{"id":141051,"date":"2025-08-28T10:17:12","date_gmt":"2025-08-28T03:17:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=141051"},"modified":"2025-08-28T10:17:12","modified_gmt":"2025-08-28T03:17:12","slug":"diduga-lakukan-kdrt-ke-anak-kandung-ini-rekam-jejak-kontroversi-ustaz-evie-effendi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/08\/28\/diduga-lakukan-kdrt-ke-anak-kandung-ini-rekam-jejak-kontroversi-ustaz-evie-effendi\/","title":{"rendered":"Diduga Lakukan KDRT ke Anak Kandung, Ini Rekam Jejak Kontroversi Ustaz Evie Effendi"},"content":{"rendered":"<p><b>Infoaceh.net &#8211;<\/b> Inilah sosok Ustaz Evie Effendi, pendakwah terkenal di Bandung yang mendadak jadi sorotan publik diduga melakukan KDRT.<\/p>\n<p>Baru-baru ini kabar Ustaz Evie Effendi soal KDRT itu terungkap setelah dilaporkan ke polisi oleh anak perempuannya sendiri berinisial NAT (19) yang jadi korban.<\/p>\n<p>Laporan kasus dugaan KDRT NAT terdaftar di Polrestabes Bandung dengan nomor LP\/B\/985\/VII\/2025\/SPKT\/POLRESTABES BANDUNG\/POLDA JAWA BARAT pada 4 Juli 2025.<\/p>\n<p>Menurut keterangan kuasa hukum, NAT diduga mengalami KDRT dipukul hingga diludahi ayahnya, Evie Effendi.<\/p>\n<p>KDRT dialami NAT bukan hanya dilakukan Evie Effendi, tetapi juga oleh ibu tirinya berinisial DS, paman hingga neneknya.<\/p>\n<p>Peristiwa KDRT dialami NAT saat ia hendak meminta uang bulanan kepada ayahnya Evie Effendi.<\/p>\n<p>Namun, bukan yang yang diterima, NAT justru mendapat perlakuan tak mengenakkan.<\/p>\n<p>Hal itu berawal saat NAT tersinggung dengan ucapan ayahnya yang menjelekkan ibunya.<\/p>\n<p>Karena kemarahannya, NAT sempat menumpahkan sop yang sedang dimakannya.<\/p>\n<p>Namun, perbuatan NAT tersebut tak disangka membuat ibu tiri dan ayahnya murka.<\/p>\n<p>Saat pulang dari rumah ayahnya, NAT dikejar dan ditarik oleh ibu tirinya.<\/p>\n<p>Saat kejadian ayahnya juga sempat ikut meludahi\u00a0 dan memukulnya.<\/p>\n<p>Akibat perlakuan itu, NAT merasa trauma hingga akhirnya melaporkan perbuatan ayahnya yang merupakan ustaz terkenal di Bandung itu ke polisi.<\/p>\n<p>Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rahman mengungkap terlapor atau ustaz EE (Evie Effendi) sudah dimintai keterangan.<\/p>\n<p>&#8220;(Terduga terlapor) sudah dimintai keterangan dan akan dilakukan pemanggilan lagi,&#8221; ujar AKBP Abdul Rahman.<\/p>\n<p>Kini, kasus dugaan KDRT Ustaz Evie Effendi ini pun menjadi sorotan publik.<\/p>\n<p>Mengingat sebelumnya Evie Effendi juga sempat disorot karena memiliki rekam jejak kontroversi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\">Sosok Ustaz Evie Effendi<\/h4>\n<p>Sosok Evie Effendi dikenal sebagai pendakwah yang sempat populer di kalangan kaula muda di Bandung.<\/p>\n<p>Ia lahir di Bandung, 19 Agustus 1976.<\/p>\n<p>Tak seperti Ustaz biasanya, Ustaz Evie Effendy menggunakan bahasa gaul untuk berdakwah.<\/p>\n<p>Seperti selogannnya yang kerap ia lontarkan dalam ceramahnya, \u2018Rek kitu wae hirup teh\u2019? (Apakah hidup mau begitu terus?).<\/p>\n<p>Selain itu, ia juga punya selogan untuk jemaahnya dari kalangan muda, \u2018Gaul tapi Soleh\u2019.<\/p>\n<p>Meski menjadi pendakwah, Evie Effendi mengaku tak memiliki latar belakang pesantren atau pun pendidikan agama.