{"id":142570,"date":"2025-09-02T09:31:53","date_gmt":"2025-09-02T02:31:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=142570"},"modified":"2025-09-02T09:31:53","modified_gmt":"2025-09-02T02:31:53","slug":"ketua-dpra-zulfadli-usul-ke-pendemo-tambah-tuntutan-pisah-aceh-dari-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/09\/02\/ketua-dpra-zulfadli-usul-ke-pendemo-tambah-tuntutan-pisah-aceh-dari-indonesia\/","title":{"rendered":"Ketua DPRA Zulfadli Usul ke Pendemo Tambah Tuntutan: Pisah Aceh dari Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh, Infoaceh.net<\/strong> \u2014 Aksi unjuk rasa besar-besaran di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (1\/9\/2025), sempat memanas setelah Ketua DPRA, Zulfadli, menyuarakan tambahan tuntutan yang mengejutkan.<\/p>\n<p>Awalnya terdapat tujuh poin tuntutan dari para demonstran, antara lain:<\/p>\n<p>Reformasi Total DPR RI dan DPR Aceh, Reformasi Polri, Tuntaskan Seluruh Pelanggaran HAM di Indonesia Khususnya Aceh.<\/p>\n<p>Menolak Pembanguan Batalyon TNI di Aceh. Selain itu, Evaluasi Menyeluruh terhadap Seluruh Tambang di Aceh, dan Bebaskan Kawan-Kawan Kami (Pendemo) yang Ditangkap Saat Aksi, serta Transparansi Penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.<\/p>\n<p>Di hadapan ribuan massa, Zulfadli secara terbuka menyatakan bahwa Aceh harus berani mempertimbangkan jalan pisah dari pemerintah pusat (Indonesia).<\/p>\n<p>Pernyataan itu ia lontarkan ketika menemui massa di depan gerbang utama gedung dewan. Dengan suara lantang melalui pengeras suara, Zulfadli mengatakan:<\/p>\n<p>\u201cAku minta satu lagi, pisah saja Aceh sama pusat (Jakarta). Tulis biar aku teken,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sontak, ribuan pendemo bersorak dan mengacungkan tangan ke udara sambil meneriakkan yel-yel \u201cMerdeka!\u201d.<\/p>\n<p>Sorakan itu menggema di sekitar halaman gedung, menambah panas suasana aksi yang sejak pagi sudah diwarnai dengan pengibaran bendera Bintang Bulan.<\/p>\n<p>Ucapan Zulfadli seolah memberi angin baru bagi massa yang menuntut agar pemerintah pusat serius menepati butir-butir kesepakatan damai Helsinki.<\/p>\n<p>Selain itu, mereka juga menuntut peningkatan dana otonomi khusus dan penolakan terhadap kebijakan pusat yang dianggap merugikan Aceh seperti penambahan lima batalyon baru TNI<\/p>\n<p>Seorang pendemo yang ada di lokasi juga menantang Ketua DPRA Zulfadli untuk mengibarkan bendera bintang bulan di samping tiang bendera merah putih yang ada di gedung DPRA.<\/p>\n<p>Namun, Zulfadli tidak menanggapi tantangan pengibaran bendera bulan bintang ini.<\/p>\n<p>Kapolda Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah bersama Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Heri Purwono terlihat memantau jalannya aksi.<\/p>\n<p>Meski suasana memanas, aparat kepolisian tetap menahan diri dan suasana demo tetap berjalan tertib dan aman.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/142570?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh, Infoaceh.net \u2014 Aksi unjuk rasa besar-besaran di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (1\/9\/2025), sempat memanas setelah Ketua DPRA, Zulfadli, menyuarakan tambahan tuntutan yang mengejutkan. Awalnya terdapat tujuh poin tuntutan dari para demonstran, antara lain: Reformasi Total DPR RI dan DPR Aceh, Reformasi Polri, Tuntaskan Seluruh Pelanggaran HAM di Indonesia Khususnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":142571,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-142570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/09\/IMG-20250902-WA0003.jpg?fit=1080%2C1175&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/142570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=142570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/142570\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/142571"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=142570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=142570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=142570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}