{"id":137195,"date":"2025-08-13T22:42:40","date_gmt":"2025-08-13T15:42:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=137195"},"modified":"2025-08-14T05:57:36","modified_gmt":"2025-08-13T22:57:36","slug":"wali-nanggroe-temui-ketua-ma-minta-mahkamah-syariyah-aceh-diperkuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/08\/13\/wali-nanggroe-temui-ketua-ma-minta-mahkamah-syariyah-aceh-diperkuat\/","title":{"rendered":"Wali Nanggroe Temui Ketua MA Minta Mahkamah Syar\u2019iyah Aceh Diperkuat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haythar, melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Mahkamah Agung (MA) RI, Prof Dr Sunarto SH MH di Gedung MA, Selasa (12\/8\/2025), membahas penguatan peradilan syariat Islam di Aceh.<\/p>\n<p>Pertemuan itu dihadiri jajaran pimpinan MA, mulai dari Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial, Ketua Kamar Agama, Ketua Kamar Pembinaan, hingga Dirjen Badan Peradilan Agama.<\/p>\n<p>Dari pihak Aceh, Wali Nanggroe turut didampingi Majelis Tuha Peut dan Tuha Lapan, Ketua Mahkamah Syar\u2019iyah Aceh, anggota DPRA, serta perwakilan Biro Hukum Setda Aceh.<\/p>\n<p>Dalam pembicaraan, Wali Nanggroe menegaskan bahwa Mahkamah Syar\u2019iyah Aceh adalah amanah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang memiliki kewenangan lebih luas dibanding peradilan agama di daerah lain.<\/p>\n<p>Selain perkara perdata seperti perkawinan, kewarisan, wakaf, hibah, sedekah, wasiat, dan ekonomi Islam, Mahkamah Syar\u2019iyah juga menangani perkara pidana Islam (jinayah) yang hanya berlaku di wilayah Aceh.<\/p>\n<p>\u201cPelaksanaan keistimewaan Aceh sudah berjalan, tetapi belum maksimal. Perlu dukungan penuh dari Mahkamah Agung, mulai dari rekrutmen hakim, pelatihan, hingga fasilitas dan pembiayaan,\u201d ujar Tgk. Malik Mahmud.<\/p>\n<p>Tantangan Pendanaan dan SDM<\/p>\n<p>Ketua MA Prof.l Sunarto menyambut baik usulan tersebut, namun mengingatkan keterbatasan anggaran yang bersumber dari APBN. Menurutnya, kendala serupa juga dihadapi peradilan lain di Indonesia.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya hakim putra daerah untuk memimpin Mahkamah Syar\u2019iyah agar lebih memahami budaya dan hukum Aceh.<\/p>\n<p>Namun, keterbatasan jumlah hakim asal Aceh membuat MA harus tetap mengisi posisi dari luar daerah jika diperlukan.<\/p>\n<p>\u201cPerguruan tinggi di Aceh, seperti UIN Ar-Raniry dan USK, harus mempersiapkan lulusan terbaik untuk menjadi calon hakim MA,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Ketua MA juga mengungkapkan bahwa revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang tengah dibahas DPR RI akan berdampak pada hukum acara jinayah di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cKita pastikan hukum acara jinayah tetap diakomodir dalam KUHAP dan khusus berlaku di Aceh,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk Sekretariat Peradilan Syariat Islam untuk memperkuat kelembagaan Mahkamah Syar\u2019iyah, baik dari sisi manajemen, SDM, maupun fasilitas.<\/p>\n<p>Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman dan notulensi rapat bersama.<\/p>\n<p>Langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi perwujudan penuh kekhususan Aceh dalam pelaksanaan syariat Islam.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/137195?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk Sekretariat Peradilan Syariat Islam untuk memperkuat kelembagaan Mahkamah Syar\u2019iyah, baik dari sisi manajemen, SDM, maupun fasilitas.<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":137196,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-137195","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/08\/IMG-20250813-WA0031.jpg?fit=1084%2C1257&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/137195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=137195"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/137195\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/137196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=137195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=137195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=137195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}