{"id":140262,"date":"2025-08-24T21:42:09","date_gmt":"2025-08-24T14:42:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=140262"},"modified":"2025-08-24T21:42:09","modified_gmt":"2025-08-24T14:42:09","slug":"6-santri-tangse-tenggelam-terseret-arus-sungai-di-mane-pidie-5-meninggal-1-masih-dicari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/08\/24\/6-santri-tangse-tenggelam-terseret-arus-sungai-di-mane-pidie-5-meninggal-1-masih-dicari\/","title":{"rendered":"6 Santri Tangse Tenggelam Terseret Arus Sungai di Mane Pidie, 5 Meninggal, 1 Masih Dicari"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tangse, Infoaceh.net<\/strong> \u2013 Tragedi memilukan terjadi di aliran Sungai Cot Kuala, kawasan arung jeram Dusun Jambu Mie, Desa Mane, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Ahad (24\/8\/2025).<\/p>\n<p>Enam santriwati dari Dayah Nurul Huda, Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie dilaporkan tenggelam saat sedang mandi di sungai.<\/p>\n<p>Hingga malam, lima di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berjumlah 13 orang berangkat dari Kecamatan Tangse menuju objek wisata arung jeram Sungai Cot Kuala sekitar pukul 13.00 WIB.<\/p>\n<p>Tujuannya hanya untuk berekreasi dan bermain air di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Sekitar pukul 13.30 WIB, para remaja tersebut mulai mandi-mandi di aliran sungai yang dikenal memiliki arus deras.<\/p>\n<p>Namun, tak lama kemudian, tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB, enam orang dari rombongan tiba-tiba terseret arus dan tenggelam. Tujuh orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.<\/p>\n<p>Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha memberikan pertolongan. Pencarian dilakukan secara manual hingga tim SAR, aparat kepolisian, dan relawan datang ke lokasi.<\/p>\n<p>Dari enam korban yang tenggelam, lima di antaranya berhasil ditemukan namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Mereka adalah:<\/p>\n<p>1. Meisya (15), pelajar, warga Desa Paya Guci, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.<\/p>\n<p>2. Zikratun Rahmanzani (15), pelajar, warga Desa Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie.<\/p>\n<p>3. Nurfatiha (15), pelajar, warga Desa Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie.<\/p>\n<p>4. Husnul Khatimah (14), pelajar, warga Desa Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie.<\/p>\n<p>5. Maqfirah (14), pelajar, warga Ule Gunong.<\/p>\n<p>Sementara itu, satu korban lainnya bernama Nurul Izzah (14), pelajar asal Desa Paya Guci, hingga kini masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian tim SAR.<\/p>\n<p>Dalam laporan yang dikirimkan ke Dandim 0102\/Pidie menyebutkan, lima jenazah korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke Puskesmas Tangse untuk dilakukan visum\/otopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan.<\/p>\n<p>Kepala Puskesmas Tangse bersama aparat kepolisian setempat memastikan bahwa para korban merupakan pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA di Kecamatan Tangse.<\/p>\n<p>\u201cKorban seluruhnya adalah anak-anak remaja, mereka datang secara rombongan untuk berwisata. Sayangnya, arus deras sungai membuat enam orang di antaranya terseret dan tenggelam,\u201d ungkap salah seorang petugas medis di Puskesmas Tangse.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan dari Pidie masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari satu korban yang belum ditemukan.<\/p>\n<p>Tim menggunakan perahu karet dan menyusuri titik-titik yang dianggap rawan, dibantu oleh masyarakat setempat.<\/p>\n<p>\u201cProses pencarian akan terus dilakukan hingga korban terakhir ditemukan. Kita fokuskan pada radius beberapa kilometer dari lokasi awal tenggelam,\u201d kata salah satu petugas SAR.<\/p>\n<p>Kabar duka ini membuat suasana haru menyelimuti Desa Paya Guci, Kecamatan Tangse, tempat sebagian besar korban berasal.<\/p>\n<p>Warga tampak berduyun-duyun mendatangi rumah duka untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang kehilangan putra-putrinya.<\/p>\n<p>Orang tua korban histeris ketika jenazah anak-anak mereka tiba di rumah. Tangisan pecah mengiringi kedatangan mobil ambulans yang membawa jenazah dari Puskesmas Tangse ke kampung halaman masing-masing.<\/p>\n<p>Peristiwa tragis ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di aliran sungai, terutama di lokasi arung jeram yang memiliki arus deras dan cukup berbahaya.<\/p>\n<p>Aparat desa bersama pemerintah kecamatan juga mengimbau agar anak-anak tidak mandi atau berenang di kawasan tersebut tanpa pengawasan orang dewasa.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah musibah. Kami berharap masyarakat dapat lebih waspada. Sungai ini memang indah untuk wisata, tetapi arusnya cukup deras dan bisa membahayakan jiwa,\u201d ujar salah satu aparat desa.<\/p>\n<p>Hingga kini, pencarian terhadap Nurul Izzah (14), korban yang masih hilang, masih terus dilakukan. Tim SAR dibantu warga setempat berharap korban segera ditemukan, sehingga seluruh keluarga korban dapat diberikan kepastian.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/140262?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangse, Infoaceh.net \u2013 Tragedi memilukan terjadi di aliran Sungai Cot Kuala, kawasan arung jeram Dusun Jambu Mie, Desa Mane, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Ahad (24\/8\/2025). Enam santriwati dari Dayah Nurul Huda, Gampong Paya Guci, Kecamatan Tangse, Pidie dilaporkan tenggelam saat sedang mandi di sungai. Hingga malam, lima di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":140263,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-140262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/08\/IMG-20250824-WA0028-e1756046493332.jpg?fit=600%2C450&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/140262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=140262"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/140262\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/140263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=140262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=140262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=140262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}