{"id":132311,"date":"2025-07-29T18:24:37","date_gmt":"2025-07-29T11:24:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=132311"},"modified":"2025-07-29T18:24:37","modified_gmt":"2025-07-29T11:24:37","slug":"trump-ancam-tarif-thailand-kamboja-akhirnya-sepakat-gencatan-senjata-didikte-as-china","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/07\/29\/trump-ancam-tarif-thailand-kamboja-akhirnya-sepakat-gencatan-senjata-didikte-as-china\/","title":{"rendered":"Trump Ancam Tarif, Thailand\u2013Kamboja Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata Didikte AS-China"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net &#8211;<\/b> Para pemimpin Thailand dan Kamboja sepakat melakukan gencatan senjata tanpa syarat untuk mengakhiri konflik perbatasan paling mematikan dalam lebih dari satu dekade, menyusul dorongan dari Amerika Serikat dan kekuatan regional untuk mencapai resolusi diplomatik.<\/p>\n<p>Kesepakatan gencatan senjata dicapai pada Senin (28\/7\/2025) dalam pertemuan antara Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di Malaysia, yang difasilitasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Anwar memimpin dialog ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN, dengan Washington dan Beijing mengirimkan utusan khusus.<\/p>\n<p>Gencatan senjata \u201csegera dan tanpa syarat\u201d itu akan berlaku mulai tengah malam hingga Selasa waktu setempat. Komandan militer kawasan dijadwalkan bertemu pada pukul 07.00, kata Anwar usai perundingan.<\/p>\n<p>\u201cKedua pihak, Kamboja dan Thailand, mencapai kesepahaman bersama,\u201d ujar Anwar. \u201cIni langkah awal penting menuju de-eskalasi dan pemulihan perdamaian serta keamanan.\u201d<\/p>\n<p>Dalam pernyataan bersama usai pembicaraan, ketiga negara menyatakan menteri luar negeri dan menteri pertahanan mereka \u201cdiperintahkan untuk mengembangkan mekanisme rinci terkait pelaksanaan, verifikasi, dan pelaporan gencatan senjata. Mekanisme ini akan menjadi fondasi bagi perdamaian dan akuntabilitas jangka panjang.\u201d<\/p>\n<p>Pertemuan ini menandai dialog formal pertama sejak bentrokan terbaru pecah pada 24 Juli, menewaskan sedikitnya 36 orang dan memaksa lebih dari 150.000 warga sipil mengungsi di kedua sisi perbatasan sepanjang 800 kilometer tersebut. Ketegangan meningkat cepat selama akhir pekan hingga Senin, dengan laporan tembakan artileri berat dan serangan udara, sementara kedua belah pihak saling menuduh menyerang kawasan sipil.<\/p>\n<p>Presiden AS Donald Trump mengatakan sebelum pembicaraan bahwa pemimpin Thailand dan Kamboja sepakat untuk \u201csegera menyusun gencatan senjata.\u201d Setelah panggilan terpisah dengan Phumtham dan Hun Manet pada Sabtu, Trump mengancam bahwa Washington tidak akan menandatangani kesepakatan dagang dengan keduanya selama pertempuran masih berlangsung.<\/p>\n<p>Baik Phumtham maupun Hun Manet menyampaikan terima kasih kepada Anwar dan Trump, serta kepada China, atas peran mereka membantu tercapainya gencatan senjata.<\/p>\n<p>Sebelum perundingan, Thailand bersikeras bahwa gencatan senjata harus mencakup penarikan pasukan, penghentian penggunaan senjata mematikan, dan kesepakatan untuk menyelesaikan konflik melalui mekanisme bilateral. Sebaliknya, Kamboja menghendaki penghentian permusuhan tanpa syarat.<\/p>\n<p>Konflik saat ini berakar dari perselisihan lama terkait peta dan perjanjian era kolonial yang menetapkan batas kedua negara. Hubungan sempat stabil sejak bentrokan 2011 yang menewaskan puluhan orang, tetapi ketegangan baru memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.<\/p>\n<p>Trump sebelumnya mengancam akan memblokir kesepakatan dagang dengan kedua negara jika kekerasan tidak berhenti. \u201cKami tidak akan membuat kesepakatan dagang kecuali kalian menyelesaikan perang,\u201d kata Trump pada Minggu, menambahkan bahwa kedua pemimpin menyatakan kesediaan bernegosiasi setelah berbicara langsung dengannya.