{"id":14197,"date":"2021-01-05T07:24:57","date_gmt":"2021-01-05T00:24:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=14197"},"modified":"2021-01-05T07:24:57","modified_gmt":"2021-01-05T00:24:57","slug":"aminullah-klaim-berhasil-turunkan-pelanggaran-syariat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2021\/01\/05\/aminullah-klaim-berhasil-turunkan-pelanggaran-syariat\/","title":{"rendered":"Aminullah Klaim Berhasil Turunkan Pelanggaran Syariat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> \u2013 Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengungkapkan tren penurunan kasus pelanggaran syariat Islam dari tahun ke tahun di ibukota Provinsi Aceh ini.<\/p>\n<p>\u201cPada 2017 tercatat 126 kasus pelanggaran syariat, kemudian sempat melonjak 171 kasus pada 2018, dan seterusnya turun menjadi 97 kasus pada 2019, dan hanya 90 kasus pada 2020,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman didampingi Plt Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Ustaz Ridwan Ibrahim dan jajaran di pendopo, Senin 4 Januari 2021.<\/p>\n<p>Menurutnya, penurunan secara signifikan disebutnya berkat upaya pencegahan dengan mengoptimalkan peran da&#8217;i dan mustahib gampong.<\/p>\n<p>\u201cDakwah holistik dan pembinaan berkala juga terus kita berikan kepada masyarakat, di samping membangun kerja sama lintas sektoral,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ditambahkannya, Pemerintah Kota Banda Aceh juga menorehkan pencapaian penting pada 2020, yakni indeks keberhasilan penerapan syariat Islam dengan nilai 75,22 dalam berbagai bidang kehidupan.<\/p>\n<p>Pencapaian tersebut melampaui target Indikator Kinerja Utama (IKU) DSI Banda Aceh. \u201cDari target nilai 75, Alhamdulillah kita mampu meraih 75,22. Ini penting sebagai alat ukur penegakan syariat Islam di Banda Aceh,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut wali kota, indeks keberhasilan penegakan syariat didapatkan melalui survei bersama akademisi IAIN Ar-Raniry. \u201cVariabel survei ditentukan dengan kajian \u2018maqashid al-khamsah\u2019. Dan indeks yang dihasilkan mencerminkan pelaksanaan syariat Islam secara menyeluruh di segala bidang, mulai dari ekonomi hingga keamanan.\u201d<\/p>\n<p>Aminullah pun bertekad untuk terus menggenjot pembangunan dalam bidang agama, di antaranya lewat program \u201cKota Zikir\u201d dan \u201cKota Tahfiz\u201d.<\/p>\n<p>\u201cAgama merupakan pilar utama pembangunan kota untuk mewujudkan visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah,\u201d ungkapnya lagi.<\/p>\n<p>Terkait Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 Tingkat Provinsi Aceh yang akan digelar di Bener Meriah tahun ini, wali kota mematok target tertinggi, yakni juara umum. \u201cKita fokus dan serius pada cabang-cabang andalan seperti tahfiz, tilawah, tafsir, dan khat untuk mendulang medali.\u201d<\/p>\n<p>Untuk itu, ia mengamanatkan DSI agar mempersiapkan qari-qariah terbaik. \u201cSalah satu strateginya dengan membina kafilah kita dengan standar nasional. Ini (juara umum MTQ) prestige bagi Banda Aceh, karena dalam bidang-bidang lain kita sudah begitu bagus,\u201d pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14197?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh \u2013 Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengungkapkan tren penurunan kasus pelanggaran syariat Islam dari tahun ke tahun di ibukota Provinsi Aceh ini. \u201cPada 2017 tercatat 126 kasus pelanggaran syariat, kemudian sempat melonjak 171 kasus pada 2018, dan seterusnya turun menjadi 97 kasus pada 2019, dan hanya 90 kasus pada 2020,\u201d ujarnya. Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14198,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-14197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2021\/01\/IMG-20210105-WA0007.jpg?fit=768%2C512&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=14197"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/14197\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/14198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=14197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=14197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=14197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}