{"id":13211,"date":"2020-12-13T19:42:17","date_gmt":"2020-12-13T12:42:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=13211"},"modified":"2020-12-13T19:42:17","modified_gmt":"2020-12-13T12:42:17","slug":"komisi-iii-negara-tak-boleh-kalah-dari-oknum-polisi-pelanggar-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/12\/13\/komisi-iii-negara-tak-boleh-kalah-dari-oknum-polisi-pelanggar-hukum\/","title":{"rendered":"Komisi III: Negara Tak Boleh Kalah dari Oknum Polisi Pelanggar Hukum"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> \u2013 Selama ini pemerintah, termasuk Kepolisian, selalu menggaungkan tagline: Negara tak boleh kalah dengan preman, atau Negara tak boleh kalah dengan teroris.<\/p>\n<p>Dalam situasi saat ini, Anggota Komisi III DPR RI Romo HR Muhammad Syafi\u2019i mengungkapkan, juga harus digaungkan tagline: Negara tak boleh kalah dari oknum polisi pelanggar hukum, atau Negara tak boleh kalah dari perilaku polisi yang biadab.<\/p>\n<p>Hal ini diungkapkan Romo Syafi\u2019i saat menjadi narasumber dalam Webinar tentang urgensi pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penembakan terhadap enam laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, yang digelar Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL) di Jakarta, 12 Desember 2020.<\/p>\n<p>\u201cTGPF itu keniscayaan, harus segera diwujudkan, karena pelakunya adalah mereka yang seharusnya kita harapkan melindungi kita yaitu aparat kepolisian sedangkan korbannya masyarakat sipil,\u201d ungkap Romo Syafi\u2019i seperti disiarkan SuaraIslam.id.<\/p>\n<p>Kehadiran TGPF, menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra itu sangatlah urgen. Sebab saat ini beredar dua versi peristiwa, yakni menurut kepolisian dan menurut FPI.<\/p>\n<p>Keterangan polisi tentang kejadian dinilai tidak diawali dengan fakta hukum, sedangkan keterangan FPI justru berdasarkan fakta.<\/p>\n<p>Kronologi yang dibuat FPI, dinilai lebih sesuai dengan fakta. Sebab sesuai dengan kesaksian masyarakat di sekitar lokasi yang menyebut tidak ada baku tembak, dan juga tidak ada tanda-tanda baku tembak di lokasi peristiwa.<\/p>\n<blockquote class=\"pullquote align-center\"><p><strong>\u201cKetiga, ternyata setelah kita lihat jenazah korban, tidak terlihat seperti akibat baku tembak. Menurut ahli, tembakan dilakukan dari jarak dekat dan lokasi tembakan yang sama,\u201d ungkap Romo Syafii.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Politisi asal Dapil Sumatera Utara I ini juga menceritakan pengalamannya saat menjemput enam jenazah Laskar FPI di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia merasakan keanehan-keanehan. Sebagai Anggota DPR yang menjalankan tugas pengawasan, ia tidak diberikan kesempatan untuk bertemu dengan penanggung jawab yang memproses jenazah enam laskar.<\/p>\n<p>\u201cKita minta ketemu sama penanggungjawabnya sampai pulang tidak ketemu,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Bahkan, Romo Syafi\u2019i merasa dibohongi, saat disuruh menunggu di suatu tempat yang pada akhirnya ia tidak dapat mengakses jenazah. \u201cKita dikibuli, ada yang ditutup-tutupi, sangat tidak transparan,\u201d kata politisi yang juga mubaligh itu.<\/p>\n<p>Romo Syafi\u2019i mengaku khawatir jika kasus ini hanya ditangani kepolisian dengan tidak transparan justru akan menimbulkan \u201csocial distrust.\u201d Menurutnya, disinilah urgensi pembentukan TGPF itu harus dilakukan sesegera mungkin. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/13211?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Selama ini pemerintah, termasuk Kepolisian, selalu menggaungkan tagline: Negara tak boleh kalah dengan preman, atau Negara tak boleh kalah dengan teroris. Dalam situasi saat ini, Anggota Komisi III DPR RI Romo HR Muhammad Syafi\u2019i mengungkapkan, juga harus digaungkan tagline: Negara tak boleh kalah dari oknum polisi pelanggar hukum, atau Negara tak boleh kalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13212,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/12\/IMG-20201213-WA0008.jpg?fit=396%2C324&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/13211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=13211"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/13211\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/13212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=13211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=13211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=13211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}