<\/p>\n<p>Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pejabat AS telah berada di Malaysia untuk membantu upaya perdamaian tersebut. Perwakilan dari China, mitra dagang terbesar bagi kedua negara Asia Tenggara itu sekaligus pendukung utama Phnom Penh, juga ikut serta dalam pembicaraan Senin.<\/p>\n<p>Dengan tenggat tarif Trump pada 1 Agustus yang semakin dekat, Thailand yang sangat bergantung pada perdagangan berusaha menghindari langkah yang dapat memicu kemarahan presiden AS, terutama saat pejabatnya sedang berunding untuk menurunkan bea 36% atas ekspornya. Trump sebelumnya mengeklaim keberhasilan menghentikan bentrokan perbatasan India-Pakistan awal tahun ini lewat tekanan dagang, klaim yang dibantah India namun diakui Pakistan.<\/p>\n<p>Pembicaraan dagang Thailand dan AS mencakup tawaran memperluas akses bagi produk Amerika untuk mempersempit surplus perdagangan senilai US$46 miliar. Negara tetangga seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam sudah lebih dulu mengamankan kesepakatan dagang dengan AS dalam beberapa pekan terakhir.<\/p>\n<p>\u201cTekanan Presiden Trump tampaknya berhasil karena baik pemerintah Thailand maupun Kamboja sedang menghadapi kesulitan ekonomi,\u201d kata Tita Sanglee, peneliti di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura. \u201cKegagalan menurunkan tarif Thailand akan berbiaya <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> tinggi.\u201d<\/p>\n<p>Namun ia menambahkan, menerima kesepakatan gencatan senjata sementara ancaman Kamboja membawa sengketa wilayah ke Mahkamah Internasional masih menggantung kemungkinan besar sulit diterima publik dan militer Thailand.<\/p>\n<p>Kamboja sebelumnya menyatakan ingin pengadilan internasional membantu menyelesaikan status empat wilayah perbatasan yang disengketakan, setelah baku tembak pecah pada Mei. Thailand tidak mengakui yurisdiksi pengadilan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/132311?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertemuan ini menandai dialog formal pertama sejak bentrokan terbaru pecah pada 24 Juli, menewaskan sedikitnya 36 orang dan memaksa lebih dari 150.000 warga sipil mengungsi di kedua sisi perbatasan sepanjang 800 kilometer tersebut. Ketegangan meningkat cepat selama akhir pekan hingga Senin, dengan laporan tembakan artileri berat dan serangan udara, sementara kedua belah pihak saling menuduh menyerang kawasan sipil.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":132312,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[4],"tags":[17601,43698,43694,43690,43692,43685,37019,43180,43136,43691,43697,421,43687,43693,43695,3984,2070,43689,43686,43696,43688,3338],"class_list":["post-132311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-luar-negeri","tag-anwar-ibrahim","tag-bentrokan-artileri-asia","tag-china-asia-tenggara","tag-eskalasi-perang-thailand-kamboja","tag-gencatan-senjata-asean","tag-gencatan-senjata-thailand-kamboja-2025","tag-geopolitik-asean","tag-konflik-perbatasan-asia-tenggara","tag-konflik-thailand-kamboja","tag-mahkamah-internasional-sengketa-wilayah-asia","tag-mahkamah-internasional-thailand-kamboja","tag-nasional","tag-peran-anwar-ibrahim-asean","tag-peran-trump","tag-perang-perbatasan","tag-peristiwa","tag-prabowo","tag-tarif-ekspor-thailand-trump","tag-tekanan-trump-akhiri-perang","tag-trump-tekan-perdagangan","tag-utusan-china-dan-as-damai-thailand-kamboja","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/07\/1942336-aa-5219805.webp.jpeg?fit=400%2C225&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/132311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=132311"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/132311\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/132312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=132311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=132311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=132311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}