{"id":122434,"date":"2025-07-06T21:23:12","date_gmt":"2025-07-06T14:23:12","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=122434"},"modified":"2025-07-06T21:23:12","modified_gmt":"2025-07-06T14:23:12","slug":"prajurit-tni-bersihkan-makam-kuno-raja-nagari-bihari-yang-terbengkalai-di-pidie","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/07\/06\/prajurit-tni-bersihkan-makam-kuno-raja-nagari-bihari-yang-terbengkalai-di-pidie\/","title":{"rendered":"Prajurit TNI Bersihkan Makam Kuno Raja Nagari Bihari yang Terbengkalai di Pidie"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pidie, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Di tengah terik matahari, derap langkah prajurit TNI dari Koramil Muara Tiga Kodim 0102\/Pidie berpadu dengan semangat gotong royong masyarakat dalam aksi pelestarian sejarah Aceh.<\/p>\n<p>Mereka tampak bahu-membahu mengangkat batu-batu nisan kuno dari dasar jurang yang berada di kompleks situs pemakaman Raja Nagari Bihari, Gampong Tuha Biheu, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Jum&#8217;at (4\/7\/2025).<\/p>\n<p>Dengan mengenakan rompi kuning kehijauan di atas seragam loreng, para prajurit bersama perangkat gampong dan masyarakat Tuha Peut Biheu melakukan pembersihan serta penataan ulang area makam yang telah lama terbengkalai.<\/p>\n<p>Aksi ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bagian dari upaya penyelamatan situs sejarah yang terus mengalami kerusakan akibat ulah tangan-tangan jahil.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah penyelamatan yang ketiga,\u201d ujar Yusri Ramli dari Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, kompleks makam Raja Nagari Bihari pertama kali ditata pada 2019 oleh Mapesa bersama Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH), Museum Pedir, serta masyarakat setempat. Namun sayangnya, situs tersebut kembali dirusak tak lama setelah itu.<\/p>\n<p>Upaya penyelamatan kedua dilakukan pada 2023, kali ini dengan melibatkan personel dari Kahubdam Iskandar Muda.<\/p>\n<p>Meski begitu, aksi vandalisme tetap berulang. Batu-batu nisan kembali dirusak dan dibuang ke jurang.<\/p>\n<p>Menurut Yusri, berdasarkan hasil kajian paleografi, salah satu batu nisan yang ditemukan memuat inskripsi penting, mengindikasikan bahwa Raja Nagari Bihari memiliki hubungan diplomatik dengan penguasa Kerajaan Lamuri.<\/p>\n<p>Kompleks pemakaman ini pun diyakini berasal dari abad ke-15 Masehi, masa kejayaan Kerajaan Lamuri.<\/p>\n<p>Lebih jauh, kawasan Tuha Biheu diketahui pernah menjadi kota pelabuhan yang strategis di masa lalu. Hal ini diperkuat dengan penemuan fragmen tembikar dan keramik kuno di sekitar situs makam.<\/p>\n<p>Kegiatan yang dilakukan oleh TNI dan masyarakat ini menjadi momentum penting dalam menjaga warisan sejarah Aceh yang nyaris terlupakan.<\/p>\n<p>Harapannya, kawasan makam Raja Nagari Bihari bisa menjadi situs budaya yang terjaga dan menjadi bahan edukasi sejarah bagi generasi mendatang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Editor: M. Saman<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/122434?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih jauh, kawasan Tuha Biheu diketahui pernah menjadi kota pelabuhan yang strategis di masa lalu. Hal ini diperkuat dengan penemuan fragmen tembikar dan keramik kuno di sekitar situs makam.<\/p>\n","protected":false},"author":400001,"featured_media":122438,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[38071,14104,38075,38072,38073,38070,3146,38074],"class_list":["post-122434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-makam-kuno-aceh","tag-mapesa","tag-pelestarian-warisan-budaya","tag-raja-nagari-bihari","tag-situs-sejarah-lamuri","tag-tni-kodim-pidie","tag-utama","tag-vandalisme-situs-sejarah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/07\/WhatsApp-Image-2025-07-06-at-21.18.17-e1751811731522.jpeg?fit=800%2C450&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/122434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400001"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=122434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/122434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/122438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=122434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=122434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=122434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}