{"id":130158,"date":"2025-07-23T21:19:54","date_gmt":"2025-07-23T14:19:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=130158"},"modified":"2025-07-23T21:19:54","modified_gmt":"2025-07-23T14:19:54","slug":"partisipasi-perguruan-tinggi-di-aceh-capai-42-persen-bappenas-ingatkan-kualitas-lulusan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/07\/23\/partisipasi-perguruan-tinggi-di-aceh-capai-42-persen-bappenas-ingatkan-kualitas-lulusan\/","title":{"rendered":"Partisipasi Perguruan Tinggi di Aceh Capai 42 Persen, Bappenas Ingatkan Kualitas Lulusan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Angka partisipasi perguruan tinggi di Aceh telah mencapai 42 persen atau setara dengan target nasional.<\/p>\n<p>Capaian ini terungkap dalam kegiatan Studium General di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Rabu (23\/7\/2025).<\/p>\n<p>\u201cMeski Aceh telah mencapai target, masih ada 19 provinsi yang angkanya di bawah rata-rata nasional,\u201d kata Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Bappenas, Endang Sulastri, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024.<\/p>\n<p>Endang menegaskan, peningkatan partisipasi belum sejalan dengan kualitas lulusan. Menurutnya, pada 2024, Indonesia baru mampu menghasilkan lulusan perguruan tinggi sekitar 10 persen dari total populasi usia produktif.<\/p>\n<p>\u201cAngka ini masih jauh dari harapan jika kita ingin menjadi negara maju pada 2045,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Endang menilai, perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan industri.<\/p>\n<p>\u201cProgram studi ke depan harus selaras dengan sektor prioritas, seperti industri halal, pertanian cerdas, dan pariwisata,\u201d katanya, mengutip arahan Presiden Prabowo.<\/p>\n<p>Ia menyebut UIN Ar-Raniry memiliki potensi riset unggul di bidang sosial humaniora, mulai dari studi karakter, pendidikan, komunikasi, hingga keuangan Islam.<\/p>\n<p>\u201cUIN Ar-Raniry perlu memperkuat branding riset agar bisa mendapat pengakuan global,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Amich Alhumami, menambahkan perguruan tinggi Islam harus mampu menjawab tantangan globalisasi, modernisasi, dan dinamika budaya tanpa kehilangan jati diri.<\/p>\n<p>\u201cPerguruan tinggi Islam harus modern, melahirkan lulusan berdaya saing, serta menguasai sains dan teknologi dengan tetap menjunjung nilai-nilai Islam,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Amich menyoroti rendahnya investasi riset di negara-negara mayoritas muslim. \u201cRata-rata investasi riset di negara Islam hanya 0,42 persen dari PDB. Bandingkan dengan Amerika Serikat 3,46 persen atau Israel yang mencapai 5,56 persen,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Jumlah peneliti di negara-negara Islam pun rendah, sekitar 556 peneliti per satu juta penduduk. \u201cKorea Selatan mencapai 9.082 peneliti per satu juta penduduk. Gap ini harus kita kejar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Amich menilai, dengan kekayaan biodiversitas dan keragaman sosial, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat riset dunia. Namun, langkah itu memerlukan investasi serius.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini Indonesia baru memiliki 1.600 peneliti per satu juta penduduk. Singapura punya 4.000, sedangkan Korea Selatan 8.000,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, jika Indonesia tidak bertransformasi, posisi sebagai negara muslim terbesar bisa tersalip oleh Pakistan atau India.<\/p>\n<p>\u201cKunci kemajuan bangsa ada pada penguasaan iptek. Supremasi teknologi menentukan daya saing global,\u201d kata Amich.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130158?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Endang menegaskan, peningkatan partisipasi belum sejalan dengan kualitas lulusan. Menurutnya, pada 2024, Indonesia baru mampu menghasilkan lulusan perguruan tinggi sekitar 10 persen dari total populasi usia produktif.<\/p>\n","protected":false},"author":400001,"featured_media":130159,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-130158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/07\/WhatsApp-Image-2025-07-23-at-211415-scaled-e1753280361285.jpeg?fit=800%2C533&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/400001"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=130158"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/130158\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/130159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=130158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=130158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=130158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}