{"id":13791,"date":"2020-12-27T22:39:26","date_gmt":"2020-12-27T15:39:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=13791"},"modified":"2020-12-27T22:39:26","modified_gmt":"2020-12-27T15:39:26","slug":"nasir-djamil-gubernur-terkesan-tidak-serius-jalankan-qanun-lks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/12\/27\/nasir-djamil-gubernur-terkesan-tidak-serius-jalankan-qanun-lks\/","title":{"rendered":"Nasir Djamil: Gubernur Terkesan Tidak Serius Jalankan Qanun LKS"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Keinginan Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang meminta penundaan penerapan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) serta perpanjangan operasional bank konvensional di Aceh hingga 4 Januari 2026 terus menuai polemik.<\/p>\n<p>Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR\/DPD RI asal Aceh M Nasir Djamil ikut memberikan tanggapan. Menurutnya,<br \/>\nGubernur Aceh jangan tak percaya diri. Sebab menunda perintah Qanun LKS akan berimplikasi dunia dan akhirat.<\/p>\n<p>&#8220;Penundaan itu menunjukkan bahwa Gubernur Aceh terkesan tidak serius menjalankan perintah Qanun LKS,&#8221; ujar Nasir Djamil, dalam keterangannya, Ahad (27\/12).<\/p>\n<p>Dijelaskannya, bahwa pandangan sebagian orang Qanun LKS itu ada &#8220;masalah&#8221; teknis yuridis dalam implementasinya.<\/p>\n<p>&#8220;Gubernur bek keundo. Masih ada waktu 1 tahun lagi yang disediakan sebagaimana yang tertuang dalam qanun,&#8221; ungkap Nasir.<\/p>\n<p>Jika Gubernur Aceh serius, lanjut Nasir, dengan sisa waktu yang masih ada akan membawa hasil baik dan maksimal ketika pemberlakuan Qanun LKS nantinya.<\/p>\n<p>&#8220;Maka waktu setahun lagi, saya prediksikan Qanun LKS akan &#8220;take off&#8221; dengan baik tanpa turbulensi. Syaratnya harus serius dan melibatkan para pakar yang ahli di bidang ekonomi Islam serta praktisi perbankan serta pengusaha,&#8221; tegasnya<\/p>\n<p>Nasir Djamil berharap agar semua pemangku kepentingan mencari persamaan dengan berdiskusi. Memang di dalam qanun tersebut ada beberapa pasal yang perlu dikritisi karena dikuatirkan tidak mulus dalam implementasinya.<\/p>\n<p>Pemberlakukan bank syariah adalah dalam rangka menjalankan perintah Allah SWT dalam bidang ekonomi dan muamalah dan mencegah masyarakat dari hal-hal yang merugikan mereka baik di dunia dan akhirat kelak.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah berbicara dengan sejumlah pengusaha di Aceh, mereka setuju tetapi memang ada norma-norma di Qanun LKS yang harus didalami guna mendapatkan kesamaan persepsi saat implementasi di lapangan,\u201d terang Nasir Djamil yang juga Anggota komisi II DPR RI ini.<\/p>\n<p>Menurutnya, memang masih ada problem yang bersifat teknis yuridis dan itu berdampak terhadap implementasinya.<\/p>\n<p>Terhadap kendala-kendala yang ada seperti dikeluhkan itu, masih ada satu tahun lagi waktu yang diberikan oleh Qanun LKS untuk mempersiapkan pemberlakukan bank syariah di Aceh.<\/p>\n<p>Karenanya Gubernur Aceh justru harusnya memberikan pernyataan yang optimistik bukan pesimistik kepada rakyat Aceh.<\/p>\n<p>\u201cMenurut saya di Aceh banyak yang ahli dan juga praktisi perbankan syariah, Gubernur jangan putus asa dulu.<br \/>\nPemerintah Aceh harus melibatkan secara terpadu pakar ahli ekonomi islam, praktisi, instansi pemerintah yang terkait dengan perbankan syariah,\u201d sarannya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/13791?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8212; Keinginan Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang meminta penundaan penerapan Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) serta perpanjangan operasional bank konvensional di Aceh hingga 4 Januari 2026 terus menuai polemik. Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR\/DPD RI asal Aceh M Nasir Djamil ikut memberikan tanggapan. Menurutnya, Gubernur Aceh jangan tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13792,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-13791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/12\/IMG-20201227-WA0059.jpg?fit=679%2C452&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/13791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=13791"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/13791\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/13792"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=13791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=13791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=13791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}