{"id":121543,"date":"2025-07-05T02:37:40","date_gmt":"2025-07-04T19:37:40","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=121543"},"modified":"2025-07-05T02:37:40","modified_gmt":"2025-07-04T19:37:40","slug":"bejat-tak-terkira-pendeta-cabuli-4-putri-tukang-kebun-selama-2-tahun-dalihnya-khilaf-dan-kasih-sayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/07\/05\/bejat-tak-terkira-pendeta-cabuli-4-putri-tukang-kebun-selama-2-tahun-dalihnya-khilaf-dan-kasih-sayang\/","title":{"rendered":"Bejat Tak Terkira! Pendeta Cabuli 4 Putri Tukang Kebun Selama 2 Tahun, Dalihnya Khilaf dan Kasih Sayang!"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net &#8211;<\/b> Pria berinisial T menceritakan bagaimana awal mula keempat putrinya bisa dicabuli oleh pendeta di Blitar, Jawa Timur berinisial DKBH (69). Keempat korban berinisial FTP (17), GTP (15), TTP (13), dan NTP (7).<\/p>\n<p>Peristiwa itu bermula saat T bertemu dan berkenalan dengan DKBH pada Desember 2021.<\/p>\n<p>T ditawari bekerja oleh DKBH untuk menjadi sopir pribadinya. Kemudian, pendeta itu mencarikan kontrakan untuk T dan keempat putrinya di belakang gereja.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah tahun 2022 karena penjaga gereja tersebut meninggal dunia, saya ditawari untuk masuk ke dalam gereja dan tinggal di situ, menginap dengan empat putri saya,&#8221; kata T saat diwawancarai di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (4\/7\/2025).<\/p>\n<p>Setelah dua tahun tinggal di gereja, peristiwa pencabulan itu mulai terbongkar saat anak pertama T yang berinisial FTP (17) pamit bermain dengan rekannya, tetapi tak mau pulang lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika saya telfon, dia enggak mau pulang. Akhirnya, saya cari informasi kenapa enggak pulang, dia jawab bahwa dia pindah ke Blitar sama temannya,&#8221; ujar T<\/p>\n<p>Akhirnya, T menyusul putrinya di rumah temannya. Di sana lah FTP menceritakan semuanya.<\/p>\n<p>&#8220;Saat itu, anak saya bilang &#8220;Papih tega, papih enggak peduli sama aku. Aku sudah rusak sama pendeta itu&#8217;,&#8221; ucap T.<\/p>\n<p>FTP mengaku area sensitifnya sudah sering dipegang oleh pendeta tersebut.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, dia juga mengaku pernah dimandikan dan diajak berenang oleh pendeta tersebut.<\/p>\n<p>Mendengar hal itu, T terkejut dan langsung membawa pulang FTP ke Blitar. Setibanya di Blitar, dia langsung menegur DKBH.<\/p>\n<p>&#8220;Dia (pendeta) mengakui perbuatannya. Dia bilang &#8216;khilaf dan tidak seperti itu, itu kasih sayang, saya mandiin anak karena dia anak piatu&#8217;. Saya enggak terima, saya bilang saya memaafkan, tapi saya minta ada rapat gereja,&#8221; ujat T.<\/p>\n<p>Dalam rapat tersebut, DKBH mengakui perbuatannya di depan istrinya dan keempat anggotanya yang lain.<\/p>\n<p>Namun, karena DKBH merupakan pemimpin dari gereja tersebut, maka dia menghukum dirinya sendiri dengan tidak khutbah selama tiga bulan atas perbuatan yang dilakukan.<\/p>\n<p>Namun, setelah itu anak sulung T bercerita lagi bahwa bukan hanya dirinya yang menjadi korban pencabulan.<\/p>\n<p>&#8220;Kakanya bilang adik-adik juga kena (jadi korban pencabulan). Dari situ, saya korek keterangan dari adik-adiknya, baru mereka mengaku,&#8221; ujar T.<\/p>\n<p>Akhirnya, T melaporkan perbuatan pendeta itu ke polisi, tetapi karena mendapat ancaman dia sempat mencabut laporan itu lagi.<\/p>\n<p>&#8220;Pertama kali pas diajak damai ditakut-takuti bahwa kalau nekat melaporkan saya akan sengsara di sana, kemudian anak-anak saya enggak sekolah, terus saya akan tidur di emperan toko atau jembatan, jadi kami ketakutan,&#8221; ucap T.<\/p>\n<p>Sampai akhirnya, ada orang yang berusaha menolong T untuk melaporkan permasalahan tersebut ke Tim Hotman 911 di Jakarta.<\/p>\n<p>Namun, orang yang membantu T dan keempat putrinya mendadak lepas tangan di tengah jalan karena diduga mendapat sogokan uang dari pelaku.<\/p>\n<p>Kini, kasus pencabulan tersebut sudah kembali dilaporkan ke Polda Jawa Timur. Namun, sampai saat ini belum juga naik ke tahap penyidikan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, sebagai Kuasa Hukum para korban, Hotman Paris Hutapea mendesak Polda Jawa Timur untuk segera mengusut tuntas kasus pencabulan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kami menghimbau kepada Kapolda Jawa Timur dan Direktur Tindak Pidana Umum dan Subdit Renakta agar kasus yang dilimpahkan dari Bareskrim agar segera diproses, karena sampai hari ini belum naik sidik,&#8221; tegas Hotman.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/121543?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Kami menghimbau kepada Kapolda Jawa Timur dan Direktur Tindak Pidana Umum dan Subdit Renakta agar kasus yang dilimpahkan dari Bareskrim agar segera diproses, karena sampai hari ini belum naik sidik,&#8221; tegas Hotman.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":121544,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[13959,23799,37463,27203,15306,13958,37462,19185,37461,17186,34369,3338],"class_list":["post-121543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-anak-di-bawah-umur","tag-hotman-paris-hutapea","tag-hukuman-pencabulan","tag-kasus-kriminal","tag-kejahatan-seksual","tag-kekerasan-seksual","tag-korban-pencabulan","tag-pencabulan-anak","tag-pendeta-cabul","tag-perlindungan-anak","tag-polda-jawa-timur","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/07\/pdoapaodpoad.png?fit=640%2C360&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/121543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=121543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/121543\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/121544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=121543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=121543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=121543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}