{"id":12915,"date":"2020-12-07T22:33:56","date_gmt":"2020-12-07T15:33:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=12915"},"modified":"2020-12-07T22:39:29","modified_gmt":"2020-12-07T15:39:29","slug":"ipw-desak-jokowi-copot-kapolri-dan-bentuk-tpf-setelah-tewasnya-6-pengikut-habib-rizieq","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/12\/07\/ipw-desak-jokowi-copot-kapolri-dan-bentuk-tpf-setelah-tewasnya-6-pengikut-habib-rizieq\/","title":{"rendered":"IPW Desak Jokowi Copot Kapolri dan Bentuk TPF Setelah Tewasnya 6 Pengikut Habib Rizieq"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong>Jakarta<\/strong> &#8212; Insiden penembakan 6 Laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab di Tol Jakarta &#8211; Cikampek, Senin (7\/12) dini hari, mendapat tanggapan dari Indonesia Police Watch ( IPW).<\/p>\n<p>Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo harus mencopot Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabaintelkam Polri Komjen Rycko Amelza.<\/p>\n<p>Neta menilai bahwa Idham Aziz merupakan pihak paling bertanggungjawab atas tewasnya keenam anggota FPI tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Presiden Jokowi harus segera mencopot Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabaintelkam Polri Komjen Rycko Amelza, sehubungan terjadinya kasus penembakan yang menewaskan enam anggota FPI,&#8221; ujar Neta melalui keterangan tertulis, Senin.<\/p>\n<p>Idham dinilai Neta tidak mencerminkan sikap profesional, modern dan terpercaya (promoter) dengan membiarkan kerumunan di Bandara Soekarno Hatta saat kepulangan Rizieq, pada 10 November lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak promoter-nya Idham Azis dalam mengantisipasi kasus Rizieq, sudah terlihat sejak kedatangan pimpinan FPI itu di Bandara Soetta, yang tidak diantisipasi dengan profesional tapi terbiarkan hingga menimbulkan masalah,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Di samping usul mencopot Kapolri, Neta juga mendesak Presiden untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen untuk mengungkap kasus.<\/p>\n<p>Pasalnya, terdapat perbedaan keterangan antara pihak polisi dan FPI dalam menjelaskan apa yang terjadi di Kilometer 50 Tol Cikampek, pada Senin dini hari tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, IPW mendesak agar segera dibentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk mengungkapkan, apa yang terjadi sebenarnya. Sebab antara versi Polri dan versi FPI sangat jauh berbeda penjelasannya,&#8221; tandas Neta.<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya, polisi menembak enam dari 10 orang yang disebut merupakan simpatisan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Kilometer 50, pada Senin (7\/12\/2020) dini hari.<\/p>\n<p>Kapolda Metro Jaya Fadil Imran mengatakan bahwa penembakan terhadap enam orang tersebut dilakukan karena mereka diduga melakukan penyerangan terhadap jajarannya saat menjalani tugas penyelidikan kasus Rizieq.<\/p>\n<p>&#8220;Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS, dan meninggal dunia sebanyak enam orang,&#8221; ujar Fadil dalam konferensi pers, Senin.<\/p>\n<p>Menurut Fadil, ada tiga peluru senjata api asli yang telah digunakan dalam aksi penyerangan terhadap polisi itu.<\/p>\n<p>&#8220;Asli (bukan senpi rakitan). Ini sudah ada tiga yang ditembakkan,&#8221; tambah Fadil.<\/p>\n<p>Fadil menjelaskan bahwa awalnya polisi bergerak ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk meyelidiki informasi tentang pengerahan massa ke Jakarta.<\/p>\n<p>Massa tersebut diduga akan mengawal pemeriksaan Rizieq di Mapolda Metro pada Senin siang.<\/p>\n<p>Tepat di Kilometer 50, polisi yang tengah membuntuti sebuah mobil yang diduga berisikan simpatisan Rizieq kemudian dipepet oleh mobil tersebut.<\/p>\n<p>Namun, Sekretaris FPI Munarman membantah bahwa laskar pengawal Rizieq Shihab menyerang polisi terlebih dahulu<\/p>\n<p>&#8220;Tidak benar. Laskar FPI tidak pernah memiliki senjata api,&#8221; kata Munarman kepada Kompas.com, Senin siang.<\/p>\n<p>Munarman menyesalkan pengakuan polisi bahwa enam pengawal Rizieq ditembak mati karena melakukan penyerangan.<\/p>\n<p>&#8220;Tentu hal tersebut harus ada pertanggungjawaban secara hukum dari pihak yang melakukan pembunuhan,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, ketua Umum FPI Ahmad Shabri Lubis sempat menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika Rizieq Shihab beserta keluarga sedang dalam perjalanan menuju tempat pengajian pada Senin subuh, ketika tiba-tiba rombongan diadang oleh OTK (orang tidak dikenal).<\/p>\n<p>&#8220;Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian subuh keluarga tersebut, rombongan diadang oleh preman OTK (orang tak dikenal),&#8221; kata Shabri dalam keterangan resminya, Senin.<\/p>\n<p>Shabri pun menduga kuat orang tak dikenal itu merupakan bagian dari operasi penguntitan untuk mencelakakan Habib Rizieq.<\/p>\n<p>&#8220;Para preman OTK yang bertugas operasi tersebut mengadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar pengawal keluarga,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kini, polisi beserta TNI masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus tersebut. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/12915?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8212; Insiden penembakan 6 Laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab di Tol Jakarta &#8211; Cikampek, Senin (7\/12) dini hari, mendapat tanggapan dari Indonesia Police Watch ( IPW). Ketua Presidium IPW, Neta S Pane menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo harus mencopot Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabaintelkam Polri Komjen Rycko Amelza. Neta menilai bahwa Idham [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12917,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/12\/IMG-20201207-WA0001.jpg?fit=735%2C417&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/12915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=12915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/12915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/12917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=12915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=12915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=12915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}