{"id":140015,"date":"2025-08-23T15:29:00","date_gmt":"2025-08-23T08:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/umum\/refly-harun-ungkap-daftar-lulusan-sipenmaru-kehutanan-ugm-1980-tidak-ada-nama-jokowi\/"},"modified":"2025-08-23T15:37:46","modified_gmt":"2025-08-23T08:37:46","slug":"refly-harun-ungkap-daftar-lulusan-sipenmaru-kehutanan-ugm-1980-tidak-ada-nama-jokowi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/08\/23\/refly-harun-ungkap-daftar-lulusan-sipenmaru-kehutanan-ugm-1980-tidak-ada-nama-jokowi\/","title":{"rendered":"Refly Harun Ungkap Daftar Lulusan Sipenmaru Kehutanan UGM 1980: Tidak Ada Nama Jokowi"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net &#8211;\u00a0 <\/b>Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun baru-baru ini membongkar soal daftar lulusan Fakultas Kehutanan (Sipenmaru 1980) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.<\/p>\n<p>Refly mengakui bahwa daftar tersebut bukan dari pihak UGM dan semacamnya, melainkan broadcast dari pesan WhatsApp yang beredar.<\/p>\n<p>Meski data itu belum bisa dikatakan akurat 100%, pihaknya tetap membocorkan dengan dalih memancing orang \u2013 orang yang ingin mencoba membenarkan data tersebut.<\/p>\n<p>Dalam data yang disebut Alumni Fakultas Kehutanan UGM 1980 itu, Refly menyebut bahwa tidak menemukan nama Mukidi maupun <a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> (<a href=\"https:\/\/infoaceh.net\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>).<\/p>\n<p>\u201cBerikut adalah Daftar Lulusan Sipenmaru 1980 UGM Fakultas Kehutanan dan tidak ada nama Mukidi ya,\u201d ucap Refly, dikutip dari youtubenya, Sabtu (23\/8\/25).<\/p>\n<p>Ia menyebutkan mulai dari nama yang diawali dengan abjad A hingga akhir.<\/p>\n<p>Dari nama tersebut Refly menyebutkan nama alumni \u2018Joko\u2019 semua diawali dengan ejaan lama yakni \u2018Djoko\u2019.<\/p>\n<p>Dalam data tersebut tidak ada nama Joko Widodo, meskipun dideretan abjad huruf \u2018J\u2019.\u00a0 Yang tercantum dalam abjad \u2018J\u2019 justru nama Joni Panji Sakti.<\/p>\n<p>Dari sekian banyak nama yang disebutkan jumlahnya mencapai 68 dengan diakhiri huruf R, yakni R. Supriyadi Priyo Sudarmo.<\/p>\n<p>Refly mengakui dalam kontennya itu jika pihaknya tidak mengetahui kebenaran data yang disebutkannya itu. Ia hanya ingin memancing agar daftar tersebut dibantah jika memang tidak benar.<\/p>\n<p>\u201cSaya sebenarnya tidak tahu ya, mereka dapat sumber ini darimana. Tetapi sekali lagi, ini adalah sebuah pancingan, agar daftar ini dibantah,\u201d aku Refly.<\/p>\n<p>\u201cKarena kalau tidak dibantahnya berarti inikan sudah dianggap benar. Saya sendiri tidak berpretensi pasti benar. Karena saya tidak memiliki alat untuk mengecek kebenaran ini atau tidak,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Saat ditampik mengapa harus disiarkan jika belum dipastikan kebenarannya, Refly menyebut bahwa pihaknya bicara tentang transparansi.<\/p>\n<p>\u201cLalu kenapa harus disiarkan? Lah, kita bicara tentang transparansi. Toh ini juga sudah tersiar di grup-grup whatsapp. Jadi bukan lagi sebuah informasi yang perlu ditutupi. Tapi bisa mengandung fitnah? Fitnah itu kalau tidak benar, kalau benar gimana? Kalau ini dianggap tidak benar, maka tunjukkan yang benar itu yang mana, kan begitu,\u201d urainya.<\/p>\n<p>Menurut Refly, menghadapi adanya data-data seperti itu memang tidak bisa diterima secara mentah-mentah saja.<\/p>\n<p>Namun Refly menyebut bahwa data seperti itu juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia justru menilai bahwa data itu harus ditampilkan untuk memancing pihak-pihak yang bersangkutan.<\/p>\n<p>\u201cMenghadapi berita seperti ini, ya tentu kita harus tidak bisa menerimanya mentah-metah, tapi tidak bisa diabaikan juga. Tampilkan saja, untuk memancing pihak lain agar juga menyampaikan data tandingan, misalnya pihak Fakultas Kehutanan UGM. Nah itu cara kita untuk mencari kebenaran,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Refly sontak mengatakan bahwa semuanya harus dihadapi dengan transparansi, bukan justru menutup \u2013 nutupi. Bahkan, Refly menyentil nama Jokowi yang justru memilih untuk mempidanakan rakyatnya.<\/p>\n<p>\u201cJangan ditutup kebenaran, apalagi dengan ancaman untuk mempidanakan, ini nggak bener,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cMasak seorang mantan presiden kemudian berpikir untuk mempidanakan rakyatnya sendiri, ini menurut saya justru tidak elok,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Menurut Refly yang dipermasalahkan adalah ijazah Milik Jokowi, seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah hanya menunjukkan dokumen tersebut pada publik.<\/p>\n<p>\u201cKita harus mencari sebuah penyelesaian yang beradab, dalam hal ini transparansi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u201cKarena yang dipermasalahkan ijazah Jokowi, ya ijazahnya itu yang ditunjukkan ke publik untuk diforensik. Bukan kemudian mengancam orang yang mempercayai bahwa ijazah itu tidak benar,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/www.Infoaceh.net\/2025\/08\/refly-harun-ungkap-daftar-lulusan.html\" target=\"_blank\"><\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/140015?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net &#8211;\u00a0 Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun baru-baru ini membongkar soal daftar lulusan Fakultas Kehutanan (Sipenmaru 1980) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Refly mengakui bahwa daftar tersebut bukan dari pihak UGM dan semacamnya, melainkan broadcast dari pesan WhatsApp yang beredar. Meski data itu belum bisa dikatakan akurat 100%, pihaknya tetap membocorkan dengan dalih memancing [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":140016,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[421,3984,2070,3338],"class_list":["post-140015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-nasional","tag-peristiwa","tag-prabowo","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/08\/14005-refly-harun.jpg?fit=639%2C358&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/140015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=140015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/140015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/140016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=140015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=140015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=140015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}