{"id":121359,"date":"2025-07-04T19:51:07","date_gmt":"2025-07-04T12:51:07","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=121359"},"modified":"2025-07-04T19:51:07","modified_gmt":"2025-07-04T12:51:07","slug":"125-tahun-penjara-dan-masih-bisa-balik-ke-jabatan-publik-setnov-disayang-ma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/07\/04\/125-tahun-penjara-dan-masih-bisa-balik-ke-jabatan-publik-setnov-disayang-ma\/","title":{"rendered":"12,5 Tahun Penjara dan Masih Bisa Balik ke Jabatan Publik: Setnov \u201cDisayang\u201d MA?"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net<\/b>\u00a0 &#8211; Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menghormati putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyunat hukuman mantan ketua DPR, Setya Novanto.<\/p>\n<p>Sarmuji meyakini MA memiliki dasar pertimbangan sehingga meringankan hukuman Setya Novanto.<\/p>\n<p>&#8220;MA mungkin punya pertimbangan meringankan. Kita enggak tahu karena MA yang mempelajari dan memutuskan,&#8221; kata Sarmuji kepada Tribunnews.com, Jumat (4\/7\/2025).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR ini menegaskan bahwa partainya menghormati putusan MA.<\/p>\n<p>&#8220;Terhadap putusan pengadilan yang bisa kita komentari, kita menghormati putusan pengadilan,&#8221; ujar Sarmuji.<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, MA telah mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto.<\/p>\n<p>Hukuman mantan Ketua DPR RI itu saat ini berubah menjadi 12 tahun dan 6 bulan penjara dari sebelumnya 15 tahun.<\/p>\n<p>\u201cAmar putusan: KABUL,\u201d dikutip dari laman Kepaniteraan MA, Rabu (2\/7\/2025).<\/p>\n<p>Perkara PK Setya Novanto diadili oleh ketua majelis Surya Jaya dengan hakim anggota Sinintha Yuliansih Sibarani dan Sigid Triyono. Panitera Pengganti Wendy Pratama Putra.<\/p>\n<p>Putusan perkara nomor: 32 PK\/Pid.Sus\/2020 itu dibacakan pada Rabu, 4 Juni 2025.<\/p>\n<p>MA membutuhkan waktu 1.956 hari untuk memutus perkara tersebut (didaftarkan pada 6 Januari 2020).<\/p>\n<p>Adapun Setya Novanto dinilai terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.<\/p>\n<p>\u201cPidana penjara selama 12 tahun dan 6 (enam) bulan dan pidana denda Rp500.000.000,00 subsidair 6 (enam) bulan kurungan,\u201d ucap hakim MA dalam putusannya.<\/p>\n<p>Selain itu, Novanto juga dihukum membayar uang pengganti sejumlah 7.300.000 dolar Amerika Serikat dikompensasi sebesar Rp5 miliar yang telah dititipkan oleh terpidana kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>) dan yang telah disetorkan terpidana.<\/p>\n<p>\u201cSisa UP (uang pengganti) Rp49.052.289.803,00 subsidair 2 tahun penjara.\u201d<\/p>\n<p>Selain itu, Setnov juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk menduduki jabatan publik selama 2 tahun dan 6 bulan terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Setnov yang merupakan politikus Partai Golkar dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.<\/p>\n<p>Dia juga dihukum membayar uang pengganti sebesar 7,3 juta dolar AS dikurangi Rp5 miliar yang telah diberikan terdakwa kepada penyidik KPK dengan ketentuan subsider 2 tahun kurungan penjara.<\/p>\n<p>Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa mencabut hak untuk menduduki jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak terpidana menjalani masa pemidanaan.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/121359?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkara PK Setya Novanto diadili oleh ketua majelis Surya Jaya dengan hakim anggota Sinintha Yuliansih Sibarani dan Sigid Triyono. Panitera Pengganti Wendy Pratama Putra.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121360,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[3338],"class_list":["post-121359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/07\/setya-novanto-jalani-pemeriksaan-lanjutan_20171123_183147.jpg?fit=640%2C359&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/121359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=121359"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/121359\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/121360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=121359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=121359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=121359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}