<\/p>\n<p>Bahkan ia mengaku hanya menyelesaikan pendidikan formalnya sampai SMP.<\/p>\n<p>Hal ini ia akui saat ditemui Tribun Jabar dalam kegiatan tausiyah yang digelar TK Riyadlol Hasanah, di Jalan terusan nomor 75, Kota Cimahi, Kamis (8\/3\/2018) lalu.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak memiliki latar pendidikan, mesantren belum pernah, kuliah enggak pernah, sekolah juga hanya SMP tapi bisa jadi viral,&#8221; ujar ustaz Evie Effendi saat ceramah dengan gayanya yang nyentrik.<\/p>\n<p>Ustaz asal Bandung itu mengaku menjadi penceramah bermodalkan tekadnya berhijrah.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\">Fakta-fakta Rekam Jejak Ustaz Evie Effendi<\/h4>\n<h3 style=\"text-align: left;\">1.Pernah Dipenjara Lalu Hijrah<\/h3>\n<p>Rupanya perjalanan hijrah Ustaz Evie Effendi bermula saat ia pernah jadi tahanan.<\/p>\n<p>Ustaz nyentrik itu mengaku pernah dipenjara di Rutan Kebon Waru.<\/p>\n<p>Dari dalam penjara ia memiliki tekad kuat untuk berubah menjadi orang yang lebih baik.<\/p>\n<p>Setelah bebas dari penjara ia mengaku menjadi rajin mendatangi kajian dan majelis-majelis taklim di masjid-masjid.<\/p>\n<p>Dari sana juga ia belajar memahami ilmu pengetahuan agama dan syairat ajaran Islam.<\/p>\n<p>Dirasa bersyukur, ia pun berdoa agar ia diberi kecerdasan untuk memahami pelajaran agama tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">2. Ajak Geng Motor Hijrah<\/h3>\n<p>Singkat cerita, setelah hijrah, Evie pun memiliki tekad mengajak anak muda di Bandung untuk berhijrah.<\/p>\n<p>Ia mulai melakukan dakwah kelilingnya atau disebut dakwah on the street.<\/p>\n<p>Metode dakwah yang digunakan ustaz Evie menggunakan bahasa populer dicampur candaan bahasa Sunda yang membuat jemaah terhibur.<\/p>\n<p>Berbagai tema mengenai Islam kerap dibawakan secara santai dan menghibur tetapi tetap sarat makna.<\/p>\n<p>Sehingga, hal itu berpengaruh. Gerakan Pemuda Hijrah yang diusung Evie direspons positif muda-mudi di Kota Bandung, bahkan pengajiannya selalu dipenuhi jamaah.<\/p>\n<p>Gerakan tersebut berhasil merangkul anak muda yang kerap melakukan kejahatan dan pentolan geng motor di Bandung untuk berhijrah.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">3. Keseleo Lidah<\/h3>\n<p>Beberapa waktu lalu, penceramah asal Bandung itu pernah didera kontroversi.<\/p>\n<p>Hal itu akibat ia pernah keselo lidah saat menyampaikan penjelasan keliru terkait Rasulullah SAW.<\/p>\n<p>Dari video viral itu ia juga bahkan nyaris berkenaan dengan hukum karena dilaporkan ke Polda Jabar atas tuduhan ujaran kebencian.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">4. Ditegur MUI Jabar<\/h3>\n<p>Penjelasan isi ceramahnya yang viral itu juga mendapat teguran dari MUI Jabar.<\/p>\n<p>Meski begitu MUI Jabar memaafkan kekhilafan Ustaz gaul tersebut.<\/p>\n<p>MUI Jabar pun memberikan kesempatan agar ia tetap berdakwah.<\/p>\n<p>Hal itu dilakukan MUI Jabar karena beberapa pertimbangan.<\/p>\n<p>Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, mengatakan dakwah Ustaz Evie Effendie disampaikan secara asyik dan memikat bagi sejumlah jemaah yang menyimak ceramahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Buat Ustaz Evie Effendie untuk tetap melaksanakan dakwah, karena dakwah beliau ini agak unik,&#8221; ujar Rafani, di Kantor MUI Jabar, Kota Bandung, Senin (13\/8\/2018).