"2025-07-01T15:38:09","date_gmt":"2025-07-01T08:38:09","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=119368"},"modified":"2025-07-01T15:38:09","modified_gmt":"2025-07-01T08:38:09","slug":"tom-lembong-sebut-jokowi-perintahkan-impor-gula-aktor-utama-korupsi-masih-misterius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/07\/01\/tom-lembong-sebut-jokowi-perintahkan-impor-gula-aktor-utama-korupsi-masih-misterius\/","title":{"rendered":"Tom Lembong Sebut Jokowi Perintahkan Impor Gula, Aktor Utama Korupsi Masih Misterius?"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net<\/b>\u00a0 &#8211; Perlahan tapi pasti, siapa di belakang kasus korupsi impor gula, akhirnya terkuak.<\/p>\n<p>Saat ini tersangka utama kasus korupsi impor gula itu adalah eks Menteri Perdagangan (Mendag) 2015-2016, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.<\/p>\n<p>Namun, tampaknya aktor intelektual itu bukan Tom Lembong, ada yang lebih kuat.<\/p>\n<p>Publik pun bertanya siapa gerangan sosok kuat tersebut?<\/p>\n<p>Pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (30\/6\/2025), Tim Lembong diperiksa sebagai saksi mahkota.<\/p>\n<p>Pada saat itulah Tim Lembong akhirnya bisa sedikit &#8220;bernyanyi&#8221; soal korupsi impor gula tersebut.<\/p>\n<p>Tom memiliki kesempatan yang cukup leluasa dan panjang untuk memberikan keterangan dari sudut pandangnya sendiri.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, ia bersaksi untuk eks Direktur PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), terdakwa lain dalam kasus impor gula.<\/p>\n<p>Dalam kesaksiannya, Tom mengungkap bagaimana awal mula penugasan pembentukan stok dan pengendalian harga gula nasional.<\/p>\n<p>Menurut Tom, awal mula pihaknya membuka keran impor dan operasi pasar gula berasal dari perintah Presiden RI Ke-7 <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>).<\/p>\n<p>Pada kurun Agustus sampai September 2015, pemerintahan Jokowi dihadapkan pada gejolak harga bahan pangan.<\/p>\n<p>Jokowi lalu memprioritaskan sektor perdagangan agar harga komoditas bahan pokok itu bisa dikendalikan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami kemudian menindaklanjuti perintah Presiden agar pemerintah segera menindak, mengambil tindakan yang diperlukan untuk meredam gejolak harga-harga tersebut,&#8221; ujar Tom Lembong dikutip dari Kompas.com.<\/p>\n<p>Adapun perintah Jokowi disampaikan melalui sidang kabinet maupun pertemuan bilateral.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, Tom bahkan mengungkapkan ia beberapa kali dihubungi Jokowi melalui sambungan telepon.<\/p>\n<p>Presiden menanyakan perkembangan upaya mengendalikan harga pangan, termasuk gula pada 2015.<\/p>\n<p>Menurutnya, Jokowi memang biasa menelepon menteri melalui ajudannya.<\/p>\n<p>Kadang-kadang telepon dilakukan saat tengah malam.<\/p>\n<p>&#8220;Dan dalam beberapa kali beliau menelepon saya, beliau juga mengecek status upaya kami dalam meredam gejolak harga pangan, apakah itu melalui importasi pangan atau melalui kebijakan-kebijakan lainnya,&#8221; kata Tom.<\/p>\n<p>Menurut Tom, Jokowi bahkan beberapa kali memintanya untuk bertemu empat mata guna membicarakan masalah perdagangan.<\/p>\n<p>Pertemuan biasanya dilakukan di Istana Bogor, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Jika pun pertemuan dihadiri orang lain, paling banyak sekitar empat orang.<\/p>\n<p>&#8220;Saya biasanya berbincang langsung, termasuk empat mata atau hanya bertiga berempat dengan Bapak Presiden saat itu sekali setiap bulan atau sekali setiap dua bulan,&#8221; tutur Tom.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Tom mengaku tidak cawe-cawe atau ikut campur dalam penunjukan delapan perusahaan swasta yang menjadi importir gula.<\/p>\n<p>Menurut Tom, kewenangan penunjukan itu berada pada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).<\/p>\n<p>Penunjukan delapan importir merupakan aksi korporasi dan bukan wilayah Kementerian Perdagangan.<\/p>\n<p>Jika terdapat kementerian yang bisa ikut campur, adalah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).<\/p>\n<p>Sebab, PT PPI merupakan perusahaan pelat merah yang berada di bawah naungan Kementerian BUMN.<\/p>\n<p>&#8220;Itu adalah keputusan manajemen dan kementerian teknis seperti Kementerian Perdagangan tidak boleh intervensi ke corporate action atau keputusan transaksi komersial,&#8221; ujar Tom.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/119368?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net\u00a0 &#8211; Perlahan tapi pasti, siapa di belakang kasus korupsi impor gula, akhirnya terkuak. Saat ini tersangka utama kasus korupsi impor gula itu adalah eks Menteri Perdagangan (Mendag) 2015-2016, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong. Namun, tampaknya aktor intelektual itu bukan Tom Lembong, ada yang lebih kuat. Publik pun bertanya siapa gerangan sosok kuat tersebut? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":119369,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[3338],"class_list":["post-119368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/07\/Tom-Lembong-akan-hadiri-sidang-perdana-praperadilan.jpg?fit=640%2C359&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/119368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=119368"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/119368\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/119369"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=119368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=119368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=119368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}