<\/p>\n<p>Rafani mengatakan, dakwah yang dilakukan Ustaz Evie Effendie unik karena menyasar komunitas-komunitas yang selama ini jarang tersentuh oleh mubalig-mubalig lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Bayangkan, geng motor, komunitas punk, anak jalanan, mantan pekerja seks komersial (PSK), dan orang bertato ini yang digarap beliau. Kami berikan suport, maka terus dan jangan berhenti karena ini,&#8221; kata Rafani.<\/p>\n<p>Rafani mengingatkan kepada seluruh penceramah agar selalu berhati-hati menjaga lisan serta ungkapan di hadapan publik. Terlebih melalui media sosial yang tak terbendung.<\/p>\n<p>Menurutnya, MUI Jabar juga meminta bantuan ustaz Evie Effendi untuk mensosialisasikan penggunaan medsos untuk kemaslahatan umat dan kehidupan bersama.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">5. Digugat Cerai<\/h3>\n<p>Adapun fakta baru yang kini hangat jadi sorotan adalah kabarnya telah mengugat cerai sang istri.<\/p>\n<p>Ustaz Evie Effendi dikabarkan menggugat cerai istrinya,\u200e Ani Mulyani.<\/p>\n<p>Gugatan perceraian sudah didaftarkan di Pengadilan Agama Bandung, Jalan LLRE Martadinata.<\/p>\n<p>Informasi yang dihimpun, perkaranya terdaftar dalam nomor perkara 3202\/Pdt.G\/2020\/PA.Badg\u200e.<\/p>\n<p>Saat dikonfirmasi pada Humas Pengadilan Agama Bandung, Subai via sambungan telepon, Selasa (27\/10\/2020), ia membenarkannya.<\/p>\n<p>&#8220;Iya (betul). Menurut jadwal, hari ini sidang ikrar talak. Untuk jadwal dan riwayatnya bisa dilihat di website Pengadilan Agama Bandung,&#8221; ujar Subai\u200e.<\/p>\n<p>Dikuti dari sistem informasi penelurusan perkara Pengadilan Agama Bandung, dengan situs sipp.pa-bandung.go.id, perkara gugatan cerai Evie Effendi didaftarkan sejak 28 Juli 2020.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/141051?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Saya tidak memiliki latar pendidikan, mesantren belum pernah, kuliah enggak pernah, sekolah juga hanya SMP tapi bisa jadi viral,&#8221; ujar ustaz Evie Effendi saat ceramah dengan gayanya yang nyentrik.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":141052,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[27200,23837,421,47420,47421,3984,47292,2070,47419,3338],"class_list":["post-141051","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-kdrt","tag-kontroversi-ustaz","tag-nasional","tag-nat","tag-pendakwah-bandung","tag-peristiwa","tag-polrestabes-bandung","tag-prabowo","tag-ustaz-evie-effendi","tag-infoaceh-net"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/08\/946f0370b335a1df1790e4f750093f62_1.jpg?fit=600%2C338&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/141051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=141051"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/141051\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/141052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=141051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=141051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=141051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}